[VoB2021] Anugerah Terhebat


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-461

Topik: Historical Order

Sabtu, 25 September 2021

Materi VoB Hari ke-461 Pagi | Anugerah Terhebat

Oleh: Heru Wibowo

#SaturdayHistoricalOrderWeek66Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Kita lanjutkan dengan Al-‘Alaq ayat 3: 

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُۙ ٣

“Bacalah! Tuhanmulah Yang Mahamulia.” Allah adalah Rabb yang paling mulia. Rabb yang paling bermartabat.

Kata karam (كَرَم) digunakan di banyak tempat di Al-Qur’an. Kata ini digunakan untuk mendeskripsikan Allah, malaikat, bahkan ‘Arsy juga.

Tapi kata akram hanya digunakan dua kali di Al-Qur’an. Di Al-Hujurat ayat 13 dan di sini, di Al-‘Alaq ayat 3.

Yang di Al-Hujurat itu digunakan untuk manusia.

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ أَتْقٰىكُمْ ۗ 

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. 

Di Al-‘Alaq ayat 3, kata akram digunakan secara eksklusif untuk Allah. “Bacalah dan Rabb-mu adalah Yang Mahamulia.”

There is no greater nobility than Allah Himself. Tidak ada kemuliaan yang lebih hebat daripada kemuliaan Allah itu sendiri.

Apa implikasinya untuk kita?

Setiap kali kita mendengar nama Allah, yang langsung punya pengaruh ke hamba-Nya, maka ada dua hal yang terjadi.

Misalnya Allah adalah _merciful_. Allah Maha Penyayang. Pertama, kita jadi punya harapan untuk mendapat kasih sayang Allah. Kedua, kita harus memancarkan kasih sayang itu sendiri keluar dari diri kita.

Misalnya Allah adalah forgiving. Allah Maha Memaafkan. Pertama, kita jadi punya harapan atas ampunan Allah. Kedua, kita harus menjadi orang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain.

Di ayat ini, Allah adalah the most dignified. Allah Mahamulia. Pertama, kita berharap Allah memuliakan kita. Kedua, kita harus menjadi orang yang juga memuliakan orang lain.

Al-Akram di sini berarti bahwa kita tidak bisa mencapai titik kemuliaan ini jika bukan karena Al-Qur’an. 

Dengan kata lain, the greatest dignification atau martabat termulia itu kita raih berkat Al-Qur’an.

Sekali lagi, the greatest award atau hadiah terbesar, anugerah terhebat untuk kita, adalah Al-Qur’an.

Mengapa bisa begitu?

Insyaa Allaah kita kupas di part berikutnya.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Concise Commentary / 96. Al-‘Alaq / 02. Al-‘Alaq (Ayah 1-19) – A Concise Commentary (21:20 – 23:34)


Materi VoB Hari ke-461 Siang | Seorang Murid dari Firman-Nya

Oleh: Heru Wibowo

#SaturdayHistoricalOrderWeek66Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Dalam dunia pendidikan, ada keluarga-keluarga yang mau membayar mahal supaya anak mereka bisa belajar atau kuliah di universitas yang prestisius.

Jika para orang tua ingin menyekolahkan anaknya ke Harvard, atau ke Pristine School, mereka harus merogoh uang tabungan yang tidak sedikit.

Sekolah-sekolah itu, atau yang seperti itu, seakan-akan menjadi bagian dari martabat keluarga tadi.

Tidak peduli apakah lulusnya nanti dengan IPK 2,0 atau yang sedikit di atas itu … 🙈🙈😊😊 … yang penting adalah ketika ditanya lulusan mana, pertanyaan itu bisa dijawab dengan percaya diri dan bermartabat.

Atau misalnya seseorang yang menjadi peneliti di bidang penelitian tingkat tinggi (high level field).

Jika peneliti ini berkesempatan untuk melakukan penelitian bersama dengan peneliti top yang menjadi panutan di bidang yang canggih itu, maka hal itu bisa membuatnya menjadi lebih bermartabat.

Bahkan di bidang keagamaan, polanya juga seperti itu. Di Indonesia, kita mengenal Pondok Pesantren Gontor, Langitan, dan Tebuireng, misalnya, yang menjadi incaran keluarga-keluarga muslim menyekolahkan anak-anak mereka.

Demikian juga penghafal Al-Qur’an yang gurunya punya sanad sampai ke Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam. Gurunya itu juga membuatnya punya martabat tersendiri.

Para alumni Universitas Al-Azhar di Kairo, misalnya, juga membawa prestise tersendiri dari institusi pendidikan tempat mereka belajar itu.

Dan pendidikan itu sendiri, secara historis, telah menjadi salah satu bentuk prestise dalam kehidupan masyarakat.

Bahkan telah menjadi the most lasting form of prestige. Sebuah bentuk prestise yang paling bertahan lama dalam sejarah manusia.

Para pemimpin politik datang dan pergi. Dan mereka juga punya prestise. Tapi para pendidik, para ulama, ilmu mereka diteruskan dari generasi ke generasi hingga hari ini. Kontribusi para guru itu diakui.

Maka di tradisi mana pun, Islam maupun non Islam, kedudukan para guru dan ulama itu lebih diakui. Kita mengenal Plato tapi kita tidak tahu siapa pemimpin politik di zaman Plato.

Sebagaimana kita tahu Imam Abu Hanifah rahimahullaah, tapi kita tidak tahu siapa yang menjadi khalifah saat itu. Kita tidak tahu siapa gubernurnya saat itu.

Ilmu punya prestise tersendiri yang bertahan lebih lama dibandingkan kekuasaan para elite politik.

Dari penjelasan-penjelasan tadi, kita dapat menarik sebuah benang merah yakni bahwa prestise kita berasal dari siapa guru kita.

Merupakan sebuah penghargaan ketika kita belajar dari si fulan atau si fulanah, dan sebagainya, dan seterusnya.

Nah, sekarang …

Ketika Anda menjadi pembelajar Al-Qur’an, siapakah yang menjadi Guru Anda?

Mari kita pikirkan hal itu.

Ketika Anda menjadi pembelajar Al-Qur’an, maka Anda telah menerima Allah sebagai Guru Anda.

Anda tidak bisa memiliki Guru yang lebih bermartabat selain Allah. Yang berarti, itulah anugerah terhebat Anda, karena Anda adalah murid dari Allah Yang Mahamulia. Anda telah menjadi murid dari firman-Nya.

Inilah implikasi dari ayat ketiga surah Al-‘Alaq.

Recite and your Master is the Most Noble. Bacalah dan Rabb-mu adalah Yang Mahamulia.

Anda adalah seorang murid dari firman-Nya … keren nggak tuh … 😊😊👍🏻👍🏻 …

Insyaa Allaah kita lanjutkan di part berikutnya.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Concise Commentary / 96. Al-‘Alaq / 02. Al-‘Alaq (Ayah 1-19) – A Concise Commentary (23:34 – 25:50)


Materi VoB Hari ke-461 Sore | Writing is a Divine Gift

Oleh: Heru Wibowo

#SaturdayHistoricalOrderWeek66Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Tadarus Al-Qur’an kita, studi Al-Qur’an kita, perenungan kita terhadap ayat-ayat-Nya, itu semua adalah aktivitas yang paling mulia, yang paling prestisius, dalam kehidupan kita.

Dan dengan cara itu pulalah Allah telah membuat hidup kita bermartabat, yakni dengan menurunkan ayat-ayat-Nya.

Jika kita benar-benar memahaminya, menghayatinya, belajar Al-Qur’an kita menjadi berbeda. 

Orang-orang yang belum memahaminya, mereka tidak menganggap aktivitas belajar Al-Qur’an Anda adalah sesuatu yang prestisius.

Tapi Anda sadar bahwa ketika Anda mendatangi kata-kata Allah dengan kerendahhatian, dengan berharap bahwa Allah akan memuliakan Anda, maka insyaallah Allah akan membuka pintu kemuliaan itu.

⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️

Implikasi yang lain dari Al-‘Alaq ayat 3 adalah makna akram yang dikaitkan dengan generosity, yakni bahwa Allah memberikan pahala yang berlimpah saat kita membaca Al-Qur’an.

Kita mungkin sudah familiar dengan hadis ini:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Siapa saja yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu pahala kebaikan, dan satu pahala kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali.

Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf. 

(HR Tirmidzi 2835, Maktabatu Al-Ma’arif Riyadh 2910) 

⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️

Sekarang kita bahas ayat berikutnya.

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤

Alladzii ‘allama bil qalam. The One who taught by the pen. Yang mengajar dengan pena.

Atau, kalau kita baca dengan memasukkan ayat sebelumnya: “Bacalah dan Rabb-mu adalah Yang Mahamulia, yang mengajarkan dengan pena.”

Jadi, di ayat ini dan ayat sebelumnya, kita menyaksikan bahwa “yang mengajarkan dengan pena” adalah deskripsi dari Al-Akram. 

Peran apa yang Allah mainkan di sini? “Yang mengajarkan dengan pena”. Yakni peran Allah sebagai Teacher. Sebagai Guru.

Di ayat ini ada kata al-qalami (الْقَلَمِ). Para ahli sejarah menjadikannya sebagai bagian dari indikasi bahwa surah kedua yang Allah turunkan kepada Rasulullah adalah surah Al-Qalam.

نۤ ۚوَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ ١

Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan. (QS Al-Qalam, 68:1)

Menjadi menarik karena kedua surah yang paling awal yang diturunkan kepada Rasulullah menyebut-nyebut tentang pena.

Maka muncul rasa ingin tahu, apa yang dimaksud dengan pena di sini? Di kedua surah awal kenabian itu?

Bagaimana cara memahaminya? Salah satunya adalah bahwa para malaikatlah yang menuliskannya saat Al-Qur’an diturunkan ke bumi. 

Artinya, proses turunnya wahyu dari Allah ke utusan-Nya dimulai dari pena para malaikat.

Ada pula cara pandang yang berbeda yakni bahwa Allah membiarkannya seperti itu, dalam arti, Allah decided to teach humanity by means of the pen.

Allah telah memutuskan untuk mengajar manusia melalui perantaraan pena.

Ketika Anda membaca sebuah buku, maka yang Anda baca itu, sebelumnya sudah ada manusia yang telah menggoreskan di buku melalui pena.

Karena membaca telah disebut, lalu sekarang pena juga disebut, kita serasa dibawa kembali ke sejarah peradaban manusia di mana pendidikan berawal dari membaca buku dan mendokumentasikan pengetahuan melalui pena. 

Petualangan membaca dan menuliskan dengan pena adalah sesuatu yang telah Allah hadiahkan kepada manusia. Urusan membaca dan menulis itu tidak terjadi begitu saja. Bahkan sudah dimulai sejak manusia yang pertama kali Allah ciptakan.

وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَاۤءَ كُلَّهَا 

He taught Adam ‘alayhis salaam the names of all things. Dia (Allah) mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya. (QS Al-Baqarah, 2:31)

Allah mengajarkan nama-nama. Allah mengajarkan bahasa. Allah mengajarkan manusia untuk membaca. Dan di ayat ini Allah mengajarkan manusia untuk menulis juga. 

Writing is a Divine gift. 

Menulis adalah sebuah anugerah ilahi.

Insyaa Allaah kita lanjutkan pekan depan.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Concise Commentary / 96. Al-‘Alaq / 02. Al-‘Alaq (Ayah 1-19) – A Concise Commentary (25:50 – 30:01)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] Anugerah Terhebat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s