[VoB2021] An Awe Inspiring Encounter


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-477

Topik: Pearls from Juz ‘Amma

Senin, 11 Oktober 2021

Materi VoB Hari ke-477 Pagi | An Awe Inspiring Encounter

Oleh: Vivin Ardiani

#MondayJuzAmmaWeek69Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Ustaz melanjutkan pembahasan ayat

فَقُلْ هَل لَّكَ إِلَىٰٓ أَن تَزَكَّىٰ 

Maka katakanlah (kepada Fir’aun), “Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan) (QS An-Nazi’at, 79:18)

At-tazakki berarti kebaikan yang bertumbuh dalam keberkahan. Zakat juga berasal dari kata yang sama, tidak hanya berarti menyucikan. 

Nabi Musa berbicara kepada Fir’aun, “Apakah Anda bersedia mempertimbangkan kemungkinan menuju arah yang akan membawa Anda menjadi seseorang yang senantiasa diliputi kebaikan dan keberkahan?”

Seperti itulah yang harus dikatakan Nabi Musa kepada Fir’aun, seorang pembunuh bayi laki-laki. Tak ada yang paling tahu kebengisan Fir’aun selain Nabi Musa. Nabi Musa tinggal di istana Fir’aun. Ia termasuk bayi yang nyaris dibunuh hanya dengan perintah Fir’aun. Ia melihat bagaimana kaumnya diperlakukan sebagai budak. Bahkan Nabi Musa melarikan diri ke Madyan dari kezaliman Fir’aun.

Meskipun Nabi Musa tahu betul bagaimana kezaliman Fir’aun, Allah masih menyuruh Nabi Musa untuk berbicara dengan santun.

Sungguh bertolak belakang dengan bagaimana Allah menggambarkan hari penghakiman. Tak ada lagi belas kasihan. Azab dilukiskan dengan bumi yang berguncang, dengan berbagai deskripsi yang sangat mengerikan tentang hari kiamat. 

Maka selama masih di dunia, dakwah itu masih diupayakan dengan santun.

Mendengar akhir kisah Fir’aun mungkin seseorang menjadi takut. Mereka berkata, “Saya sudah terlambat.” Ah, yang benar aja. Anda membandingkan diri dengan Fir’aun? Tidak ada yang bisa mengalahkan kebengisan Fir’aun. Tapi dengan diutusnya Nabi Musa, berarti masih ada jalan baginya untuk kembali.

وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخْشَىٰ 

Dan engkau akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya? (QS An-Nazi’at, 79:19)

Meskipun Allah tahu, kembalinya Fir’aun ke jalan yang lurus tidak mungkin akan terjadi. Lantas apakah itu menjadikan alasan untuk berhenti berdakwah? Tidak.

Tugas kita bukan memutuskan apa yang akan terjadi dengan mereka. Tugas kita patuh untuk memenuhi perintah Allah. Untuk menyampaikan dakwah dengan cinta dan keikhlasan.

Fir’aun masih punya pilihan. Allah tidak memaksanya untuk selalu berada dalam kegelapan. Allah pun menginginkan kebaikan untuknya dengan mengirimkan Nabi Musa. 

Nabi Musa kepada Fir’aun. Rasulullah kepada kaum Quraisy. Seperti itu pula kaum Quraisy diperingatkan. Yang mereka hadapi adalah utusan Allah. Rasulullah adalah keberkahan bagi mereka. Dan ketika mereka tidak mengindahkan Rasulullah, hanya tinggal menunggu waktu, mereka pasti akan tenggelam.

Insyaa Allaah kita lanjutkan part berikutnya.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 79. An-Nazi’at / 02. An-Nazi’at (Ayah 10-20) – A Concise Commentary (42:04 – 45:10)


Materi VoB Hari ke-477 Siang | Because You Were Chosen

Oleh: Vivin Ardiani

#MondayJuzAmmaWeek69Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

فَأَرَىٰهُ ٱلْءَايَةَ ٱلْكُبْرَىٰ 

Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. (QS An-Nazi’at, 79:20)

Allah tidak hanya memerintah Nabi Musa untuk menyeru dengan perintah yang santun, tetapi juga melalui mukjizat yang menakjubkan. Jadi untuk menyeru Islam kepada seseorang, yang kita lakukan adalah:

Pertama, seruan untuk menuju jalan hidup yang lebih baik untuk dirinya sendiri. Ampunan, rahmat, keadilan, kepedulian. Setelah menerima hal ini, seseorang bisa berpikir, “Ok, saya melihat kebaikan pada Islam. Berikutnya apa? Saya melihat kebaikan itu pula pada agama lain, bagaimana saya bisa tahu Islam adalah agama paling benar?”

Langkah kedua, kita bisa menunjukkan bukti, seperti Musa yang menunjukkan mukjizat kepada Fir’aun.

Tapi apa yang terjadi sekarang? Kita tidak menyeru kepada kebaikan Islam. Kita hanya ingin mendebat orang lain. Kita ingin menunjukkan keajaiban Al-Qur’an dari sisi bahasa, sains. Kita cas-cis-cus menguraikan mukjizat Al-Qur’an dalam tabel 19 x 19.

Padahal peringatan Nabi ﷺ bermula dari ayat:

إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, (QS Asy-Syu’ara, 26:107)

“Saya ingin memberikan pesan untuk Anda, demi kebaikan Anda.” Itulah pesan Islam sesungguhnya.

Percakapan Nabi Musa dan Fir’aun juga memberikan hikmah yang serupa. Nabi Musa menyeru Fir’aun kepada kebaikan. Ketika Fir’aun akan menjebloskannya ke penjara, Nabi Musa baru menunjukkan mukjizat. 

Kita harus menginternalisasikan bahwa Islam bukan debat. Dakwah bukanlah perdebatan.

💎

Nabi Musa mendatangi Fir’aun. Artinya, kita yang harus mendatangi objek dakwah.

Mungkin kita ditempatkan di lingkungan kerja yang buruk, atau kuliah di lingkungan yang tidak mendukung nilai-nilai keislaman. 

“CONGRATULATIONS! Sudah seharusnya Anda di sana. Allah membuat umat Islam sebagai pembawa cahaya. Cahaya yang tidak berarti tanpa kegelapan,” kata Ustaz.

“Tapi saya maunya tinggal di lingkungan Islami, aman, damai, tidak ada fitnah …”

“Well, what’s the point of you being in this ummah? If you don’t want to be around fitnah? You were chosen to be in the ummah because you are the only hope humanity has against fitnah.”

Kita bisa belajar dari kisah Nabi  ﷺ.

Nabi ﷺ dan pengikutnya adalah kaum minoritas. Ketika Nabi ﷺ berdakwah, mereka sangat berpengaruh, tapi minoritas. Madinah adalah tempat yang cukup bermasalah. Madinah memiliki bar, pub, khamr merajalela, prostitusi. Madinah memiliki hal-hal ini bahkan ketika Nabi ﷺ ada di sana. Ada hal-hal yang dibersihkan, tetapi perlahan.

Itulah lingkungan tempat Allah mengutus utusan-Nya, tempat Allah mengirimkan kitab-Nya. Pesan yang sama pula bagi umat Rasulullah ﷺ untuk menjadi cahaya ketika kita berada pada lingkungan yang tidak kondusif. 

Insyaa Allaah kita lanjutkan pekan berikutnya.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 79. An-Nazi’at / 02. An-Nazi’at (Ayah 10-20) – A Concise Commentary (45:11 – 50:34 End)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] An Awe Inspiring Encounter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s