[VoB2021] Tegak tak Miring


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-509

Topik: Pearls from Al-Kahfi

Jum’at, 12 November 2021

Materi VoB Hari ke-509 | Tegak tak Miring

Oleh: Rendy Noor Chandra

#FridayAlKahfiWeek73Part1

Kita akan melanjutkan pembahasan tentang ayat kedua dari surah Al-Kahfi.

Imam An-Nabulsi rahimahullah dari Suriah adalah seorang ulama ibarat sebuah perpustakaan. Ia menguasai berbagai hadits mulai dari Bukhari, Muslim serta sejarah Islam dan tafsir Al-Qur’an. Ceramah beliau dapat didengar lewat file audio dan PDF yang dibagikan. Gaya penyampaian beliau menurut Ustaz Nouman seperti seorang paman yang ngobrol di samping kita. Sangat bersahabat dan mengena di hati.

Syekh Nabulsi memberikan komentar tentang ayat kedua Al-Kahfi ini. Menurut beliau, Al-Qur’an hadir untuk memperbaiki manusia. Berbeda dengan Syaukani yang berpendapat Al-Qur’an diturunkan kepada hamba, yang mana tidak spesifik hanya manusia.

Beliau mengutip dari surah Al-An’am yang mengatakan kita tidak meninggalkan hal yang kecil dari Al-Qur’an. Kita mengambil hikmah apapun yang bisa diambil pelajaran bagi manusia. 

Imam Alusi berkomentar Al-Qur’an berdiri tegak tidak miring dari arah yang benar atau condong ke arah yang salah. Ada dua macam pelanggaran. 

Kita bisa membayangkan sebuah jalan tol. Biasanya kalau di jalan tol ada kecepatan minimum dan maksimum. Kalau kita berkendara dengan kecepatan minimum 5 km/jam, kita tetap akan sampai di tujuan, tapi kita membahayakan orang lain karena berjalan terlalu pelan. Kalau kita berkendara dengan kecepatan 100 km/jam, kita juga tetap akan sampai tapi juga membahayakan orang lain. Kecepatan kita harus ada dalam batas.

Al-Qur’an pun begitu. Ia mengajarkan kita untuk tetap dalam batas. Kita tidak berlebihan melewati batas maksimum, tapi juga tidak terlalu kurang dari batas minimum. Di Al-Qur’an konsep ini disebutkan di ayat selanjutnya dalam bentuk furutha.

Ia tidak membebani hamba Allah yang tidak mampu mereka angkat. Beban tersebut tidak sampai membuatnya berdiri terbungkuk atau terjungkal. Allah memberikan tanggung jawab yang manusia mampu melakukannya. Manusia tetap bisa tegak dengan tanggung jawab ini. 

Bayangkan kita diberi sesuatu yang tidak ada beratnya alias ringan banget. Kita tidak terganggu karena tidak terasa berat dan kita bisa bebas bergerak. Kita tidak mengeluh atau terbebani. Tapi juga tidak diberikan sesuatu yang kita tidak kuat untuk mengangkatnya. Atau benda yang kalau mengangkatnya harus dengan susah payah. 

Umat Islam sayangnya sering menggambarkan Islam sendiri sebagai sesuatu yang berat, dan 99,9% orang akan masuk neraka. Manusia seakan-akan tidak punya harapan mendapat ampunan Allah. 

Padahal tidak seperti itu.

Insya Allah bersambung. 

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Surahs/ Al-Kahfi/2a. Deeper Look. (27.10 – 31.34)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.

Jazakumullahu khairan

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s