[SSR1442] QS Ad-Dhuha


Sharing Subuh Ramadan #21

Tanggal: 3 Mei 2021

Kontributor: Fajar Hidayat

Notulis: Sylvani Dewita

Penentu suatu amalan adalah akhirnya, istiqamah memang sulit sekali. Banyak diantara kita yang memulai suatu ibadah namun sulit untuk mempertahankannya sampai akhir.

Terjemahan surat ad-dhuha

  1. Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalan)
  2. Dan demi malam apabila telah sunyi
  3. Tuhanmu tidaklah meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak pula membencimu
  4. Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan
  5. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas
  6. Bukankah, Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu)
  7. Dan Dia mendapati sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk
  8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan
  9. Maka terhadap anak yatim jangalah engkau sewenang-wenang
  10. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya)
  11. Dab terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)

Pelajaran yang dapat diambiil dari surat ad-dhuha adalah

  1. Menurut para ulama, surat ad-dhuha adalah pemberian. Surat ini merupakan surat makkiyah yang diturunkan saat turunnya wahyu terputus sehingga orang quraisy menyebut bahwa Allah telah meninggalkan Rasulullah saw. Allah bersumpah dengan waktu dhuha, Allah mengedepankan waktu dhuha daripada waktu malam atau waktu lainnya. Hal ini karena pada surat ad dhuha, Allah menujukannya kepada Rasulullah yang mana Rasulullah tersebut adalah cahaya, beliau sering menyendiri saat kesyirikan banyak terjadi di zaman jahiliah. Sedangkan pada surat al lail, saat Allah memulai dengan bersumpah demi waktu malam, Allah berbicara tentang Abu Bakar yang mana Abu Bakar tersebut pernah melewati masa yang gelap (masa jahiliah).
  2. Pada surat ad dhuha kita dapat melihat bahwa waktu itu berganti, begitu pula hidup kesulitan dan kemudahan akan berganti. Semua ini terjadi dengan penuh hikmah. Allah tidak akan menilai kita dari soal ujian yang kita peroleh melainkan dari respon kita. Saat penurunan wahyu terhenti, hal tesebut bukanlah karena Allah membenci Rasulullah melainkan karena ada hikmah yang diturunkan Allah pada semua ayat al-quran.
  3. Waktu dhuha itu penting sekali, yaitu waktu dimana orang orang yang memiliki kedekatan dengan Allah diberikan taufik oleh Allah untuk melaksanakan ibadah pada waktu tersebut, sama halnya dengan waktu shalat malam.
  4. Akhirat lebih baik daripada dunia. Dunia adalah penjara bagi orang-orang muslim dan surga bagi orang-orang kafir.  
  5. Hari esok akan lebih baik daripada waktu sebelumnya.
  6. Rasulullah telah meminta syafaat dkepada Allah untuk ddapat diberikan kepada umat beliau di akhirat kelak. Begitu besarnya cinta Rasulullah saw kepada umatnya. Cinta tidak hanya ucapan, namun juga pembuktian. Bagaimana realisasi dari ungkapan cinta yang kita ucapkan. Sebagaimana Rasulullah telah membuktikan cintanya kepada umatnya. Salah satu contoh kisahnya adalah ketika Rasulullah diberikan pilihan yaitu gunung yang diubah menjadi emas atau ampunan untuk umat beliau. Rasulullah memilih ampunan untuk umat beliau. Rasulullah meminta kepada Allah agar umatnya dapat masuk ke surga. Rasulullah yang selalu memperjuangkan hak-hak umatnya padahal beliau belum pernah menemui semua umat-umatnya. Maka seberapa besar pembuktian cinta kita kepada Rasulullah? Karena pada sebenarnya semua amalan yang kita lakukan adalah untuk diri kita sendiri, bukanlah untuk Rasulullah saw. Rasulullah akan mengenali umatnya diakhirat dengan tanda wajah yang bercahaya karena mereka selalu berwudhu.
  7. Allah mengajak kita untuk berempati kepada keadaan manusia lain sebagaimana isi salah satu ayat surat ad-dhuha (anak yatim)
  8. Maka janganlah sekali menghardik kepada orang yang meminta  (harta, makanan) karena hal tersebut adalah sangat menyakitkan. Apalagi jika kita tidak memberi kepada orang yang meminta tersebut.
  9. Musibah dan nikmat sama sama merupakan ujian dari Allah. Ketika kita mendapat musibah, Allah akan menilai kesabaran kita, sedangkan saat kita diberi nikmat oleh Allah, Allah akan menilai rasa syukur kita dan menggunakannya untuk hal-hal yang diridhoi Allah.
  10. Al-quran adalah nikmat, maka ceritakanlah nikmat tersebut.

Nikmat yang diceritakan adalah nikmat saat kita pernah mengalami suatu krisis dan datanglah nikmat, petunjuk dan pertolongan Allah sehingga ada hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari hal tesebut.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=Zi580KlzCac

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s