[VoB2021] Pengalaman Merasakan Al-Qur’an


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-503

Topik: Historical Order

Sabtu, 6 November 2021

Materi VoB Hari ke-503 Pagi | Pengalaman Merasakan Al-Qur’an

Oleh: Heru Wibowo

#SaturdayHistoricalOrderWeek71Part1

Part 1 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Khususnya surah-surah makkiyyah, setelah kita mempelajari maknanya, kita akan menikmati cita rasa yang berbeda saat mendengarkan ayat-ayatnya dibacakan.

Ayat-ayat tadi punya kekuatan ritmis yang indah dan tak terlukiskan (indescribable).

Tentunya kekuatan itu muncul ketika kita mendengarkan lantunan ayat-ayatnya dari pembaca yang “tepat”.

Yang sedang kita bicarakan ini bukanlah pembacaan ayat suci Al-Qur’an di studio rekaman. Tapi pembacaan ayat suci Al-Qur’an dari seorang imam yang sedang memimpin salat yang bacaannya penuh penjiwaan.

Ada sesuatu yang lain yang bisa kita rasakan. Sesuatu yang dahsyat. Ayat-ayat itu menyembunyikan kekuatan yang sangat dahsyat.

Dan dengan cara seperti itulah kita seharusnya merasakan “pengalaman Al-Qur’an”. 

Kita bisa “mempelajari” Al-Qur’an dalam sebuah kajian. Tapi kita tidak “merasakan pengalaman” Al-Qur’an saat menyimak sebuah kajian. 

Di mana kita bisa “merasakan” Al-Qur’an? Dalam salat kita. Di situlah pengalaman “merasakan” Al-Qur’an itu terjadi.

Apa yang memotivasi Ustaz Nouman untuk mengerjakan serial Concise Commentary dari Al-Qur’an dan merekamnya?

Salah satunya adalah karena Ustaz membayangkan sebuah suasana yang sangat mungkin terjadi.

Yakni suasana ketika banyak orang yang “tergila-gila” dengan Al-Qur’an suatu saat nanti, di bulan Ramadan atau menjelang Ramadan.

Mereka akan mempelajari Al-Qur’an dan terus mempelajarinya. Dan setelah mempelajarinya, ketika mereka berdiri di belakang imam yang membaca ayat-ayat itu, dada mereka bergetar merasakannya.

Mereka benar-benar merasakan sebuah pengalaman yang luar biasa. Kagum. Terpana. Terkesima. Oleh dahsyatnya dan indahnya Al-Qur’an. Yakni Al-Qur’an yang mereka “rasakan” di dalam salat.

Insyaallah kita lanjutkan di part berikutnya.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Concise Commentary / 68. Al-Qalam/ 01. Al-Qalam (Ayah 1-2) – A Concise Commentary (00:00 – 02:01)


Materi VoB Hari ke-503 Siang | Makan Malam Bersama Seorang Rabi

Oleh: Heru Wibowo

#SaturdayHistoricalOrderWeek71Part2

Part 2 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Memahami adalah satu hal. Tapi saat Anda mendengarkan Al-Qur’an dibaca di dalam salat, tidak ada penghalang antara Anda dan Allah.

Hanya Anda dan Allah.

Itulah nikmatnya belajar Al-Qur’an. Karena hasil belajar Al-Qur’an itu kita rasakan dalam ibadah salat kita.

Kita di sini bukan sekadar belajar, memahami, tahu sejarah, dan sebangsanya. Memang itu semua penting, tapi pada akhirnya pertanyaannya adalah: mengapa kita dikirim di muka bumi ini?

Jawabannya sudah jelas: untuk berdiri di hadapan Allah, beribadah kepada-Nya. Itu sebenarnya intinya.

Itulah inti dari apa yang seharusnya kita lakukan sebagai seseorang yang beriman.

Kadang ada hal yang tragis ketika kita melangkah menapaki jalan intelektual (intellectual road).

Setelah kurun waktu yang cukup lama, jalan itu tadi mulai mengambil alih jiwa kita.

Maksudnya, kita belajar terlalu banyak tapi hati kita tidak lagi “bergerak”. Ilmu bertambah, tapi tidak ada sesuatu yang terjadi dengan hati kita.

⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️

Ustaz Nouman pernah makan malam bersama seorang rabi. Sebuah pengalaman yang menarik, bahkan memukau.

Satu setengah jam berlalu. Tentu saja bukan cuma duduk dan makan. Ada diskusi dan percakapan yang terjadi.

Salah satu hal yang menarik adalah bahwa rabi itu mempelajari hukum, yakni hukum Yahudi selama 8 tahun di sebuah seminari. Di Brooklyn dan di Israel.

Lalu setelah belajar 8 tahun itu, rabi tadi memutuskan untuk mengambil PhD tentang filsafat Yahudi (Jewish philosophy).

Apa yang terjadi di universitas itu? Para pengajarnya skeptis dan membuat rabi tadi sebagai mahasiswa berpotensi kehilangan iman.

Sungguh tragis. Setelah belajar secara tradisional selama 8 tahun, lalu berniat belajar lebih lanjut untuk menemukan tuhan, yang terjadi justru gempuran sikap skeptis yang malah membuat jauh dari tuhan.

Insyaallah kita lanjutkan di part berikutnya.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Concise Commentary / 68. Al-Qalam/ 01. Al-Qalam (Ayah 1-2) – A Concise Commentary (02:01 – 05:00)


Materi VoB Hari ke-503 Sore | Pelaksanaan Salat di Sinagoge

Oleh: Heru Wibowo

#SaturdayHistoricalOrderWeek71Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Rabi itu bercerita bahwa kaum Yahudi salat 3 kali sehari. Ada slot dari fajar ke zuhur. Artinya mereka bisa salat kapan saja antara fajar dan zuhur.

Lalu ada slot dari zuhur ke magrib. Dan sekali lagi, mereka bisa salat kapan saja antara zuhur dan magrib.

Lalu ada lagi slot dari magrib ke tengah malam. Dan mereka bisa salat kapan saja antara magrib dan tengah malam.

Yang menarik adalah apa yang mereka lakukan di sinagoge atau tempat ibadat mereka, orang Yahudi.

Untuk jadwal salat yang slot dari zuhur ke magrib, mereka mengerjakannya menunggu sampai akhir asar. 

Begitu mereka selesai salat, tidak lama kemudian masuk waktu magrib atau slot berikutnya, dan mereka langsung melanjutkan dengan salat di slot yang dari magrib ke tengah malam.

Jadi seolah-olah digabung antara slot yang sebelumnya dan slot yang setelahnya. 

Salatnya dilakukan di akhir slot sebelumnya, lalu dilanjutkan dengan salat di awal slot setelahnya.

Ustaz Nouman secara halus bertanya kepada rabi tadi, “Bukankah praktik yang seperti itu kurang sesuai dengan tujuan atau spirit dari salat itu sendiri?”

Yang ditanya tersenyum. Setelah beberapa menit, rabi tadi menyetujui maksud pertanyaan Ustaz. 

Insyaallah bersambung.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Concise Commentary / 68. Al-Qalam/ 01. Al-Qalam (Ayah 1-2) – A Concise Commentary (05:00 – 06:00)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] Pengalaman Merasakan Al-Qur’an

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s