[VoB2022] Belajarnya Seorang Hamba


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-618

Topik: Pearls from Al Baqarah

Selasa, 1 Maret 2022

Materi VoB Hari ke-618 | Belajarnya Seorang Hamba

Oleh: Khairun Nisa Azizah

#TuesdayAlBaqarahWeek86Part1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Allah membuat berbagai pemisalan dalam Al-Qur’an dengan sesuatu yang dapat diindera agar manusia memahami bahwa Allah memudahkan Al-Qur’an untuk dijadikan pelajaran. Namun rupanya ada saja perbedaan sikap antara orang beriman dan orang kafir dalam menerima pemisalan tersebut. 

Dalam Q.S. Al-Baqarah: 26 Allah menyebutkan sikap orang beriman dalam memahami perumpamaan, yakni mengetahui bahwa apa-apa yang Allah ajarkan melalui Al-Qur’an pasti memiliki maksud dan tujuan. Betapa pun banyak hal yang belum mereka pahami, orang-orang beriman tahu bahwa semua itu benar datangnya dari Allah, (perumpamaan itu) dibuat dengan setepat-tepatnya, dan dengan tujuan yang jelas. Maka orang-orang beriman senantiasa memohon kepada Allah agar diberi kemudahan dalam memahaminya, memohon agar diberi petunjuk yang benar. 

Orang-orang yang beriman meyakini bahwa perumpamaan itu datangnya dari Allah, dari Rabb mereka. Bukan guru atau siapa pun yang setara dengan mereka. Melainkan perumpamaan itu datang dari Tuhan, dan mereka mempelajarinya sebagaimana seorang hamba belajar. Seorang hamba belajar untuk menyenangkan hati tuannya. Ia akan sungguh-sungguh, menaruh perhatian besar pada apa yang diajarkan oleh sang tuan, agar tuannya senang. Orang beriman belajar untuk meraih ridha Allah, untuk menyenangkan Tuhannya. Maka betapa pun ia belum memahami, orang yang beriman akan tetap menaruh perhatian yang besar pada pelajaran dari Tuhannya. 

Berbeda halnya dengan orang kafir. Mereka mempertanyakan, “Apa maksud Allah menjadikan ini sebagai perumpamaan?” Bukan dalam rangka ingin memahami ayat-ayat-Nya, melainkan untuk mencibir. Merendahkan. Menganggap remeh. Tidak ada hormat sedikit pun dalam menerima perumpamaan itu. Tidak ada rasa syukur sedikit pun atas petunjuk dari Allah itu. Maka Al-Qur’an bisa menjadi petunjuk bagi sebagian orang, tapi bagi sebagian lainnya, ayat-ayat tersebut tidak lain hanya menambah kebencian pada Al-Qur’an. Bukan karena tidak ada nilai mukjizat di dalam Al-Qur’an, melainkan karena perbedaan sikap terhadapnya. 

Allah memberi petunjuk pada orang-orang yang mencari kebenaran. Tapi Allah pun tidak segan menutup rapat hati orang-orang yang tidak memiliki penghargaan sedikit pun pada ayat-ayat-Nya. 

Mungkin akhirnya kita sendiri akan bertanya-tanya, apakah kita termasuk orang yang Allah beri petunjuk dengan Al-Qur’an tersebut, ataukah Allah tutup pintu hati kita dari hidayah? Dalam ayat ini, Allah menegaskan, “Sungguh, tidak akan ada yang Allah sesatkan selain orang-orang fasik.” 

Siapakah orang-orang fasik itu? Insyaallah bersambung di bagian selanjutnya.

Wallahua’lam bi shawab.

📙📘📗📕

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Surah / Deeper Look / 2. Al-Baqarah/10. Al-Baqarah (Ayah 26-28) – Deeper Look (27:40 – 35:40)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2022] Belajarnya Seorang Hamba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s