[VoB2021] Malam pun Berganti Pagi


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-549

Topik: Pearls from Ali Imran

Rabu, 22 Desember 2021

Materi VoB Hari ke-549 Pagi | Malam pun Berganti Pagi

Oleh: Heru Wibowo

#WednesdayAliImranWeek79Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Saat pasukan muslim menang di Perang Badar, ada yang berasumsi bahwa pasukan muslim pasti akan menang selamanya.

Ternyata di Perang Uhud pasukan muslim mengalami kekalahan.

إِنْ يَّمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهٗ ۗوَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِۚ وَلِيَعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاۤءَ ۗوَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَۙ ١٤٠

Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan Allah mengetahui orang-orang beriman (yang sejati) dan sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Allah tidak menyukai orang-orang zalim. 

(QS Ali ‘Imran, 3:140)

This is necessary part of this life. This world is not a utopia.

Kekalahan adalah bagian dari kehidupan ini. Dunia ini bukanlah sebuah utopia, sebuah khayalan akan kemenangan mutlak tanpa kekalahan.

Seperti malam dan siang.

Setiap kali kita melewati malam dan siang, jika kita merenungkannya, kita akan menyadari bahwa di dunia ini, tidak akan ada yang sempurna.

Yang sempurna, Mahasempurna, adalah Allah. Yang sempurna, Mahasempurna, adalah bagaimana Allah mendesain kehidupan ini. Dan bagian dari desain itu adalah bahwa manusia tidak akan pernah sempurna.

Setiap kali kita melewati sepasang malam dan siang, kita pun menyadari bahwa kita makin dekat dengan hari pertemuan kita dengan-Nya.

Di dunia ini kita bisa melakukan banyak kebaikan, dan mendapatkan banyak kebaikan, tapi kebaikan yang sesungguhnya adalah saat kita kembali kepada-Nya.

وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَئَابِ ١٤

Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik. 

(QS Ali ‘Imran, 3:14)

Siapa pun yang merenungkan pergiliran malam dan siang, dia akan segera teringat tentang masa depan pertemuannya dengan Allah.

إِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَئَايٰتٍ لِّأُولِى الْأَلْبَابِۙ ١٩٠

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal. 

(QS Ali ‘Imran, 3:190)

رَبَّنَا وَئَاتِنَا مَا وَعَدْتَّنَا عَلٰى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ ١٩٤

Ya Tuhan kami, anugerahilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak pernah mengingkari janji. 

(QS Ali ‘Imran, 3:194)

Malam berganti pagi. Hidup pun datang dan pergi. Kerajaan dan kekuasaan juga datang dan pergi. 

Maka janganlah kekuasaan itu kau cintai setengah mati, sehingga saat Allah mencabutnya kembali, kau pun meraung-raung menangis meratapi.

Insyaallah bersambung.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 3. Ali ‘Imran / 10. ‘Ali ‘Imran – Ayah 26-27 Ramadan 2018 (42:49 – 44:56)


Materi VoB Hari ke-549 Siang | Perubahan Itu Pasti

Oleh: Heru Wibowo

#WednesdayAliImranWeek79Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Allah sudah mendesain hidup ini bahwa malam akan berganti siang, dan siang akan berganti malam.

Kita tidak bisa berdoa supaya Allah membuat siang menjadi lebih lama, menjadi berhari-hari, atau menahan supaya maghrib tidak kunjung datang.

Atau, jika kita sedang berpuasa, kita tidak bisa memaksa Allah untuk menyegerakan datangnya maghrib dan menunda datangnya shubuh… 😊 …

Waktu, pergiliran malam dan siang, adalah sebuah contoh yang bagus untuk tanzi’ul mulka mimman tasyaa’ (Ali ‘Imran 26) karena kita tidak dapat mengendalikannya.

Hal yang indah tentang malam dan siang, adalah ketika Allah memasangkannya dengan watukhrijul hayya minal mayyiti watukhrijul mayyita minal hayyi (Ali ‘Imran 27).

Mari kita renungkan keadaan diri kita sendiri. Ada perubahan yang terjadi di sekitar kita di malam hari dan di siang hari.

Lalu mari kita ingat bahwa sebagai manusia beriman, kita ingin mengendalikan hal-hal tertentu seperti hubbusysyahawaati minan-nisaa’, wal baniin, wal qanaathiir, dan seterusnya (Ali ‘Imran 14).

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَئَابِ ١٤

Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun tak terhingga berupa emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.

Bergulirnya waktu, berjalannya malam dan siang, bisa mengikis kemampuan manusia untuk mengendalikan diri, untuk tidak tertipu oleh kesenangan hal-hal yang disebutkan di Ali ‘Imran 14 tadi.

Karena kecantikan dan ketampanan akan terkikis dengan waktu. Karena kuda-kuda pilihan akan menua dan mati. 

Tapi, bukankah emas akan tetap menjadi emas? 

Mungkin benar, dan karena itulah emas termasuk jenis logam mulia. Tapi jika kita renungkan lagi, manusia yang memiliki emas itu, akan menua dan mati.

Perubahan itu pasti. 

Jika pun benar bahwa yang dimilikinya tidak berubah, tapi manusia yang menganggap bahwa ia memilikinya, akan punah dan mati.

Karena sejatinya ia bukan pemilik. Karena sejatinya ia hanyalah seseorang yang dipinjami.

Insyaallah bersambung.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 3. Ali ‘Imran / 10. ‘Ali ‘Imran – Ayah 26-27 Ramadan 2018 (44:56 – 47:17)


Materi VoB Hari ke-549 Sore | Dua dari Sejuta

Oleh: Heru Wibowo

#WednesdayAliImranWeek79Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Anda mungkin bisa memiliki semua emas yang ada di muka bumi ini. Tapi Anda tidak bisa memilikinya selamanya. Anda bahkan tidak bisa melihatnya lagi.

Karena Anda punya masa tinggal yang terbatas di bumi ini.

Anda bisa punya mobil paling mewah yang pernah diproduksi di muka bumi. Yang selalu ingin Anda kendarai sendiri.

Tapi akan datang masa di mana Anda menjadi terlalu tua untuk nyetir sendiri. Bahkan untuk berdiri, berjalan beberapa langkah untuk masuk ke mobil itu, Anda tak sanggup lagi.

Anda suka parasailing? Anda tidak akan bisa menikmatinya selamanya. Jika Anda memaksakannya juga di usia tua, rumah sakit siap menampung Anda.

Jadi, ada perubahan yang terjadi di sekitar kita, dan ada pula perubahan yang terjadi pada diri kita sendiri.

Bagian awal dari Ali ‘Imran 27 (tuulijul layla finnahaari watuulijunnahaara fillayli) melukiskan perubahan yang terjadi di sekitar kita.

Bagian berikutnya setelah itu, masih di Ali ‘Imran 27(watukhrijul hayya minal mayyiti watukhrijul mayyita minal hayyi) melukiskan perubahan yang terjadi pada diri kita sendiri.

Kita tadinya tidak ada di dunia. Allah mengizinkan kita untuk menempati bumi-Nya.

Begitulah, maka saat ini kita sedang menempati bumi-Nya. Bernafas menghirup oksigen yang disediakan oleh-Nya. Gratis.

Lalu sedikit demi sedikit, pelan tapi pasti, kita menua bersama. Masa tinggal kita di bumi sudah ada jadwalnya. Ditentukan oleh-Nya.

Itulah Allah berfirman kepada Rasulullah, innaka mayyitun wainnahum mayyituuna (إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ).

“Sesungguhnya, kamu berproses menuju kematian. Sesungguhnya, demikian pula dengan mereka.”

(QS Az-Zumar, 39:30)

Setiap harinya, Anda dan saya, siapa pun kita, sedang berproses menuju kematian.

Kita telah menerima kenyataan bahwa kita tidak dapat mengendalikannya. Kita tidak dapat mengendalikan kematian diri kita sendiri.

Jadi, kita bersyukur karena Allah masih memberi kita banyak hal. Dan ada dua pemberian yang disorot di ayat sebelumnya (Ali ‘Imran 26) yakni mulk dan ‘izzah.

Dan kita bersaksi bahwa dua pemberian itu hanyalah “dua dari sejuta”. Dua pemberian itu hanyalah bagian dari pemberian Allah yang lain, yang banyak, yang tidak bisa kita bayangkan. Bisa sejuta, bisa lebih dari itu. 

Jika kita mau merenungkannya dan menyadarinya, maka hasil perenungan itu akan berakhir dengan sebuah ucapan: alhamdulillah.

Dan karena pemberian Allah itu tak terhitung, rasanya tidak cukup jika kita mengucapkan alhamdulilah hanya sekali. 

Insyaallah bersambung.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 3. Ali ‘Imran / 10. ‘Ali ‘Imran – Ayah 26-27 Ramadan 2018 (47:17 – 49:27)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] Malam pun Berganti Pagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s