[VoB2021] Nasihat Darinya Berpengaruh


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-438

Topik: Divine Speech

Kamis, 2 September 2021

Materi VoB Hari ke-438 Pagi | Nasihat Darinya Berpengaruh

Oleh: Rendy Noor Chandra

#ThursdayDivineSpeechWeek63Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Yusuf ‘Alayhissalam adalah nasihat dari seorang ayah pada usia anak yang masih belia bisa sangat berpengaruh dan membuat sang anak mampu bertahan pada usia remaja. 

👨‍👦👨‍👦👨‍👦

Karena seorang pemuda tanpa seorang ayah dan seorang ibu yang berada pada suatu kondisi di mana berada dalam satu kamar dengan seorang perempuan yang mengatakan, “Bermainlah bersamaku!”, yang mengarah pada tindakan asusila, pemuda ini malah mundur dan menjauh.

Enggan melakukan perbuatan asusila bersama dengan wanita tadi.

Satu-satunya tarbiyah yang ia dapatkan adalah dari ayahnya sewaktu ia masih kecil. Hanya itu.

👨‍👦👨‍👦👨‍👦

Kemudian ia dijebloskan ke dalam penjara. Ketika di dalam penjara, ia berbicara dengan dua orang pemuda. 

“Ngomong-ngomong guys… aku mengikuti agama ayahku.”

👨‍👦👨‍👦👨‍👦

Ia bahkan membicarakan ayahnya dalam penjara. Kapan ia belajar tentang ayahnya? Ketika ia masih anak-anak. Yang kita bisa ambil pelajaran dari ayat awal surah Yusuf ini adalah betapa dahsyatnya pengaruh pendidikan anak di usia dini.

Khususnya pendidikan dari siapa? Dari ayah.

👨‍👦👨‍👦👨‍👦

Begitulah sedikit penggalan kisah Nabi Yusuf yang rendah hati.  

Dalam Islam, kita menghargai konsep rendah hati. Kita dianjurkan untuk rendah hati dalam keseharian kita. 

“Jangan memuji orang lain! Jangan membuat dia jadi arogan!”

👨‍👦👨‍👦👨‍👦

Suami tidak pernah memuji istrinya. Kita harus tetap membuat istri rendah hati. Para suami akan membantu dengan tidak memuji. Para istri sudah banyak membantu suami, sehingga suami membantunya supaya tidak arogan.

Sama halnya dengan sebagian dari kita yang mungkin punya tekanan darah tinggi, sedangkan suaminya punya tekanan darah rendah. Maka istrinya membantu agar tekanan darah suaminya tetap tinggi.

😬😬😬😆

👨‍👦👨‍👦👨‍👦

Di satu sisi ada kerendahhatian, apa yang ada di sisi lainnya?

Kesombongan, arogansi.

Apakah Islam mengajarkan kesombongan? Mendorong orang menjadi sombong?

Tentu saja tidak.

👨‍👦👨‍👦👨‍👦

Dalam diri kita seharusnya tidak ada rasa sombong. Kalau kita punya sedikit saja rasa sombong kita tidak bisa masuk ke dalam surga.

Tapi yang menjadi masalah adalah ketika banyak dari umat muslim yang tidak paham bedanya kesombongan dan percaya diri. Islam tidak mengajarkan manusia menjadi sombong tapi Islam tidak 

menentang manusia untuk percaya diri.

👨‍👦👨‍👦👨‍👦

Jadi apa bedanya arogan dan percaya diri?

Insya Allah bersambung.

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Courses / Divine Speech / 09. Order Within a Surah (35:40 – 38:06)


Materi VoB Hari ke-438 Siang | 😏 VS 😉 Sombong atau Percaya Diri?

Oleh: Rendy Noor Chandra

#ThursdayDivineSpeechWeek63Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Surah Yusuf mengajarkan kita perbedaan sombong dan percaya diri. 

Dulu di Amerika Serikat ada wilayah yang jumlah muslimnya relatif lebih banyak dari wilayah lain. Contohnya, New York punya populasi muslim yang cukuo banyak. Begitu juga Houston dan California. 

😏 VS 😉

Tapi, ada juga wilayah yang populasi muslimnya sangat sedikit. Ada kampus yang muslimnya hanya 4 orang. Kampus yang lain bisa mencapai 4000 orang. Kalau kita pergi ke  kota ini, kita hanya akan menemukan 3 orang mahasiswa muslim. Sementara 2 orang di antara mereka tidak tahu bacaan sholat dalam Bahasa Arab, mereka sholat dalam Bahasa Inggris. Sementara itu, satu orang lagi adalah seorang hafiz Qur’an. Dia bukan seorang alim ulama, tapi ia mampu menghafal seluruh Al Qur’an. 

Orang ini sangat rendah hati. Ketika hari Jum’at, mereka hendak sholat Jum’at bersama di salah satu ruangan kampus. 

😏 VS 😉

Di antara mereka bertiga, siapa yang seharusnya menjadi imam sholat? Tentu saja sang hafiz Qur’an.

Dua yang lain berkata “Bro, kamu lah yang jadi imam.”

Akan tetapi sang hafiz Qur’an begitu rendah hati sambil berkata, “Tidak , ya akhii kariim. Aku bukan siapa-siapa. Dosaku sangat banyak. Aku begitu tidak pantas berdiri di depan mimbar Rasulullah ﷺ. Kalian tidak tahu betapa banyak dosaku.  Aku hanyalah makhluk yang hina. “ 😢😢

“Aku tahu kau makhluk yang hina, tapi kalau bukan kau yang jadi imam, dia akan memimpin sholat dengan Bahasa Inggris. Bisakah kau saja yang jadi imam, dude?”😅

😀😀😀

😏 VS 😉

Masalah sang hafiz yang super rendah hati ini adalah ia belum memahami perbedaan sombong dan percaya diri. Ada situasi di mana Allah mengharapkan kita untuk maju sebagai seorang laki-laki, sebab kalau tidak begitu, tidak akan ada yang mau mengambil tanggung jawab itu. Atau tanggung jawab itu akan diambil oleh orang yang tidak berkompeten. 

Oleh karena itu, lakukanlah yang harus dilakukan. 

😏 VS 😉

Fakta bahwa Ustaz Nouman menyampaikan seminar beliau yang berjudul Divine Speech atau terjemahnya adalah Kalam Ilahi di Malaysia ini, sebenarnya Ustaz Nouman merasa malu berdiri di panggung tersebut. Kenapa?

Karena beliau dari Amerika Serikat yang mayoritas non-muslim menyampaikan materi tentang Al-Qur’an di negara yang mayoritas muslim. Seharusnya, Ustaz Nouman bukan datang ke Malaysia untuk mengajar, tapi belajar. 

Ustaz percaya ada di antara penonton seminar beliau ini yang lebih paham Al-Qur’an jauh melebihi beliau. Beliau yakin. 

😏 VS 😉

Di Amerika Serikat juga ada ulama yang lebih memahami Al-Qur’an dari Ustaz Nouman. Jika Ustaz dibandingkan dengan para ulama itu, Ustaz Nouman merasa bahkan dirinya tidak lebih dari seorang anak TK. 

Kemudian ada orang yang lebih berilmu datang menemui Ustaz Nouman dan berkata,

“Kenapa Anda repot-repot ceramah tentang Al-Qur’an?”

Ustaz Nouman menjawab, “Saya merasa percaya diri bukan karena merasa lebih tahu, tapi saya percaya diri orang akan mendapat manfaat dari apa yang saya ajarkan. Saya harapkan ada orang yang lebih berilmu dan mau mengajarkan saya apa yang tidak saya ketahui.”

“Kemudian orang itu mengajari saya lebih baik dengan cara saya mengajar, dan akhirnya saya mengakui bahwa saya sudah tidak diperlukan lagi.”

Insya Allah bersambung pekan depan. 

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Courses / Divine Speech / 09. Order Within a Surah (38:06 – 41:40)


Catatan Tambahan Part 1

Suami tidak pernah memuji istrinya,dan suami perlu tetap membuat istri rendah hati dan membantu tidak arogan adalah candaan Ustaz Nouman dengan gaya khas beliau. 

Seorang suami seharusnya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan istrinya.


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] Nasihat Darinya Berpengaruh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s