[MFA2022] Allah itu Dekat – Martina Mulia Dewi


Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadaku (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Hendaklah mereka memenuhi (perintah)Ku dan beriman kepadaKu, agar mereka memperoleh kebenaran”

QS Al Baqarah: 186

Ayat yang satu ini benar-benar mengingatkan betapa pentingnya terkoneksi dengan Allah. Bagaimana kekuatan iman itu diuji, dan ke mana sesungguhnya kita kembali saat ujian datang menghampiri. Ternyata Allah yang selalu siap sedia mendengar keluh kesah kita. Doa yang jadi penguat di setiap peristiwa.

Saat ujian datang bertubi-tubi dalam hidup ini, kadang pernah berpikir bahwa kita melalui semua ini sendiri. Padahal Allah sudah terang-terangan mengatakan bahwa Allah selalu ada, Allah itu dekat, sangat dekat dengan diri kita. Hanya kita saja yang perlu mendekat, maka Allah akan bantu memenuhi setiap hajat.

Penjelasan Ustadz Nouman Ali Khan terkait dengan ayat ini dimulai dengan arti kata dari “idza” yaitu apabila atau dalam bahasa inggris diterjemahkan dengan when. Kenapa tidak menggunakan “in” atau if ? Apa perbedaannya when dan if ini?

Ada satu perumpamaan yang menjelaskan tentang hal ini. Seorang ibu mengantarkan anaknya untuk bergabung dalam pasukan tentara dan ikut berperang. Ibu itu tidak pernah mendapatkan kabar tentang anaknya, baik lewat surat kabar, email, media sosial, tak ada yang tahu tentang nasib anaknya itu. Saat ibu itu ditanya seseorang tentang anaknya, ia berkata “When my son comes back I’ll be very happy”, tidak menggunakan “if my son comes back I’ll be very happy.”

Jika ibu itu menjawab “if my son comes back I’ll be very happy”, artinya ia menerima bahwa anaknya telah meninggal di medan perang. Jika ia menjawab “when my son comes back I’ll be very happy” itu artinya ibu itu memunculkan harapan besar bahwa anaknya akan pulang, masih selalu ada harapan bahwa anaknya baik-baik saja di sana.

Kaitannya dengan ayat di atas tadi, Allah katakan “when my slave asks you about me, then I am near” Allah sangat mengharapkan kita untuk datang berdoa, meminta kepadaNya. Allah memberi kita ruang untuk memunculkan harapan besar itu. Ada harapan, cinta yang sangat besar dari kata “idza” dalam ayat ini.

Kemudian penjelasan yang lainnya di ayat ini mengisyaratkan bahwa Allah menunggu kita untuk meminta kepadaNya. Sekali saja kita berdoa kepada Allah, maka Allah akan kabulkan permintaan kita.

Allah juga menggunakan kosakata “Aku”  dalam ayat al Quran itu bisa saja berarti ekspresi kemarahan yang besar atau cinta yang luar biasa. Allah gunakan kata “’ibadi”, hambaku di ayat ini yang menunjukkan rasa cinta yang begitu besar kepada hambanya.

Allah selalu mendengar doa kita. Allah akan menjawabnya dengan cara terbaik yang tidak bisa kita terka. Kadang kita berpikir yang terbaik untuk kita, tapi Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan. Allah jawab doa kita dengan caraNya. Itulah akar dari keyakinan kita kepada Allah. Percaya sepenuhnya dengan rencana Allah.

Ada banyak peristiwa yang menggambarkan tentang implementasi dari ayat ini. Saat rintihan doa itu terucapkan dengan tulus, ikhlas, dan hati yang bersih, seketika Allah jawab doa-doa itu dengan skenario terbaik. Aku tahu Allah mengabulkan doa setiap hambanya dengan berbagai bentuk. Ada yang dikabulkan sesuai dengan permintaan dalam waktu dekat, ada yang dikabulkan tetapi tidak segera, tentu saja di waktu yang tepat, lalu doa dikabulkan dalam bentuk yang lain atau bisa jadi doa itu adalah penghalang dari kejadian buruk yang akan menimpa diri kita. Who knows? Tidak ada yang tahu. Namun yang pasti, Allah selalu mendengar doa kita.

Dulu sewaktu kuliah, aku sering sekali mengalami hal ini. Rasanya Allah tahu banget apa yang aku butuhkan. Aku berdoa semoga Allah mengelilingiku dengan orang-orang yang baik, orang-orang yang dekat dengan al Quran. Sampai Allah takdirkan aku bertemu dengan teman-teman yang semangatnya untuk menghafal al Quran begitu luar biasa. Bahkan Allah beri aku beasiswa untuk itu.

Dulu, saat aku benar-benar membutuhkan uang untuk membayar suatu keperluan, Allah datangkan rezeki itu di tanganku persis seperti yang aku butuhkan. Rasanya berkah al Quran itu benar-benar luar biasa, nikmat yang tiada tara. Allah selalu kirimkan orang-orang baik di lingkup terdekatku. Saat aku butuh makanan, Allah kenyangkan aku dengan hidanganNya. Hidupku jadi berlimpah keberkahan saat dekat dengan al Quran.

Ya pada intinya akan ada banyak kemudahan, keberkahan, kelapangan, dan hal-hal manis dalam hidup kita kalau kita senantiasa terkoneksi dengan Allah. Saat merasa ujian begitu berat, ingat, Allah itu dekat. Saat masalah rasanya memenuhi kepala sampai mau pecah, ingat Allah itu dekat.

Apapun masalahnya, yang pertama curhat-nya sama Allah dulu, Allah lagi, dan Allah terus. Allah, the one and only yang kita tuju pertama kali. Kita datang curhat ke Allah, Allah sambut dengan suka cita. Yakin, Allah akan kasih solusi dari setiap permasalahan yang kita hadapi 😊

One thought on “[MFA2022] Allah itu Dekat – Martina Mulia Dewi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s