[VoB2021] Read and Learn


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-489

Topik: Historical Order

Sabtu, 23 Oktober 2021

Materi VoB Hari ke-489 Pagi | Read and Learn

Oleh: Nita Fridayani

#SaturdayHistoricalOrderWeek70Part1

Part 1

📚📚📚

Pada surat ini Allah menjelaskan suatu sifat yang berkebalikan, yaitu antara takwa dan mustaghnaa.

Mustghnaa adalah orang-orang yang merasa dirinya serba cukup, sehingga mereka merasa tidak perlu beriman dan bisa bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain.

اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ

Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?

اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ

Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?

Allah menjadikan Abu Jahal sebagai contoh atas orang-orang yang memandang ajaran-ajaran Allah dusta, sehingga dia berpaling dan tidak mau menggubrisnya.

Dan sungguh, Allah melihat dan mengetahui segala perbuatannya. Allah juga akan memberikan balasannya.

كَلَّا لَىِٕنْ لَّمْ يَنْتَهِ ەۙ لَنَسْفَعًاۢ بِالنَّاصِيَةِۙ

Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka),

نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍۚ

(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.

Allah mengancam Abu Jahal dan orang-orang sepertinya.

Bila mereka tidak menghentikan perbuatannya, Allah akan menarik ubun-ubunnya pada hari pembalasan. Hal ini sama dengan menarik nyawa mereka sehingga mereka mati seketika.

Ubun-ubun merupakan akal, sebagai denyut kehidupan. Dan akal inilah yang mengantarkan mereka pada perbuatan dusta. 

Padahal di awal Allah telah memerintahkannya untuk membaca dan belajar. Seharusnya belajar akan mengantarkan seseorang pada kebenaran, tapi mereka justru menolaknya.

📚📚📚

Sumber: Bayyinah TV / Home / Quran / Concise Commentary / 96. Al-‘Alaq / 02. Al-‘Alaq (Ayah 1-19) – A Concise Commentary (50.00-53.20)


Materi VoB Hari ke-489 Siang | Make Sajda and Get Close

Oleh: Nita Fridayani

#SaturdayHistoricalOrderWeek70Part2

Part 2

📚📚📚

فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗۙ

Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَۙ

Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa),

Saat itu Abu Jahal mengancam Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam yang akan beribadah di Masjidil Haram. Namun, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam tetap berpegang teguh pada perintah Allah.

Abu Jahal menantang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam, “Apa yang kamu miliki sampai kamu berani mengancamku?”

“Aku bersumpah, Demi Allah, aku memiliki sesuatu yang berharga untuk datang kepadaku dan menyerangmu sampai mati.”

Abu Jahal dikenal sebagai pemimpin terbesar orang-orang yang menentang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam.

Pada ayat ini, Allah mengancam jika Abu Jahal memanggil teman-teman/komplotannya untuk meminta pertolongan (menghajar bahkan membunuh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam), maka Allah akan mengirimkan Malaikat Zabaniyah.

Zabaniyah adalah para penjaga neraka yang sangat bengis. Mereka diibaratkan seperti polisi yang memegang perisai. Polisi tersebut tidak hanya berjaga di garis pertahanan, tapi juga membunuh musuhnya sebagai bentuk pertahanan dan berjalan dengan agresif. 

كَلَّاۗ  لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْࣖ

sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).

Allah meminta Rasul shalallahu ‘alaihi wasalam agar tidak takut dan tidak mematuhi ancaman orang yang melarangnya untuk beribadah.

Allah juga memerintahkan Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam untuk bersujud dan mendekatkan diri kepada Allah.

Ustadz menjelaskan, sujud dan mendekatkan diri kepada Allah memiliki hubungan yang istimewa di mana sujud merupakan posisi paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya. Dan pada posisi ini, seseorang dapat mencapai tempat tertinggi secara spiritual.

Terdapat 2 subjek dalam surat ini, di antaranya:

1️⃣ Tentang wahyu berupa perintah untuk membaca firman Allah dan mempelajari apa yang tidak kita ketahui.

Poin utama surat ini berada pada akhir ayat di mana kita diminta untuk bersujud dan mendekatkan diri kepada Allah.

2️⃣    Tentang bagaimana kita menghadapi seorang kriminal dan perilaku buruknya, yaitu dengan tidak menghiraukannya dan Allah yang akan membalasnya.

📚📚📚

Sumber: Bayyinah TV / Home / Quran / Concise Commentary / 96. Al-‘Alaq / 02. Al-‘Alaq (Ayah 1-19) – A Concise Commentary (53.21-end)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s