[VoB2021] We Are Muslims


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-462

Topik: Heavenly Order

Ahad, 26 September 2021

Materi VoB Hari ke-462 Pagi | We Are Muslims

Oleh: Nita Fridayani

#SundayHeavenlyOrderWeek66Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

✨✨✨

Koherensi dalam Al-Qur’an kali ini akan dibahas melalui penggalan surat Ali-‘Imran ayat 64-67 dengan mengambil kisah Ibrahim.

***

قُلۡ يَـٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ تَعَالَوۡاْ إِلَىٰ كَلِمَةٖ سَوَآءِۭ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمۡ أَلَّا نَعۡبُدَ إِلَّا ٱللَّهَ وَلَا نُشۡرِكَ بِهِۦ شَيۡـٔٗا وَلَا يَتَّخِذَ بَعۡضُنَا بَعۡضًا أَرۡبَابٗا مِّن دُونِ ٱللَّهِۚ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَقُولُواْ ٱشۡهَدُواْ بِأَنَّا مُسۡلِمُونَ

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”

يَـٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لِمَ تُحَآجُّونَ فِيٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَمَآ أُنزِلَتِ ٱلتَّوۡرَىٰةُ وَٱلۡإِنجِيلُ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِهِۦٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ

Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berbantah-bantahan tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim)? Apakah kamu tidak mengerti?

هَـٰٓأَنتُمۡ هَـٰٓؤُلَآءِ حَٰجَجۡتُمۡ فِيمَا لَكُم بِهِۦ عِلۡمٞ فَلِمَ تُحَآجُّونَ فِيمَا لَيۡسَ لَكُم بِهِۦ عِلۡمٞۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ

Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.

مَا كَانَ إِبۡرَٰهِيمُ يَهُودِيّٗا وَلَا نَصۡرَانِيّٗا وَلَٰكِن كَانَ حَنِيفٗا مُّسۡلِمٗا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ

Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, Muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik.

***

Ketika itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam Allah perintahkan untuk berdiskusi dengan para ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) untuk mengajak beriman kepada Allah dan tidak menyukutukan-Nya seperti apa yang telah disampaikan dalam kitab-kitab sebelumnya, yaitu Taurat dan Injil.

🧐🧐🧐

Penggalan ayat ini merupakan jawaban Allah atas perdebatan orang Yahudi dan Nasrani mengenai agama Nabi Ibrahim.

Mereka menjustifikasi bahwa Nabi Ibrahim mengimani agama yang mereka peluk, namun hal itu tidak didasarkan pada bukti-bukti yang nyata.

Dalam ajaran teologi Nasrani, mereka berpendapat bahwa hanya yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan penyelamat lah yang ketika hari pembalasan akan selamat.

🤯🤯🤯

Lalu, bagaimana dengan Nabi Ibrahim dan Nabi Musa?

Menurut kitab yang mereka yakini, nabi-nabi dan orang-orang baik yang disebutkan dalam kitab mereka namun tidak memiliki darah Yesus (blood of Jesus) akan ditempatkan di Purgatorium.

Begitu juga dengan orang Yahudi yang lebih mempercayai hukum apa saja yang telah ditetapkan oleh pemimpin mereka dan menjadikan kedudukannya sama dengan ketetapan Allah.

Mereka tetap berpaling dan menyekutukan Allah meski mereka beranggapan bahwa mereka berpegang pada ajaran Nabi Ibrahim.

✨✨✨

Padahal Nabi Ibrahim dan nabi-nabi lainnya membawa ajaran yang sama, yaitu ajaran tauhid dan merupakan seorang muslim.

Sumber: Bayyinah TV / Home / Quran / Courses / Heavenly Order – Lesson 07_Linear Coherence of a Passage_Al-Baqarah, Ali ‘Imran, An-Naba, An-Nahl (10.51-15.50)


Materi VoB Hari ke-462 Siang | Allah Makes Us in Pairs

Oleh: Nita Fridayani

#SundayHeavenlyOrderWeek66Part2

Part 2

✨✨✨

Koherensi dalam Al-Qur’an selanjutnya akan digambarkan melalui penggalan surat An-Naba ayat 6-16.

*** 

Pada penggalan ayat ini, Allah bermaksud menjawab kesangsian mereka dengan memperlihatkan sembilan tanda kebesaran-Nya. 

1️⃣

اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًاۙ

Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan, 

2️⃣

وَّالْجِبَالَ اَوْتَادًاۖ

dan gunung-gunung sebagai pasak?

3️⃣

وَّخَلَقْنٰكُمْ اَزْوَاجًاۙ 

Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan, 

Allah ciptakan laki-laki dan perempuan agar timbul kecintaan dan kesayangan sebagai suami-istri sehingga mereka dapat merasakan bahagia, memelihara keturunan yang baik, mempertahankan kelangsungan manusia sehingga tidak punah.

4️⃣

وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًاۙ 

dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,

Tidur diibaratkan seperti kematian sesaat. Sedangkan bangun tidur merupakan permisalan kecil hari kebangkitan. 

5️⃣

وَّجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًاۙ 

dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian, 

Maksud dari ayat ini, yaitu gelap yang menutupi permukaan bumi pada malam hari diibaratkan pakaian yang menutup aurat atau tubuh manusia. 

Gelapnya malam juga dapat melindungi dan menyembunyikan seseorang yang tidur dari bahaya atau musuh yang sedang mengancam. 

6️⃣

وَّجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًاۚ

dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan, 

7️⃣

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًاۙ 

dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kokoh, 

Tujuh langit tersebut kokoh, tidak memiliki tiang, dan tunduk pada hukum Allah. 

Secara ilmiah, tujuh langit tersebut dapat diartikan sebagai lapisan-lapisan atmosfer, meliputi: Troposfer, Tropopaus, Stratosfer, Stratopaus, Mesosfer, Mesopaus, Termosfer. 

Tujuh langit ini juga dapat diartikan sebagai Tujuh Dimensi Ruang Waktu dalam Klauza-Klein Theory (KKT) di mana dimensi-dimensi tersebut akan mengokohkan geometri jagad-raya dengan empat gaya fundamentalnya. 

8️⃣

وَّجَعَلْنَا سِرَاجًا وَّهَّاجًاۖ

dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari), 

Allah telah menjadikan matahari yang sinarnya mengandung obat untuk membunuh kuman-kuman dan mengusir penyakit yang mengganggu makhluk hidup. 

9️⃣

وَّاَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرٰتِ مَاۤءً ثَجَّاجًاۙ

_dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya,_ 

لِّنُخْرِجَ بِهٖ حَبًّا وَّنَبَاتًاۙ

untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman, 

وَّجَنّٰتٍ اَلْفَافًاۗ

dan kebun-kebun yang rindang. 

Allah menurunkan air hujan yang banyak dan bermanfaat, terutama untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam serta berguna bagi hewan dan manusia.

*** 

🧐🧐🧐

Dalam surat ini diterangkan bahwa ada kehidupan setelah kematian, hari pembalasan akan datang, dan Allah telah menciptakan sesuatu secara berpasang-pasangan. 

Surga berpasangan dengan neraka. Bumi berpasangan dengan dataran dan gunung. Arti ini juga dapat diperluas dalam hal lainnya. 

Bumi dapat diibaratkan sebagai rahim ibu. Hal ini dikarenakan kedua hal tersebut sama-sama dapat menghasilkan kehidupan. 

Adapun gunung yang kokoh dapat diartikan sebagai peran laki-laki, sehingga perumpamaan bumi-gunung sebagai pasangan dan disandingkan dengan laki-laki dan perempuan. 

***

🧐🧐🧐

Apa yang ingin Allah sampaikan dalam surat ini adalah kehidupan manusia diibaratkan seperti seorang penjelajah di gurun. 

Dia akan beristirahat dalam tenda di malam hari. Kemudian bangun di siang hari, dan pergi lagi menuju tujuan akhirnya, yaitu taman di mana Ustadz mengibaratkan taman tersebut sebagai Surga. 

Segala sesuatu akan bergerak dari tempatnya, seperti seorang musafir atau penjelajah yang baru saja pindah.

✨✨✨

Sumber: Bayyinah TV / Home / Quran / Courses / Heavenly Order – Lesson 07_Linear Coherence of a Passage_Al-Baqarah, Ali ‘Imran, An-Naba, An-Nahl (15.50-22.10)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] We Are Muslims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s