[VoB2021] The Hardest Challenge


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-450

Topik: Pearls from Al Baqarah

Selasa,14 September 2021

Materi VoB Hari ke-450 Pagi | The Hardest Challenge

Oleh: Vivin Ardiani

#TuesdayAlBaqarahWeek65Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Pembahasan Ustaz kembali pada QS Al-Baqarah, 2:23 dengan melanjutkan bagian ayat berikut: 

 فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِۦ   

“Maka buatlah satu surah semisal dengannya.”  

Ayat ini turun ketika Rasulullah sudah berhijrah. Di Madinah, Rasulullah tidak lagi berhadapan dengan penduduk Arab yang tidak berilmu. Rasulullah sekarang berada di sebuah negeri yang memang masih ada paganisme dan kaum musyrikin, tapi ada juga kaum Yahudi dan Nasrani. Ada Ahli Kitab. Mereka adalah orang-orang yang berilmu. 

Ayat ini menjadi tantangan keenam di dalam Al-Qur’an. Allah menantang kaum Yahudi untuk membuat surah. Tantangan ini berbeda dengan lima tantangan sebelumnya yang turun di Makkah. Di Makkah, kaum kafir Quraisy membalas tantangan dengan membuat syair. Sedang kaum Yahudi kalau diturunkan tantangan yang sama, mereka akan menjawab tantangan itu dengan penggalan ayat Taurat. Masalahnya, kalau mereka menggunakan ayat Taurat, justru itu akan mengonfirmasi kebenaran Al-Qur’an. Allah “menjaga” kepercayaan diri mereka. Allah menggunakan tantangan yang berbeda.

Min mitslihi

Kata inilah yang unik dari tantangan sebelumnya. Allah menegaskan: buatlah surah yang paling mirip dari Al-Qur’an.

“Katakan kalian memang kaum yang paling berkualifikasi. Aku tantang dengan tantangan paling sulit. Kalian tidak perlu mendatangkan satu surah tapi cukup buatlah surah yang paling mirip dari Al-Qur’an!”

وَٱدْعُوا۟ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ

“Dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah.” QS Al-Baqarah, 2:23

Ada dua makna شُهَدَآءَكُم :

1️⃣ Seorang ahli yang akan menguji bahwa hasil surah buatan mereka lebih cocok dan menakjubkan dibanding Al-Qur’an.

2️⃣ Penolong selain Allah yang akan membantu mereka memenuhi tantangan ini.

إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

“Jika kamu orang-orang yang benar.” QS Al-Baqarah, 2:23 

Pada bagian awal ayat ke-23 Allah berkata in kuntum fii raybin – jika kamu meragukan, bukan hanya menyebut kuntum fii raybin.

Dan pada akhir ayat, ditutup dengan kata in kuntum shadiqiina – jika kamu orang-orang yang benar.

Pilihan kata ini adalah ungkapan gertakan Allah. 

“Bahkan kalian tidak jujur tentang penyebab keraguan kalian. Bahwa kalian sebenarnya tidak ada keraguan sedikit pun atas Al-Qur’an. Satu-satunya alasan kalian mengecam Al-Qur’an hanyalah untuk menutup kesombongan kalian!”

In syaa Allah berlanjut pada part berikutnya.

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 2. Al-Baqarah / 09. Al-Baqarah (Ayah 23-25) – A Deeper Look (23:44 – 26:58)


Materi VoB Hari ke-450 Siang | Penyalahgunaan Ayat

Oleh: Vivin Ardiani

#TuesdayAlBaqarahWeek65Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Ustaz teringat masa-masa di kampus. Ada momen Islam week. Beragam komunitas membuat booth, termasuk mahasiswa muslim. Mereka membawa pizza dan pamflet islami untuk dibagikan. Lalu ada seorang nonmuslim menghampiri,

👱🏻‍♂️: “Apa itu Islam?”

👱🏽‍♂️: “Satu Tuhan, kitab kami Al-Qur’an.”

👱🏻‍♂️: “Saya kok ragu dengan ajaran seperti itu ya.”

👱🏽‍♂️: “Kalau kamu ragu, coba buat satu surah yang mirip dari bagian mana pun di Al-Qur’an, apa kamu bisa?”

👱🏻‍♂️: “Hah? Surah? Apa itu surah? Apakah nama lain dari satu _slice pizza_?”

👱🏽‍♂️: #$#&@&

Bukan begitu langkah pertama berdakwah. Tantangan membuat surah yang serupa dari Al-Qur’an bukan langkah pertama dalam berdakwah. Bahkan hal itu tidak masuk dalam konteks berdakwah. Tapi menjadi peringatan pemungkas yang membawa ke neraka.

Allah menyeru umat manusia melalui nasihat, dengan menyentuh nilai-nilai kebaikan serta rasa syukur dalam diri mereka. Seruan pertama berwujud dalam Al-Fatihah. Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin.

Allah mengingatkan hamba-Nya untuk bersyukur atas langit yang ditinggikan, bumi yang dipijak, minuman yang melepaskan dahaga, makanan yang dinikmati, pasangan yang menyejukkan mata.

أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ 

“Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?” QS Al-Ghasiyah, 88:17

وَإِلَى ٱلسَّمَآءِ كَيْفَ رُفِعَتْ 

“Dan langit, bagaimana ditinggikan?” QS Al-Ghasiyah, 88:18

Allah menciptakan manusia sesuai dengan fitrahnya. Fitrah manusia cenderung pada kebaikan.

 فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَاۚ   

“(sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu.”  QS Ar-Rum, 30:30

In syaa Allah bersambung pada part berikutnya.

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 2. Al-Baqarah / 09. Al-Baqarah (Ayah 23-25) – A Deeper Look (26:58 – 28.50)


Materi VoB Hari ke-450 Sore | Sentuhlah, Dekat pada Fitrahnya

Oleh: Vivin Ardiani

#TuesdayAlBaqarahWeek65Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Kita bisa belajar dari umat sebelum kita sebelum Al-Qur’an diturunkan.

Setelah nabi menunaikan tugas untuk berdakwah, tapi kaumnya belum juga percaya, Allah menunjukkan mukjizat. 

Mukjizat adalah peristiwa luar biasa yang tidak bisa dijangkau kemampuan manusia.

Siapa yang dapat mengeluarkan unta betina dari batu, selain Allah? Siapa yang dapat menghidupkan burung yang telah dicincang, selain Allah?

Maka setelah mereka melihat mukjizat tetapi tetap menolak, yang tersisa adalah azab. Tidak ada toleransi lagi atas keingkaran mereka. Karena seharusnya mukjizat adalah cara paling jitu untuk memberi petunjuk, tetapi nyatanya tidak juga mempan.

Fir’aun, ia mengikuti Musa sampai ke Laut Merah. Ketika ia melihat mukjizat dua sisi lautan terbelah, bukankah seharusnya itu cukup mengerem tindakannya? Namun tak ada perubahan. Berakhirlah kisah Fir’aun di tengah lautan.

Kembali ke ayat 23, peruntukan ayat ini adalah untuk kaum Yahudi yang masih menolak dan menentang bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat. Yang masih saja membangkang sekalipun sudah dipatahkan dengan tantangan yang tidak bisa mereka penuhi. Sehingga Allah melanjutkan ayat berikutnya, QS Al-Baqarah, 2:24

 فَٱتَّقُوا۟ ٱلنَّارَ  

Balasan bagi mereka adalah neraka.

🤍

Adapun dakwah, tidak dengan cara menantang lawan untuk membuat surah. Bukan itu yang diteladankan nabi. Karena dakwah seharusnya kembali pada fitrah, menyentuh akal dan hati manusia. 

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 2. Al-Baqarah / 09. Al-Baqarah (Ayah 23-25) – A Deeper Look (28:51 – 31:08)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] The Hardest Challenge

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s