[VoB2021] Pertemuan Rasulullah dengan Waraqah bin Naufal


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-426

Topik: Historical Order

Sabtu, 21 Agustus 2021

Materi VoB Hari ke-426 Pagi | Pertemuan Rasulullah dengan Waraqah bin Naufal

Oleh: Nita Fridayani

#SaturdayHistoricalOrderWeek61Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Melanjutkan pembahasan minggu sebelumnya mengenai proses turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, yaitu surat Al-‘Alaq.

Dalam sebuah hadits Shahih Bukhari No. 4953 disebutkan bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dengan badan yang menggigil, kembali kepada Khadijah seraya berkata, “Selimutilah aku.. Selimutilah aku.” Hingga perasaan takut beliau pun hilang.

Setelah itu, beliau berkata kepada Khadijah, “Wahai Khadijah, apa yang terjadi denganku, sungguh aku merasa khawatir atas diriku sendiri.” Akhirnya, beliau pun menuturkan kejadian yang beliau alami.

Khadijah berkata, “Tidak. Bergembiralah engkau. Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selama-lamanya. Sesungguhnya engkau benar-benar seorang yang senantiasa menyambung silaturahmi, seorang yang jujur kata-katanya, menolong yang lemah, memberi kepada orang yang tak punya, engkau juga memuliakan tamu dan membela kebenaran.” 

Khadijah pergi membawa beliau bertemu dengan Waraqah bin Naufal yang merupakan anak pamannya Khadijah, yakni saudara bapaknya. An Naufal adalah seorang penganut agama Nasrani pada masa jahiliah.

Sekiranya aku masih muda, dan sekiranya aku masih hidup…” Ia mengatakan beberapa kalimat. 

Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bertanya, “Apakah mereka akan mengusirku?” 

Waraqah menjawab, “Ya, tidak ada seorang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa, kecuali ia akan disakiti. Dan sekiranya aku masih mendapati hari itu, niscaya aku akan menolongmu dengan pertolongan yang hebat.” 

Tidak lama kemudian, Waraqah pun meninggal, sementara wahyu terputus hingga membuat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sedih.

Insya Allaah bersambung ke part berikutnya.

Sumber: Bayyinah TV / Home / Quran / Surah / 96. Al-‘Alaq / 01. Al-‘Alaq (Introduction) – Concise Commentary (05.34-30.48)


Materi VoB Hari ke-426 Siang | Poin Penting Mengenai Turunnya Surat Al-‘Alaq

Oleh: Nita Fridayani

#SaturdayHistoricalOrderWeek61Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Setelah Waraqah bin Naufal (sepupu Khadijah yang mendalami beberapa kitab sebelum Al-Qur’an) meninggal, wahyu berhenti turun beberapa waktu.

Ustadz menjelaskan terdapat 3 poin yang perlu kita soroti dari pembukaan surat Al-‘Alaq ini, di antaranya:

1️⃣

Surat Al-‘Alaq dibuka dengan perintah Allah untuk setidaknya membaca dua kali.

Perintah ini terdapat pada ayat pertama dan ayat ketiga. Kedua ayat tersebut meminta kita untuk membaca dengan menyebut nama Allah, yaitu Dzat yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah dan mentranformasinya menjadi manusia utuh dan dapat membaca.

2️⃣

Kita adalah manusia tanpa pengetahuan kecuali Allah mengajarkan kita akan hal itu.

Masih berhubungan dengan poin pertama dimana secara fisik kita diciptakan dari kedudukan yang rendah sampai di posisi kita bisa membaca. Sementara di pesan kedua ini secara spiritual dan intelektual Allah telah membuat kita pantas akan wahyu yang diberikan sebagai pedoman hidup.

3️⃣

Kata Iqra di awal berdasarkan pendapat para ulama bukan hanya berarti perintah untuk membaca Al-Qur’an, tetapi juga untuk menunaikan salat.

Dengan kata lain, mendirikan salat dengan diiringi membaca Al-Qur’an dimana di awali dalam kondisi berdiri dan di akhir surat Allah perintahkan untuk bersujud.

Secara teks, surat Al-‘Alaq mudah dipahami, namun secara konteks kita perlu memahami apa yang mendasari turunnya surat ini. Beberapa riwayat mengatakan bahwa Rasulullah bukan hanya bersama Jibril ‘alaihi salam, melainkan Israfil beberapa waktu sampai Al-Qur’an turun kembali secara berangsur-angsur.

Insya Allaah dilanjutkan di part berikutnya pekan depan.

Sumber: Bayyinah TV / Home / Quran / Surah / 96. Al-‘Alaq / 01. Al-‘Alaq (Introduction) – Concise Commentary (30.49-35.23)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s