[VoB2021] Clear and Clarifying


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-452

Topik: Divine Speech

Kamis, 16 September 2021

Materi VoB Hari ke-452 Pagi | Clear and Clarifying

Oleh: Heru Wibowo

#ThursdayDivineSpeechWeek65Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Ustaz ingin memberi satu contoh lagi dari surah Al-Hijr. Sebuah contoh yang sangat menarik.

Struktur dari sebuah surah bisa dipelajari dari berbagai sudut pandang. Salah satunya adalah dengan mencermati bagian awal dan bagian akhir surah.

Bagaimana sebuah surah dimulai, ada hubungannya dengan bagaimana surah itu diakhiri.

Di awal surah Al-Hijr, Allah berfirman, alif laam raa, tilka aayaatul kitaabi waqur’aanimmubiin.

الۤرٰ ۗتِلْكَ ءَايٰتُ الْكِتٰبِ وَقُرْءَانٍ مُّبِيْنٍ ۔ ١

Alif laam raa. Those are the miraculous signs, the aayaat, of the Book, and a clear and clarifying Qur’an.

Alif laam raa. Itulah tanda-tanda keajaiban, ayat-ayat Kitab, dan Al-Qur’an yang jelas dan menjelaskan.

Ayat ini memberi kesempatan buat Ustaz untuk bicara tentang sebuah konsep yang sangat penting, baik dalam bahasa Arab maupun di Al-Qur’an, yakni bahwa Al-Qur’an itu clear.

Al-Qur’an itu “jelas”.

But the Qur’an is not simple. Tapi Al-Qur’an tidak sederhana. Al-Qur’an itu tidak mudah.

The Qur’an is clear but the Qur’an is not simple. Al-Qur’an itu jelas, tapi Al-Qur’an itu tidak sederhana.

Kadang-kadang ada beberapa orang yang mendatangi Ustaz dan mengajukan pertanyaan.

“Allah berfirman bahwa Al-Qur’an itu mudah. Al-Qur’an itu sederhana. Lalu mengapa Anda memberikan penjelasan linguistik yang sangat teliti dan rumit? Bukankah Anda seharusnya membuatnya sederhana?”

“Yang aku tahu, Al-Qur’an itu seharusnya sederhana. Jika demikian halnya, mengapa begitu sulit buatku untuk memahaminya?”

Orang-orang yang bertanya kepada Ustaz itu, saat mereka bertanya itu, mereka menggunakan kata “sederhana”.

Di situlah masalahnya. Mengapa? Karena Allah tidak pernah menggunakan kata itu untuk menyifati Al-Qur’an.

Kata yang Allah gunakan adalah mubiin. Clear. Jelas. Clear and clarifying. Jelas dan menjelaskan. Jelas dan memperjelas.

Apa bedanya: “jelas” dan “sederhana”?

Dua ditambah dua sama dengan empat. Jelas atau sederhana? Dua-duanya: jelas, iya, sederhana juga iya.

Seorang profesor atau seorang doktor dalam ilmu kalkulus menyelesaikan sebuah persamaan matematika yang rumit. 

Untuk mahasiswa yang bagus matematikanya, dia merasa tercerahkan, merasa jelas, meski dibutuhkan empat halaman untuk mencatat penjelasan profesornya tadi.

Penyelesaian soal persamaan matematika itu begitu jelas. Tapi apakah penyelesaian itu sederhana? Tidak. 

Jelas, tapi tidak sederhana.

Clarity has nothing to do with simplicity. These are two different things.

Kejelasan tidak ada hubungannya dengan kesederhanaan. Keduanya adalah dua hal yang berbeda.

Clarity is about whether or not your answer makes sense.

Kejelasan adalah tentang apakah jawaban Anda masuk akal atau tidak. 

Itulah Al-Qur’an. Itulah mubiin. Memang tidak sederhana. Tapi jelas, menjelaskan, dan masuk akal.

Insyaa Allaah kita lanjutkan di part berikutnya.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Courses / Divine Speech / 09. Order Within a Surah (48:02 – 50:04)


Materi VoB Hari ke-452 Siang | Ketika yang Kufur Berharap Menjadi Muslim

Oleh: Heru Wibowo

#ThursdayDivineSpeechWeek65Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Untuk orang yang mau berpikir, untuk orang yang mau merenungkannya, Al-Qur’an akan menjadi sesuatu yang jelas dan masuk akal.

Untuk mahasiswa kedokteran tingkat akhir, istilah-istilah dalam dunia medis itu jelas buat mereka, meski tidak sederhana.

Jelas dan sederhana. Dua hal yang berbeda.

Al-Qur’an itu jelas tapi tidak sederhana.

Mengapa?

Karena Al-Qur’an memberikan solusi atas masalah-masalah yang sangat rumit.

Manusia punya masalah-masalah yang rumit. Kadang-kadang solusinya adalah solusi yang rumit.

Idenya bukanlah bahwa solusi yang ada di Al-Qur’an itu sederhana. Idenya adalah: solusi yang ada di Al-Qur’an itu, jelas.

“Tapi bukankah Allah berfirman bahwa Allah membuat Al-Qur’an itu mudah?” 

“Bukankah ada ayat yang menyatakan walaqad yassarnal qur’aana lidzdzikr? Berarti seharusnya Al-Qur’an itu mudah, bukan?”

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus mencermati ayatnya secara utuh: walaqad yassarnal qur’aana lidzdzikri fahal min muddakir.

Jika kita ingin mengingat Allah, jika kita ingin berzikir kepada Allah, jika kita ingin mendapatkan nasihat dari Allah, maka Al-Qur’an itu mudah.

Jadi mudah atau tidaknya Al-Qur’an itu bergantung pada apakah kita ingin mengingat Allah atau tidak.

⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️

Kembali ke awal surah Al-Hijr. Ayat-ayat Al-Qur’an adalah mubiin. Jelas, menjelaskan, dan masuk akal.

Lalu bagaimana akhir dari surah Al-Hijr?

Ada sesuatu yang dapat menghancurkan kejelasan Al-Qur’an: alladziina ja’alul qur’aana ‘idhiin.

الَّذِيْنَ جَعَلُوا الْقُرْءَانَ عِضِيْنَ ٩١

(yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur’an itu terbagi-bagi (QS Al-Hijr, 15:91)

Sebuah serangan terhadap kejelasan Al-Qur’an terjadi ketika kita melihat beberapa ayat dari satu sudut pandang saja, tanpa melihat keseluruhan ayat yang lain yang berhubungan.

Jika kita hanya mengambil sepotong ayat Al-Qur’an dengan mengabaikan potongan-potongan ayat yang lain yang berhubungan dengannya, maka itu artinya kita telah menghilangkan kejelasan dari Al-Qur’an.

Inti dari kejelasan Al-Qur’an adalah jika kita telah mempelajari keseluruhannya. Secara utuh. 

Utuh itu jelas. Utuh itu tidak terbagi.

⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️⏸️

Menariknya, Allah berfirman di awal surah Al-Hijr, rubamaa yawaddulladziina kafaruu law kaanuu muslimiin.

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ كَانُوْا مُسْلِمِيْنَ ٢

Orang-orang yang kufur itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. (QS Al-Hijr, 15:2)

Kapankah hal itu terjadi?

Kapankah orang-orang kufur berpikir, “Seandainya saja aku menjadi orang-orang muslim?”

Insyaa Allaah kita lanjutkan di part berikutnya.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Courses / Divine Speech / 09. Order Within a Surah (50:04 – 52:19)


Materi VoB Hari ke-452 Sore | Teaching Methodology Inside

Oleh: Heru Wibowo

#ThursdayDivineSpeechWeek65Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Orang-orang kufur berharap bahwa mereka adalah muslim di hari penghakiman nanti.

Oleh karena itulah di bagian akhir surah Al-Hijr ada fawarabbika lanas-alannahum ajma’iin.

فَوَرَبِّكَ لَنَسْـَٔلَنَّهُمْ أَجْمَعِيْنَۙ ٩٢

Maka, demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua (QS Al-Hijr, 15:92).

Pada saat mereka diinterogasi di hari penghakiman, apa yang mereka harapkan? Mereka berharap (seandainya) mereka adalah muslim.

Jika mesin waktu diputar ulang … kembali ke saat mereka masih hidup di dunia … apa yang mereka lakukan? Bagaimana Al-Qur’an melukiskan gambaran kehidupan mereka dulu saat di dunia?

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوْا وَيَتَمَتَّعُوْا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ ٣

Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan, bersenang-senang, dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong). Kelak mereka akan mengetahui (akibat dari perbuatan mereka). (QS Al-Hijr, 15:3)

Mereka dulu suka menertawakan Rasulullah. Mereka dulu suka menghina Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam.

وَقَالُوْا يٰٓأَيُّهَا الَّذِيْ نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُوْنٌ ۗ ٦

Mereka berkata, “Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Qur’an, sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) benar-benar orang gila. (QS Al-Hijr, 15:6)

Ini di ayat 6 atau di awal surah Al-Hijr. Orang-orang kafir mengolok-olok Nabi kita Muhammad shallallaahu ‘alayhi wasallam.

Lalu apa yang Allah tegaskan di bagian akhir surah? 

إِنَّا كَفَيْنٰكَ الْمُسْتَهْزِءِيْنَۙ ٩٥

Sesungguhnya cukuplah Kami yang memeliharamu (Nabi Muhammad) dari (kejahatan) orang yang memperolok-olokmu (QS Al-Hijr, 15:95)

Luar biasa ya … korelasi bagian awal dan bagian akhir dari surah Al-Hijr. Di awal surah, mereka mengolok-olok Rasulullah. Lalu di akhir surah seakan-akan Allah menyatakan, “Akan aku urus (bereskan) orang-orang itu.”

Di akhir surah, Allah juga menyatakan,

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيْقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُوْلُوْنَۙ ٩٧

Sungguh, Kami benar-benar mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit (gundah dan sedih) disebabkan apa yang mereka ucapkan. (QS Al-Hijr, 15:97)

Kira-kira apa yang mereka ucapkan? Mengapa di bagian akhir surah ini tidak dijelaskan tentang apa yang mereka ucapkan?

Jawabannya adalah karena sudah dijelaskan di bagian awal surah. Yang juga sudah kita bahas barusan. Yakni Al-Hijr ayat 6. Mereka menyebut Rasulullah sebagai orang gila. Bahkan “benar-benar” gila.

Sebuah korelasi yang sungguh indah. Korelasi antara bagian awal surah dengan bagian akhir surah.

Dan korelasi seperti itu adalah praktik yang baik bagi seorang guru. Di awal pelajaran, guru memperkenalkan pokok-pokok materinya. Di akhir kelas, guru membahas kembali apa-apa yang telah dipelajari di bagian awal.

Jadi di sini kita juga belajar tentang metodologi mengajar (teaching methodology) yang ampuh, yang terkandung di balik ayat-ayat Al-Qur’an.

Insyaa Allaah kita lanjutkan pekan depan.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Courses / Divine Speech / 09. Order Within a Surah (52:19 – 55:00) [End]


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s