[MFA 2022] Rezekimu di Langit – Alifa Aprilia


Bismillahirrahmaanirrahiim..

Melalui tulisan ini saya ingin berbagi tentang ayat favorit saya dan kisah yang saya alami berkaitan dengannya.

****

Saya mendapat hikmah dan pelajaran yang luar biasa dari ayat dalam surat Adz-Dzariyat. Hikmah tersebut semakin dalam saya dapatkan melalui lecture Ustadz Nouman yang saya dengarkan.  Dari beliau saya belajar bahwa ternyata Surat Adz-Dzariyat adalah Surah of Rizq and Surah of Resurrection – Surat mengenai Rezeki dan Surat mengenai Kebangkitan. Di dalam surat ini, Allah membuat perumpamaan tentang Winds in two ways, delivering life and death – angin memiliki dua fungsi, membawa kehidupan dan membawa kematian. Saat mendengar lecture, saya sembari merefleksikan kembali dengan semua rizki dan takdir yang terjadi. Selanjutnya, saya tidak mampu berkata apa-apa lagi.

****

Hal yang istimewa saya alami ketika ayat-ayat tersebut seperti berbicara kepada saya. Pada suatu malam 6 tahun yang lalu saat tiba-tiba pikiran saya mulai condong untuk memikirkan tentang “Adakah seseorang yang Allah catatkan untuk saya?”. Hal yang mungkin tidak dipungkiri mulai terbesit dipikiran perempuan dewasa muda ya.

Hati menasihati saya untuk membuka Al-Qur’an. Sepertinya malam itu saya sedang tidak bisa melanjutkan apa yang sedang saya kerjakan, sehingga saya membuka Al-Qur’an secara random untuk memulai membaca terjemahnya.

Kemudian terbukalah halaman 521 dan mata saya langsung dibuat tertuju untuk membaca tarjimnya. Lalu mulai di ayat ke 15, ayat tersebut seperti berbicara kepada saya. Diakhiri highlight ayat 22 dan 23 yang membuat hati saya bergetar.

{وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ (22) فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنطِقُونَ (23)} [الذاريات : 22-23]

 ( 22 )   Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.

 ( 23 )   Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.

Ayat ke 22 selanjutnya menjadi ayat favorit saya yang saya genggam erat dengan penuh keyakinan kuat.

****

Hari terus bergulir dan waktu berjalan. Pada tahun setelahnya saya mulai belajar tentang bagaimana pernikahan dan jodoh, yang memang cukup booming menjadi tema dan topik kajian dimana-mana sekitar tahun 2016-2019.

Mencoba mengenal dan membuka hati. Walaupun sebenarnya juga diiringi rasa takut yang berlebih dari sebuah firasat yang tetiba hadir berbisik. Merasa tidak siap bahkan merasa tidak ingin menjadi dewasa dan harus menikah. Saya takut, kenapa sepertinya akan ada yang pergi.

Tahun 2020 pandemi covid-19 mulai merebak di Indonesia. Hal yang berat dan mengguncang. Semua rasa jadi satu. Tapi dari peristiwa tersebut menghadirkan ada banyak waktu untuk berbicara pada diri sendiri. Saya mulai menemukan tahapannya dan caranya. Saya mulai mengenal dan memahami tentang diri saya sendiri, menerima diri saya sendiri, dan mendapatkan poin-poin apa yang saya butuhkan tentang sosoknya. Hingga ternyata saya mengetahui bahwa poin-poin ini selaras dengan apa yang orang tua saya harapkan.

( 20 )   Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.

 ( 21 )   dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

 Adz-Dzariyat: 20-21

****

Alhamdulillah atas izin Allah saya sudah menikah pada bulan delapan tahun 2021 lalu. Saya bertemu dengan suami saya melalui sebuah platform aplikasi ta’aruf online pada akhir tahun 2020. Entah apa yang mendorong saya untuk mencoba berikhtiar kembali saat masa pandemi. 

Profil sekilas yang saya baca, berasal dari kota yang sama dengan saya, anak ke 3 dari 5 bersaudara, dan pernah kuliah di jurusan perkapalan.

Ada hal yang mengetuk hati dan jiwa saya saat proses masa tunggu. Sehabis salat, saya teringat ayat favorit saya di halaman 521. Saya baca kembali ayatnya dan saya maknai tarjimnya. Seharusnya saya membaca halaman berikutnya. 

Namun, tangan saya justru tergerak membuka halaman sebelumnya. Membaca kembali dari ayat pertama hingga ayat ke enam pada halaman 520.

{وَالذَّارِيَاتِ ذَرْوًا (1) فَالْحَامِلَاتِ وِقْرًا (2) فَالْجَارِيَاتِ يُسْرًا (3)

فَالْمُقَسِّمَاتِ أَمْرًا (4) إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٌ (5) وَإِنَّ الدِّينَ لَوَاقِعٌ (6)} [الذاريات : 1-6]

( 1 )   Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan kuat.

( 2 )   dan awan yang mengandung hujan,

( 3 )   dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah.

( 4 )   dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan,

( 5 )   sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar.

( 6 )   dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi.

Pikiran saya selanjutnya beku setelah membaca ayat tersebut. Tak mampu berkata apa-apa lagi, selanjutnya ada yang menetes dari mata saya. Bagaimana bisa ayat ke tiga nya adalah demikian?

Dan Ayat ke 5 dan ayat favorit saya yakni 22 berucap yang sama tentang janji.

Pada saat itu saya benar-benar tertegun dalam renungan sambil tersedu-sedu. Ya Allah ini sebuah kebetulan ataukah benar-benar petunjuk dari Engkau?

****

Baru-baru ini saya kembali mencari mungkin ada video terkini tentang Surat Adz-Dzariyat. Saya beruntung, ternyata ada, Ustaz mengulas kembali 4 bulan lalu dalam video berjudul Contemplation on Surat Adz-Dzariyat dan Brief Reflections of Surah 51. Saya menyarankan kepada teman-teman untuk melihat video ini karena maknanya dalam dan indah sekali.

Saya mendapat hikmah berharga dan semakin takjub dan yakin bahwa Allah Maha Pemberi Rezeki, Ar-Razzaq. Segalanya terukur secara tepat pada waktu dan tempat yang tepat sesuai yang dibutuhkan. Bahwa ada sebuah sistem di langit yang membawa kehidupan. 

Bagaimana segala sesuatunya sudah Allah ciptakan untuk kelangsungan hidup kita di bumi dengan membuat perumpamaan berupa angin, yang mana Allah bersumpah tentangnya di awal surat. Angin yang mendorong awan untuk berhenti di suatu tempat dan akhirnya hujan turun dari langit. Sebagai rezeki dari Allah.

Namun di balik itu, sebenarnya dalam sebuah sumpah artinya ada maksud lain yang hendak Allah sampaikan. Bagaimana angin yang sama juga dapat membawa kematian. Maka sesungguhnya, rezeki dan ajal kita telah Allah janjikan dan tetapkan. Berbagai macam rezeki akan mencari kita asalkan kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan jujur. Ajal pun telah ditetapkan bilamana memang rezeki itu telah dicukupkan. Demikian pula hari berbangkit yang dijanjikan harus kita yakini pasti terjadi, atas kuasa dan kehendak Rabb Langit dan Bumi, Allah Dzhul Quwwatil matiin.

Semoga kita semua dapat dibangkitkan dalam keadaan yang baik. Dan tiada yang paling diinginkan bila yang kita cintai telah berpulang, selain doa semoga Allah rezekikan kita semua berkumpul bersama keluarga dan saudara-saudara muslim kita seluruhnya di surga-Nya Allah kelak. Tentunya bersama para Nabi, Rasul, para sahabat, dan guru-guru kita semua. Aaamiin yaa Rabbal’alamiin.

****

Teruntuk Mama saya yang amat saya sayangi karena Allah. Wafat pada bulan enam tahun 2021 karena wabah covid-19. Ya Allah, jadikan Mama hamba wafat dalam keadaan syahid dan husnul khatimah. Aamiin Yaarabbal’alamiin.

****

Referensi:

1) Tafsir QS. 51. Adh-Dhariyat (Scattering Winds) – English Explanation: https://youtu.be/AUD4b_OinkA

2) Contemplation on Surat Adz-Dzariyat:  https://youtu.be/KMfTSp1kB84

3) Brief Reflections of Surah 51: https://youtu.be/0DNqVclD88M

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s