[VoB2021] Arti Nama Fir’aun


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-463

Topik: Pearls from Juz ‘Amma

Senin, 27 September 2021

Materi VoB Hari ke-463 Pagi | Arti Nama Fir’aun

Oleh: Icha Farihah

#MondayJuzAmmaWeek66Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Setelah Nabi Musa ‘alayhis salam bertemu Allah di Lembah Thuwa, Allah menyuruhnya untuk bertemu Fir’aun.

Sebelum membahas pertemuan itu, Ustaz Nouman membahas arti nama Fir’aun.

Fir’aun, bukan nama yang berasal dari bahasa Arab. Nama ini adalah nama peradaban Mesir kuno. Adapun cara membacanya adalah far’ah.

Arti dari Fir’aun secara harfiah adalah rumah yang agung (the great house). Alasan penamaan itu memang bukan merujuk pada satu individu saja, tapi Fir’aun menjadi simbol untuk bangunan, kerajaan, dan monumen-monumen yang ia bangun.

Dahulu, Fir’aun menderita banyak kekalahan pada perang-perang yang terjadi, kemudian ketika ia mulai memenangkan peperangan, ia mencoba untuk menanamkan rasa takut kepada para musuhnya.

Cara yang ia gunakan adalah dengan membuat bangunan-bangunan besar seperti Piramida, Sphinx, dan bangunan lainnya terutama di sepanjang jalan yang dilewati oleh orang banyak.

Jadi, ketika orang-orang melintasi kerajaannya, mereka akan melihat betapa hebat dan megah bangunan-bangunan tersebut sehingga mereka akan mengakui kehebatan kerajaan Fir’aun.

Penjelasan ini akan membantu kita memahami doa yang dipanjatkan Asiah, istri Fir’aun, ketika ia hendak melarikan diri dari suaminya.

… رَبِّ ٱبۡنِ لِي عِندَكَ بَيۡتٗا فِي ٱلۡجَنَّةِ…

“Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga…” (QS At-Tahrim, 66: 11)

Asiah ingin sebuah rumah di surga, bukan rumah yang besar dan hebat di dunia. Ini sebenarnya menggambarkan kata Fir’aun yang makna literalnya adalah ‘rumah besar’.

Maka terjemahan doanya bisa menjadi, “Selamatkan aku dari rumah besar ini, dari Fir’aun.”

Insya Allah bersambung.

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 79. An-Nazi’at / 02. An-Nazi’at (Ayah 10-20) – A Concise Commentary (31:05 – 32:40)


Materi VoB Hari ke-463 Siang | Fir’aun Melewati Batas

Oleh: Icha Farihah

#MondayJuzAmmaWeek66Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

ٱذۡهَبۡ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ

“Pergilah engkau kepada Fir’aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas.” (QS An-Nazi’at, 79:17)  

Thughyaan berarti melewati batas, seperti air yang melewati batasnya, ia akhirnya terus mengalir tanpa akhir.

Fir’aun pun demikian. Ia tidak peduli terhadap apa yang telah ia lakukan, siapa yang telah ia bunuh, sebanyak apa hukum yang ia langgar, dan bentuk kejahatan lainnya.

Tidak hanya melakukan kejahatan melawan kemanusiaan, ia juga menyebut dirinya sebagai Tuhan.  

Maka, itulah perintah Allah kepada Musa ‘alayhis salam kepada seorang yang thughyaan, Fir’aun.

Musa berdakwah tentang keesaan Allah ta’ala. Tidak berhenti di situ, Musa ‘alayhis salam juga meminta Fir’aun untuk melepaskan Bani Israil yang selama ini diperbudak olehnya.

أَنۡ أَرۡسِلۡ مَعَنَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ

“Lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami.” (QS Asy-Syu’ara, 26:17)

Perkataan Musa ‘alayhis salam seperti ini juga ada di dalam Alkitab. “Biarkan umatku pergi.”

***

Ada satu catatan tambahan penting tentang Fir’aun. 

Fir’aun di dalam Al-Qur’an selalu dibandingkan dengan kaum Quraisy.

Fir’aun berbuat syirik. Quraisy pun demikian.

Apa motif Fir’aun untuk melakukan perbuatan syirik tersebut?

Secara alamiah, syirik yang dilakukan Fir’aun adalah masalah politik.

Fir’aun tidak bisa membuat bangunan-bangunan megahnya tanpa Bani Israil. Saat itu, bani Israil adalah budak yang tentunya tanpa bayaran. 

Jika tidak ada bani Israil maka dapat dipastikan bangunan-bangunan megah itu tidak dapat berdiri. Bangunan itu adalah simbol keagungan sekaligus penanaman rasa takut kepada para musuh. Dan jika bangunan itu tidak ada, tentu kerajaannya akan hancur. 

Jadi, Fir’aun benar-benar memiliki tujuan untuk menjaga keamanan jabatan dan kerajaannya.

***

Lalu bagaimana respons penduduk Mesir?

Bagi penduduk Mesir, alasan mereka tidak melawan Fir’aun bukan hanya tentang melawan pemerintahan yang sah, tetapi juga melawan doktrin religius di dalamnya.

Fir’aun berhasil menciptakan pandangan hidup baru dalam beragama. Pada zaman dahulu, matahari disembah sebagai Tuhan atau disebut juga Ra. Ra merujuk pada raja para dewa dan ayah dari semua ciptaan.

Para penduduk bumi adalah keturunan Tuhan, tapi selagi matahari hanya ada di langit, mereka juga membutuhkan Tuhan lain di bumi, yaitu Tuhan Bumi. Fir’aun lah yang akhirnya mengaku sebagai Tuhan Bumi tersebut.

Dengan demikian, para penduduk Mesir tidak bisa melakukan hal-hal yang bertentangan dari aturan Fir’aun karena itu sama aja melawan agamanya sendiri.

Fir’aun bersembunyi di balik doktrin agama seperti itu supaya ia bisa menjaga stabilitas politiknya.

Kalau diperhatikan, kejadian seperti ini pun cukup sering terjadi di sekitar kita. Banyak tokoh politik yang berubah menjadi alim, mengunjungi rumah ibadah, menyumbangkan sejumlah uang untuk keperluan ibadah, dan lain-lain. 

Lalu bagaimana dengan perbandingannya dengan Quraisy?

Insya Allah bersambung.

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 79. An-Nazi’at / 02. An-Nazi’at (Ayah 10-20) – A Concise Commentary (32:40 – 35:36)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] Arti Nama Fir’aun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s