Sincerity Part 1


Ada teman saya yang sangat bangga sama anaknya. Karena suka bangunin dia saat sholat Shubuh. Untuk berangkat sholat berjamaah bersama di masjid. Suatu hari teman saya ini harus jadi imam sholat berjamaah di rumah. Putra kebanggaannya bergumam beberapa saat sebelum sholat, “Ini pasti Qulhu lagi, Qulhu lagi.” 🙂🙂

The Disbelievers (Part 7)


Surah Al-Kafirun ditutup dengan lakum diinukum wa liya diini. You have your deen. And I have mine. Bagimu agamamu. Dan bagiku agamaku. Struktur kalimatnya sebenarnya tidak mencerminkan urutan yang normal. Urutan normalnya seharusnya diinukum lakum wa diini lii. Agamamu bagimu dan agamaku bagiku. Tapi Allah membalik urutannya menjadi lakum diinukum wa liya diini.

The Disbelievers (Part 5)


Mereka tidak mengingkari Allah. Tapi cara mereka mengekspresikan ‘ketidak-ingkaran’ mereka, cara mereka berperilaku di seputaran rumah mereka, sesungguhnya mencerminkan bentuk pengingkaran kepada Allah. Ini adalah masalah perspektif. Sepertinya tidak ingkar, padahal sungguh-sungguh ingkar. Ada orang yang menganggap dirinya orang yang beriman. Apakah dia sungguh-sungguh beriman? Wallahu ta’ala a’lam. Allah yang lebih tahu. Allah punya hak… Read More The Disbelievers (Part 5)

Wanita-Wanita Hebat : Edisi Hari Ibu


  Raisa Andriana suatu hari pulang ke rumah ortu. Setelah berbulan-bulan ga pernah pulang. Di rumah ketemu ayah dan kakak. Tapi ga ketemu ibu. Ibu lagi ke Bandung. Raisa kangen berat. Akhirnya video call. Kangen-kangenan. Selepas itu, Raisa masih merasa sedih. Belum puas karena belum ketemu sang ibunda face-to-face. Sisa rasa rindu Raisa berubah menjadi… Read More Wanita-Wanita Hebat : Edisi Hari Ibu