[VoB2021] Perintah yang Mirip dengan Kitab Sebelumnya


[VoB2021] Perintah yang Mirip dengan Kitab Sebelumnya

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-472

Topik: Pearls from Ali Imran

Rabu, 6 Oktober 2021

Materi VoB Hari ke-472 Pagi | Perintah yang Mirip dengan Kitab Sebelumnya

Oleh: Icha Farihah

#WednesdayAliImranWeek68Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Surat Ali ‘Imran ayat 26 menunjukkan kedekatan kepada Allah, terutama bagi para pendengar yang beragama Nasrani. 

Uutuu nashiibam minal kitaab. Orang-orang yang diberi bagian kitab (QS Ali ‘Imran, 3: 23).

Yang Allah ingin sampaikan di ayat ini kepada para pendengar Nasrani adalah beberapa ayat yang ada di Al-Qur’an sebenarnya sudah pernah disebutkan di kitab mereka. 

Beberapa yang disampaikan di dalam Al-Qur’an adalah penyampaian kembali dari apa yang sudah mereka dengar sebelumnya sehingga ketika ayat ini memerintahkan Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa salam untuk berbicara kepada Allah sebenarnya itu adalah perintah yang sama ketika mereka juga berbicara kepada Allah di dalam kitab mereka.

***

Terjemah dari ayat ke-26 ini bukan terjemah yang sulit. Bahasa Arab yang ada di ayat ini sangat mudah dipahami.

Ustaz memberikan terjemah dari ayat ini sebagai berikut.

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلۡمُلۡكِ

Katakanlah. Wahai Allah. Yang Memiliki Kerajaan (kekuasaan).

 تُؤۡتِي ٱلۡمُلۡكَ مَن تَشَآءُ 

Engkau berikan kerajaan (kekuasaan) kepada siapa pun yang Engkau kehendaki.

وَتَنزِعُ ٱلۡمُلۡكَ مِمَّن تَشَآءُ 

Dan Engkau cabut kerajaan (kekuasaan) dari siapa pun yang Engkau kehendaki. 

وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ 

Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki.

وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُۖ

Dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Bisa juga berarti menjadikan siapa pun lemah atau tidak berdaya.

 بِيَدِكَ ٱلۡخَيۡرُۖ 

Di tangan Engkaulah segala kebajikan.

إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ

Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

Ustaz melanjutkan terjemahan ayat selanjutnya, yaitu ayat ke-27.

تُولِجُ ٱلَّيۡلَ فِي ٱلنَّهَارِ وَتُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِي ٱلَّيۡلِۖ 

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam.

وَتُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ وَتُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَيِّۖ 

Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. 

وَتَرۡزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٖ

Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.

Terjemahan ini begitu sederhana, tidak sulit untuk dipahami, tetapi makna realitasnya sangat mendalam.

InsyaAllaah bersambung.

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 3. Ali ‘Imran / 10. ‘Ali ‘Imran – Ayah 26-27 Ramadan 2018 (05:27 – 07:12)


Materi VoB Hari ke-472 Siang | Pembenaran Al-Qur’an Melalui Alkitab

Oleh: Icha Farihah

#WednesdayAliImranWeek68Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Pembahasan selanjutnya adalah tentang temuan yang serupa antara ayat ke-26 surat Ali ‘Imran dengan kitab suci Nasrani.

Para pendengar yang beragama Nasrani, seperti yang dijelaskan sebelumnya, telah memiliki latar belakang dari kitab mereka tentang bunyi ayat tersebut, kemudian untuk pertama kalinya mereka mendengar hal yang sama dari Al-Qur’an.

Terkadang saat sedang membaca Al-Qur’an kita menemukan ayat-ayat yang mirip di tempat yang berbeda, seperti ayat yang diulang di satu surat kemudian ada lagi di surat lainnya. Kasus seperti ini yang sebenarnya dirasakan orang-orang Nasrani pada saat mendengar ayat ke-26 surat Ali ‘Imran.

Hal ini penting untuk dipahami karena kita bisa tahu bahwa sebenarnya orang-orang Nasrani dan bahkan Yahudi sebenarnya sangat familiar dengan apa yang didengar dari sang Rasul shalallaahu ‘alayhi wasalam.

Beberapa contoh kutipan yang sama dari Alkitab adalah Daniel 4:17, Chronicles 21:12-13, dan doa dari Maria di Luke:50-53.

Daniel 4:17 berbunyi:

“The decision is announced by messengers, the holy ones declare the verdict, so that the living may know that the Most High is sovereign over all kingdoms on earth and gives them to anyone he wishes and sets over them the lowliest of people.’

“Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu.”

Kalimat awal the Most High sovereign over all kingdoms on earth menggambarkan malikil mulk. 

Kalimat and gives them to anyone he wishes menggambarkan tu’til mulka man tasya.

Kalimat and sets over them the lowlies of people menggambarkan bahwa orang paling rendah pun bisa menjadi raja. 

Chronicles 21:12-13 berbunyi:

“Wealth and honor come from you; you are the ruler of all things. In your hands are strength and power to exalt and give strength to all.”

“Semua kekayaan dan kemakmuran berasal daripada-Mu; segala sesuatu Engkau kuasai dengan kekuatan dan kedaulatan-Mu; Engkau berkuasa membuat siapa saja menjadi orang besar dan kuat.”

Kata honor di dalam bahasa Arab berarti izza.

Kalimat in your hands are the strength and power to exalt and give strength to all menggambarkan biyadikal khayr.

Kemudian kemiripan yang terakhir ada pada Doa Maria di Luke:50-53. Doa ini cukup panjang sehingga Ustaz hanya mengutip beberapa verse yang sangat mirip dengan ayat ke-26 surat Ali ‘Imran.

“And His mercy is upon generation after generation Toward those who [stand in great awe of God and] fear Him. He has performed mighty deeds with his arm; he has scattered those who are proud in their inmost thoughts. He has brought down rulers from their thrones but has lifted up the humble. He has filled the hungry with good things but has sent the rich away empty.”

“Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa.”

Kita bisa melihat kemiripan ayat ke-26 dengan beberapa kutipan dari Alkitab tersebut.

Kemiripan ini sangat penting untuk memahami bagaimana sebenarnya tingkat pengetahuan orang-orang Nasrani pada saat Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa salam membacakan ayat ke-26 surat Ali ‘Imran. 

Hal ini sebenarnya adalah tashdiq, sebuah pembenaran bahwa Allah memberikan sesuatu yang sama kepada Isa ‘alayhis salam dan Musa ‘alayhis salam sebelum sang Rasul shalallaahu ‘alayhi wa salam.

InsyaAllaah bersambung pekan depan.

Sumber: 

Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 3. Ali ‘Imran / 10. ‘Ali ‘Imran – Ayah 26-27 Ramadan 2018 (07:12 – 09:19)

https://sabda.org/sabdaweb/bible/verse/

https://studybible.info/Indonesian/

https://www.biblegateway.com/

https://biblehub.com/


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s