[VoB2021] Cara Allah Memahamkan Audiens


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-499

Topik: Pearls from Al Baqarah

Selasa, 2 November 2021

Materi VoB Hari ke-499 | Cara Allah Memahamkan Audiens

Oleh: Vivin Ardiani

#TuesdayAlBaqarahWeek71Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Pembahasan Ustaz masuk pada ayat ke-26,

Innallaha la yastahyi – Allah tidak malu

An yadhriba matsalan maa –  memberi perumpamaan, apa pun perumpamaan itu

Matsal termasuk nakirah, ism yang maknanya masih umum. Penambahan kata -maa (matsalan maa) membuat makna kata matsal semakin ambigu, maknanya semakin meluas dan tidak spesifik.

Ustaz memberikan contoh penggunaan kata -maa:

“Duhh aku lapar bangett, minta makanan dongg!”

“Mau makan apa?” 

“Syaian maa/ Apa pun itu, aku ga peduli. Yang penting bisa dimakan.”

📝Allah tidak malu memberikan perumpamaan apa pun itu.📝 Sebuah contoh educational principle dari Allah.

Untuk mencapai maksud dan tujuan pembelajaran, guru harus menyesuaikan level bahasa yang dapat dipahami murid. Untuk itu kita bisa keluar dari zona nyaman, bahkan menggunakan bahasa informal dalam mengajar.

Jangan sampai kita menggunakan bahasa yang terlalu tinggi dan terlalu akademis.

Tujuan mengajar bukan untuk menunjukkan kelihaian berbahasa. Bukan pula membuat orang terkesan atas pengetahuan yang kita punya. Dan bukan untuk membuat mereka terkesima dengan kutipan puluhan buku yang berhasil kita rujuk. Tujuan mengajar adalah agar seseorang bisa mengerti maksud pembelajaran.

Allah pemilik seluruh ilmu pengetahuan. Apa yang Allah ketahui tentunya melampaui kapasitas pengetahuan manusia. Tapi untuk menjelaskan Al-Qur’an, Allah berkata:

wa laqad yassarnal qur’aana lidzdzikri. Allah membuat Al-Qur’an mudah.

Ketika kita membaca tafsir misalnya. Mulai dari yang ditulis Maturidi, Imam Razi, Al-Alusi. Membaca lembar demi lembar belum juga membuat kita paham. Terlalu abstrak bagi kita. Hingga membuat Anda ingin mencabut rambut saja saking cenat-cenut-nya kepala nggak paham. 🤪 

Tapi ketika Allah berfirman, bahasanya lugas. Perumpamaan yang digunakan konkret. Straightforward. Simple. Agar kita, students of Qur’an, paham.

Ustaz teringat salah satu mentor favorit yang berperan dalam karir Ustaz. Seorang PhD yang mengajar program master pendidikan prasekolah. Sang dosen berjalan di kelas membaca buku tentang singa.

“Once upon a time.. there was A LION”

Intonasi dan mimik beliau seketika berubah garang memperagakan seekor singa. Murid yang mendengarnya otomatis terkejut. “Hah 😱 mana singanya😱?” Padahal sang dosen hanya hendak memberi contoh. 

Untuk mengajar, kita harus menjiwai. Ekspresif. Agar murid bisa mengerti. Seperti yang diajarkan Allah. Innallaha laa yastahyi an yadhriba matsalan maa –  Allah tidak malu memberi perumpamaan, apa pun perumpamaan itu. 

🦟🦟🦟

Ba’udhatan. Kesalahan umum sering menyebutnya nyamuk. Ba’dh lebih merujuk pada sebagian kecil dari nyamuk. Seperti bayi nyamuk, agas. Bagi orang Arab, ba’udhatan semacam serangga terkecil yang masih bisa dilihat.

Kalau Allah berkehendak, Allah bisa memberikan perumpamaan dengan hewan terkecil seperti ba’udhah agar maksud-Nya tersampaikan. 

Famaa fauqaha. Makna harfiahnya “apa pun di atasnya”. Hal ini bisa bermakna dua hal. 1️⃣ Perumpamaan apa pun yang lebih besar dari nyamuk. Dalam ayat lain Allah menggunakan perumpamaan lalat, laba-laba, burung. 2️⃣ Makna kualitatifnya, fauqaha yaitu sesuatu yang tidak masuk akal sekali pun jika digunakan sebagai perumpamaan. 

Allah tidak malu memberikan perumpamaan dengan apa pun entah itu secara fisik lebih besar dari nyamuk, atau dengan sesuatu yang paling remeh sekali pun. 

Allah kembali mengajar kita. Kalau pun memberi perumpamaan dalam penyampaian, berikan perumpamaan yang mudah divisualisasikan.

Dengan melibatkan imajinasi audiens dan penggunaan perumpamaan yang lebih visual, kita akan semakin mendekati sunah Allah dalam mengajar.

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 2. Al-Baqarah / 10. Al-Baqarah (Ayah 26-28) – A Deeper Look (20:16 – 27:40)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s