[VoB2021] Masalah yang Paling Dikhawatirkan


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-515

Topik: Divine Speech

Kamis, 18 November 2021

Materi VoB Hari ke-515 Pagi | Masalah yang Paling Dikhawatirkan

Oleh: Heru Wibowo

#ThursdayDivineSpeechWeek74Part1

Part 1 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Salah satu hal yang paling dikhawatirkan Ustaz terhadap generasi muda muslim adalah materialisme. Di mana-mana. Tidak hanya di Amerika Serikat. Tapi di seluruh dunia.

Ustaz Nouman tidak terlalu khawatir jika generasi muda muslim itu tidak tahu banyak tentang Islam.

Atau, masjid-masjid tidak dipenuhi oleh anak-anak muda. Dengan kata lain, yang salat jama’ah di masjid bukan generasi milenial tapi generasi kolonial. Ustaz tidak terlalu khawatir soal itu. Soal minimnya anak-anak muda yang mengisi shaf-shaf di masjid.

Yang Ustaz lihat sebagai masalah yang paling berat adalah kecintaan anak-anak muda itu terhadap hal-hal duniawi. Terhadap hal-hal yang bersifat material.

Terhadap kecintaan mereka akan smartphone keluaran berikutnya. 

Terhadap kecintaan mereka akan film yang akan tayang edisi berikutnya.

Terhadap kecintaan mereka akan mobil generasi terbaru.

Terhadap kecintaan mereka akan games terbaru.

Dan hal-hal superfisial yang lain.

Hal-hal superfisial yang dikejar anak-anak muda itu, lemah. Dan makin anak-anak muda mengejarnya, mereka menjadi semakin lemah.

Makin banyak anak muda di sebuah negeri yang mengejar hal-hal seperti itu, maka makin lemah negeri itu.

Dha’ufa aththalibu walmathlub (QS Al-Hajj, 22:73). Sama lemahnya yang mengejar dengan yang dikejar.

Ini penting untuk kita sadari bersama. Supaya kita punya generasi muda yang kuat. Supaya kita menjadi bangsa yang kuat. Sehingga cukup kuat untuk menghadapi sifat kehidupan dunia.

اِعْلَمُوْٓا أَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِۗ 

Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan (perbuatan iseng), perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. 

(QS Al-Hadid, 57:20)

Insyaa Allaah kita lanjutkan di part berikutnya.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Courses / Divine Speech / 11. We in Quran (34:57 – 36:57)


Materi VoB Hari ke-515 Siang | La’ibun

Oleh: Heru Wibowo

#ThursdayDivineSpeechWeek74Part2

Part 2 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Setelah bayi dilahirkan, apa yang pertama menarik buat dia? Setelah dia sedikit lebih besar?

Bermain.

Dia sengaja menjatuhkan benda-benda dari meja kecil. Lalu mengambilnya kembali. Meletakkannya kembali ke atas meja.

Atau, dia tidak peduli dengan yang jatuh dari meja. Dia menuju meja kecil lainnya. Menjatuhkan sesuatu lagi dari sana. 

Atau, bermain dengan bola dari kain. Atau, bermain bersama kucing. Atau, bermain bola bersama kucing.

Atau, bermain bersama ayah atau ibundanya. Yang, kadang tidak jelas, siapa yang mempermainkan siapa … 😊 …

Mereka suka sekali bermain.

Anak laki-laki Ustaz pernah bermain di suatu tempat atau toko yang dikenal dengan nama Target. Ada ribuan Target di Amerika Serikat.

Ustaz bercanda bahwa ada semacam “kewajiban religius” bagi setiap wanita muslim untuk pergi ke Target dan berbelanja di sana.

Saat itu Ustaz baru punya dua anak. Atau, dua anak yang belum bersekolah … Atau …

Sebenarnya … Ustaz lupa tepatnya … 😊 …

Yang pasti, baru ada satu anak laki-laki yang kecil saat itu. Istri Ustaz berbelanja, dan Ustaz menjaga si kecil.

Di Target, ada sebuah bola yang ringan tapi berukuran raksasa. Maksudnya, ukuran bola itu lebih besar dari ukuran tubuh putra Ustaz.

Si kecil sangat senang dan menendang-nendang bola itu. Saking senangnya, dia menendang terus bolanya sampai jauh. Sampai dia penuh keringat dan kelelahan.

Dia pun terduduk. Segalanya basah. Pakaiannya basah oleh keringat. Popoknya juga basah … sepertinya bukan saja basah oleh keringat … 🙂 …

Ustaz membiarkannya bermain. Tentu saja sambil mengawasinya. Karena anak-anak memang begitu. Mereka suka sekali la’ibun. Mereka suka sekali bermain.

Insyaa Allaah kita lanjutkan di part berikutnya.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Courses / Divine Speech / 11. We in Quran (36:57 – 40:04)


Materi VoB Hari ke-515 Sore | Ziinah

Oleh: Heru Wibowo

#ThursdayDivineSpeechWeek74Part3

Part 3 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Lalu anak-anak makin bertumbuh. Mereka menginjak usia remaja. Sekitar 13 atau 14 tahun.

Mereka bukan lagi anak-anak, tapi mereka juga belum dewasa. Sangat belum dewasa. 

Ustaz bercanda dengan menyebutkan bahwa anak usia remaja adalah makhluk paling berbahaya di bumi (the most dangerous creature in this planet) … 😊 …

Kadang mereka pakai kumis palsu. Kadang mereka berpura-pura menangis, seakan-akan keracunan karena habis meminum susu yang kedaluwarsa … 😊 …

Di usia-usia itu sebenarnya mereka ingin terlihat baik. Ingin terlihat keren. Bahkan kadang ingin terlihat sempurna.

Di usia 5 atau 7 tahun, anak-anak tidak peduli jika kedua kaus kakinya tidak serasi. Beda warna. Atau, beda panjang. Mereka tidak peduli.

Tapi di usia remaja, mereka tidak lagi seperti itu. Mereka sangat peduli dengan apa saja yang melekat di badan mereka.

Ustaz pernah menolak putrinya memakai anting. Istri Ustaz pun sampai berjuang … memohon …. mengemis … mencoba membujuk Ustaz karena anak-anak perempuan yang lain memakai anting.

Tapi Ustaz tetap kekeh. Anak-anak perempuan lain silakan pakai anting, tapi tidak untuk putri Ustaz.

Maka putri Ustaz tidak pakai anting. Setidaknya saat Ustaz ada di rumah. Saat Ustaz ke London, akhirnya putri Ustaz bisa pakai anting … 😊 …

Salah satu yang Ustaz amati adalah perilaku anak-anak remaja saat mereka pergi ke masjid dan melewati mobil-mobil yang sedang diparkir.

Biasanya, mereka memperlakukan kaca-kaca mobil seperti kaca-kaca di meja rias. Tidak jarang mereka menyisir rambut atau merapikan jilbab di depan kaca mobil. Tidak peduli apakah ada orang atau tidak di dalam mobilnya … 😊 …

Itulah ziinah. Itulah “perhiasan” (beautification, adornment).

Insyaallah bersambung.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Courses / Divine Speech / 11. We in Quran (40:04 – 42:51)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s