[VoB2021] Haal and Shifah : Any Different?


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-439

Topik: Pearls from Al-Kahfi

Jum’at, 3 September 2021

Materi VoB Hari ke-439 Pagi | Haal and Shifah : Any Different?

Oleh: Naima Bibianasyifa

#FridayAlKahfiWeek63Part1

Part 1 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ ٱلْكِتَٰبَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُۥ عِوَجَاۜ قَيِّمًا 

Ustaz memberikan penjelasan mengenai ayat ini, khususnya di perpotongan ayat, yang membuat kita harus berhenti namun dan menahan napas. Dalam ilmu tajwid, dinamakan saktah.

Jika diartikan secara kasar, ayat ini berarti :

“Dan Allah tidak menaruh kebengkokan di dalamnya, “

Ayat ini disebut sebagai Haal , Haal ini lebih daripada Shifah , yaitu kata sifat. Haal adalah sifat yang dapat dilihat, diobservasi, diteliti, kondisi nyata sesuatu. 

Ustaz mencontohkan dengan siswanya :

1. Jika siswa itu sedang tertidur, dan Ustaz menyebut dia itu pintar, berarti kepintarannya merupakan sifatnya. Itu arti Shifah

2. Jika Ustaz mengatakan dia sedang tidur, maka itu Haal , karena nyatanya siswa itu memang sedang tidur. 

Karena ayat ini disebut Haal , dapat diartikan menjadi: status Al-Qur’an sebagai Kitabullah tidak memiliki cacat, namun hanya nampak ketika seseorang berusaha meneliti, menjalin kedekatan dengan Al-Qur’an. 

Dan yang membingungkan bagi para ahli tafsir adalah, bagian saktah tadi. Kenapa kedua Haal itu terpisah, dan kenapa urutannya terbalik? 

Haal dapat berbentuk kata atau kalimat, dan pastinya lebih mudah mengartikan suatu kata daripada suatu kalimat, namun kenapa dia tidak disebut lebih dulu? 

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Surah/ Deeper Look/ 13. Al-Kahf  (Ayah 1d)  (08.24-14.20) 


Materi VoB Hari ke-439 Siang | Now There’s I’tiradh? Where Does This End? And What Does This Mean?

Oleh: Naima Bibianasyifa

#FridayAlKahfiWeek63Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Pendapat lain mengenai ayat pertama Al-Kahfi, bahwa ayat ini adalah jumlah al-i’tiradh. Suatu kalimat dalam kalimat. 

Ustaz contohkan dengan sebuah tulisan :

“I ate a Zeus Burger, it was epic! Yesterday” 

Agak gak nyambung kan? Meskipun kita tahu artinya apa, Ustaz makan Zeus Burger yang rasanya enak bangeet.. 

Pendapat indah mengenai ayat ini, adalah ayat pertama ini merupakan jumlah al-i’tiradh. Allah sangat ingin mengagungkan Al-Qur’an sampai Allah masukkan dahulu pujian Allah. Subhaanallah.. 🤩

Pendapat yang lain mengatakan bahwa ini adalah jumlah al-haal. Seperti yang disebut di part sebelumnya. 

Ustaz menerangkan, jika ingin mendefinisikannya sebagai jumlah al-haal, maka و  dalam ayat tersebut, tidak diartikan sebagai “dan”, melainkan ” sebagai” atau “selagi”.

Bisa jadi : 

1. “Allah telah menurunkan pada hamba-Nya kitaab yang selagi itu tidak dibiarkan Allah ada kecacatan padanya.”

2. “Allah telah menurunkan kepada hamba-Nya kitab yang sebagai sebuah kitaab tidak memiliki kecacatan.”

Sudah lama membahas tata bahasa, satu pertanyaan muncul di benak kepala, ini maksudnya apa?? 🤔

Ternyata ayat ini mengajarkan konsep untuk menyiapkan diri terlebih dahulu baru menyiapkan orang lain. 

Bagaimana Allah menyebut Nabi Muhammad terlebih dahulu baru kitaab, alasannya adalah, untuk menyebarkan suatu kitaab yang ajarannya tidak ada kecacatan, membutuhkan ‘abd yang juga sempurna.

 Karena arti dari ‘abd adalah, orang yang menjaga hubungan dirinya pada Allah. 

Dengan kesempurnaan Al-Qur’an pula, Al-Qur’an dapat menjadi petunjuk yang membawa orang kepada kebenaran. Menjadikan orang lurus ke arah yang benar. 

Dan karena Al-Qur’an tidak memiliki kecacatan di dalamnya, maka ajaran yang terkandung di Al-Qur’an, selalu akurat, selalu benar, dan selalu pas bagi setiap zaman. 

Tauhid yang diajarkan kepada Rasulullah dan para sahabat, pada tabi’in dan pengikutnya, sama dengan yang kita punya sekarang. 

Allah sebutkan kualitas Qur’an yang flawless lebih dulu dari fungsinya, terpatri pada awal ayat dan akhirannya. Subhaanallah , betapa indahnya Al-Qur’an. 

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Surah/ Deeper Look/ 13. Al-Kahf  (Ayah 1d)  (14.21-22.35)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s