[VoB2021] Susunan yang Indah dan Berkaitan


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-424

Topik: Divine Speech

Kamis, 19 Agustusi 2021

Materi VoB Hari ke-424 Pagi | Belum Puas dengan Bukti Tekstual

Ditulis oleh: Heru Wibowo

#ThursdayDivineSpeechWeek61Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Ada yang menarik terkait proteksi serangan setan dari dalam. Yang diproteksi dengan surah An-Naas. Terutama di ayat yang kelima.

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥

Alladzii yuwaswisu fii shuduurinnaas.

“Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.”

Bahasa yang indah. Kejahatan itu dibisikkan ke dalam “dada” manusia. Bukan ke dalam “hati” manusia.

Setan punya akses ke manusia. Pintu masuknya adalah dada, bukan hati. Apa bedanya?

Dada menunjukkan sebuah tempat. Hati adalah sesuatu yang ada di dalam dada.

Bayangkan sebuah istana. Ada dinding yang tinggi yang mengitari istana itu. Dindingnya memutar dan melingkar di sekeliling istana itu.

Setan diberi akses untuk memasuki pintu gerbang dinding istananya. Jadi setan bisa masuk ke pelataran atau halaman istana. Tapi tidak bisa masuk ke dalam istananya itu sendiri.

Allah tidak mengizinkan setan masuk ke hati kita. Yang bisa membuka pintu hati kita untuk setan adalah diri kita sendiri.

Itulah mengapa ayat ini tidak berbunyi alladzii yuwaswisu fii quluubinnaas. Tapi fii shuduurinnaas.

Begitulah pembahasan 10 surah terakhir di Al-Qur’an. Segala sesuatunya terhubung dan mengalir begitu indah. Dan pada saat yang sama, terbangun sebuah argumen yang komprehensif.

Ustaz menyebutkan sebuah contoh lain yang menarik.

Ada sebuah surah yang bercerita tentang orang-orang yang ada di neraka. Ada percakapan di antara mereka. “Kita disiksa di sini, tapi aku tidak melihat orang-orang itu. Mereka yang aku pikir pecundang itu.”

Yang mereka bicarakan adalah orang-orang muslim. Mereka tidak melihat orang-orang muslim itu di neraka. Karena orang-orang muslim itu ada di surga.

Lalu di surah berikutnya, ada percakapan serupa, tapi kebalikannya. Ada sekelompok orang yang ada di surga. Salah satunya bertanya, “Di mana teman-temanku di dunia?”

Teman-teman mereka itu berada di neraka. Di dunia, mereka bisa berteman, tapi akhir kesudahan di akhirat bisa berbeda 180 derajat.

Jadi Allah melukiskan sebuah gambaran di sebuah surah, lalu Allah melukiskan gambaran kebalikannya di surah selanjutnya.

Allah melakukannya di seluruh Al-Qur’an. Susunannya begitu indah dan berkaitan. 

Tapi keindahan dan keterkaitan itu tidak mudah kita kenali jika kita mengandalkan terjemahan semata. Diperlukan usaha untuk mengenali dan memahaminya.

Makin keras usaha kita, makin indah insyaallah yang akan kita dapatkan. Makin luar biasa insyaallah hasilnya.

Dan insyaa Allaah kita lanjutkan di part berikutnya.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Courses / Divine Speech / 09. Order Within a Surah (18:04 – 20:43)


Materi VoB Hari ke-424 Siang | Simetri yang Sempurna di Surah Yusuf

Ditulis oleh: Heru Wibowo

#ThursdayDivineSpeechWeek61Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kita sudah membahas hubungan antar surah. Sekarang kita akan membahas apa yang terjadi di dalam sebuah surah.

Yang akan kita bahas adalah kisah Nabi Yusuf ‘alayhis salaam. Yang ada di surah Yusuf, surah ke-12 dari Al-Qur’an.

Sekali lagi, mengandalkan terjemahan saja, akan sulit membuat kita menemukan keindahan susunan dari sebuah surah.

Dengan usaha yang memadai, kita bisa menemukan keindahannya. Salah satunya adalah mendapatkan simetri pada surah Yusuf.

Inilah simetri pada surah Yusuf tersebut:

▶️▶️▶️▶️▶️▶️

A. Mimpi Nabi Yusuf (ayat 4-6)

B. Rencana saudara-saudara Nabi Yusuf (ayat 8-18)

C. Usaha istri Sang Menteri menggoda Nabi Yusuf (ayat 23-29)

D. Usaha serupa dari perempuan-perempuan Mesir (ayat 30-31)

E. Hukuman penjara untuk Nabi Yusuf (ayat 35)

F. Mimpi Sang Raja (ayat 43-44)

🔄🔄🔄🔄🔄🔄

G. Interpretasi terhadap mimpi Sang Raja (ayat 45-49)

H. Pembebasan Nabi Yusuf dari penjara (ayat 50)

I. Pengakuan dari perempuan-perempuan Mesir diikuti oleh pengakuan istri Sang Menteri (ayat 51)

J. Saudara-saudara Nabi Yusuf mendapatkan pelajaran (ayat 58)

K. Interpretasi terhadap mimpi Nabi Yusuf (ayat 100).

⏹️⏹️⏹️⏹️⏹️⏹️

Pasangan simetrinya adalah sebagai berikut: 

(1) A dengan K,

(2) B dengan J,

(3) C dan D dengan I, 

(4) E dengan H, serta 

(5) F dengan G.

Kita bisa membagi surah Yusuf menjadi dua bagian. Bagian pertama berisi masalah dan bagian kedua berisi solusi atas masalahnya.

Bagian pertama diwakili oleh A sampai dengan F pada simetri tadi. Bagian kedua diwakili oleh G sampai dengan K pada simetri tadi.

Setiap masalah yang muncul pada bagian pertama di surah Yusuf, solusinya diberikan di bagian kedua di surah Yusuf dalam urutan yang terbalik, membuat surah Yusuf membentuk simetri yang sempurna.

Subhaanallaah.

Insyaa Allaah kita lanjutkan di part berikutnya.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Courses / Divine Speech / 09. Order Within a Surah (20:43 – 23:13)

Materi VoB Hari ke-424 Sore | Al-Qur’an is Not Speech that is Made-up

Ditulis oleh: Heru Wibowo

#ThursdayDivineSpeechWeek61Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Saat Ustaz mengikuti kelas literatur di tahun pertama kuliah, ada tugas untuk membandingkan kisah Josef di Bible dengan kisah Yusuf di Qur’an.

Perlu diketahui bahwa saat itu Ustaz belum pernah ikut kelas bahasa Arab maupun kajian-kajian Islam. Bahkan parahnya, Ustaz saat itu belum tertarik untuk mempelajari agama sama sekali.

Ada bahan bacaan yang diberikan saat itu. Ustaz mempelajarinya dan berpikir bahwa ulasan di Bible tentang Nabi Yusuf itu lebih detail. Begitu pikir Ustaz, saat itu.

Profesornya bilang bahwa kisah Yusuf di Qur’an itu terlalu ringkas. Bisa dibilang, tidak menambah apa-apa terhadap kisah Josef di Bible.

Itu dulu.

Sekarang, Ustaz justru begitu terpesona dengan kisah Yusuf di Al-Qur’an. Apalagi setelah Ustaz untuk pertama kalinya mengetahui ada simetri di surah Yusuf.

Bayangkan! 

Al-Qur’an turun dengan oral tradition with no edits. Rasulullah mengucapkannya tanpa ada ralat terhadap ucapan Beliau, sedikit pun.

Hasilnya, seperti ini. Kita bisa menyaksikannya sendiri. Kata demi kata, kalimat demi kalimat yang keluar melalui ucapan Rasulullah itu ternyata membentuk simetri yang sempurna.

Maka, tidak mengherankan, di akhir surah Yusuf, Allah menyatakan, maa kaana hadiitsan yuftaraa.

لَقَدْ كَانَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِى الْأَ لْبَابِۗ مَا كَانَ حَدِيْثًا يُّفْتَرٰى وَلٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ ࣖ ١١١

“Sungguh, pada kisah mereka benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat. (Al-Qur’an) bukanlah cerita yang dibuat-buat, melainkan merupakan pembenar (kitab-kitab) yang sebelumnya, memerinci segala sesuatu, sebagai petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS Yusuf, 12:111)

Al-Qur’an is not speech that’s made up. Al-Qur’an bukanlah cerita yang dibuat-buat.

Ini adalah kesimpulan penting yang Allah sampaikan di bagian akhir dari surah Yusuf.

Insyaa Allaah kita lanjutkan minggu depan.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Courses / Divine Speech / 09. Order Within a Surah (23:13 – 24:54)

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s