[VoB2021] Introduction to Surat Al-‘Alaq


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-419

Topik: Historical Order

Sabtu, 14 Agustus 2021

Materi VoB Hari ke-419 Pagi | Introduction to Surat Al-‘Alaq

Oleh: Icha Farihah

#SaturdayAlAlaqWeek60Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Hari ini, kita akan memulai pembahasan baru, yaitu surat ke-96, Al-‘Alaq. Surat ini disebut juga sebagai surat Iqra’.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan lainnya, bagian pertama dari surat ini merupakan wahyu paling awal yang diberikan kepada Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa salam.

Dengan demikian, tugas kita di sini tidak hanya mempelajari suratnya saja, melainkan kita akan mempelajari hadis riwayat Bukhari tentang turunnya surat Al-‘Alaq.

Selain itu, Ustaz akan membagikan kepada kita rumus-rumus penting dalam mempelajari asbabun nuzul, konteks turunnya suatu ayat, sehingga membuat kita merasa lebih yakin dan mengerti.

Sebenarnya, ada dua cara atau seringnya satu cara melihat hubungan dari bagaimana suatu wahyu digambarkan.

Kita sering membaca suatu wahyu turun karena adanya keadaan-keadaan tertentu di masa Rasulullah shalallaahi ‘alayhi wa salam sehingga sebelum kita mempelajari isi suratnya, kita harus mengerti kenapa surat itu diturunkan, apa konteks yang terjadi. 

Karena kita tidak akan mengerti suatu wahyu dari Al-Qur’an, kecuali kita mengerti tentang konteks turunnya wahyu tersebut.

Jadi, mengetahui suatu insiden yang terjadi saat turunnya suatu wahyu merupakan hal penting karena itu akan memberikan jalan untuk memahami wahyu yang kita pelajari secara lebih luas.

Bersambung insyaAllah.

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Surahs/ 96.Al-Alaq/ 01. Al-‘Alaq (Introduction) – Concise Commentary (00:00-02:08)


Materi VoB Hari ke-419 Siang |  Memahami Ayat untuk Memahami Asbabun Nuzul

Oleh: Icha Farihah

#SaturdayHistoricalOrderWeek60Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Mengetahui asbabun nuzul dari suatu wahyu merupakan hal penting karena dapat membantu pemahaman kita.

Akan tetapi, ada cara lain lagi yang jauh lebih benar, yaitu: 

“Kita tidak dapat memahami suatu kejadian yang menyebabkan turunnya suatu ayat sampai kita memahami apa yang telah dilakukan ayat tersebut terhadap apa yang terjadi.”

Ada alasan tersendiri kenapa Allah menyebut Al-Qur’an sebagai cahaya. Cahaya tidak seharusnya ditaruh di atas cahaya lainnya, ia perlu diletakkan pada tempat yang gelap untuk menerangi sekitarnya.

Sebagai contohnya, ketika seseorang dihadapkan pada kondisi tertentu, ia bingung dan tidak tahu harus melakukan apa, maka Al-Qur’an datang dan menerangi jalannya sehingga ia tahu apa yang harus ia lakukan.

Jadi, asbabun nuzul akan membuat pemahaman kita terhadap Al-Qur’an lebih baik, tapi dengan prinsip yang berkebalikan, Al-Qur’an yang malah akan mengubah sudut pandang kita terhadap konteks sejarah yang terjadi di masa lalu.

Untuk lebih memahaminya, kita ambil contoh dari Al-Kautsar.

Di dalam surat Al-Kautsar, konteks turunnya surat tersebut adalah kejadian ketika Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa salam kehilangan anaknya. 

Di masa yang menyedihkan itu,  Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa salam mendapat cobaan lainnya berupa kata-kata buruk yang dilontarkan dari keluarganya sendiri, yaitu Abu Lahab. 

Kejadian itu merupakan hal yang paling buruk yang pernah Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wasalam alami, semua kesedihan, perasaan depresi, dan sakit hati dirasakan sang Rasul. Maka, Allah menurunkan surat Al-Kautsar sebagai penawar hatinya. 

Surat ini Allah turunkan untuk memberikan kebahagiaan kepada sang Rasul, tapi jika diperhatikan di dalam surat Al-Kautsar, konteks yang sedang terjadi adalah tentang Abu Lahab, tapi kejadian itu malah terletak di ayat paling akhir, yaitu ayat ketiga.

Di ayat pertama dan kedua, Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa salam diingatkan bahwa ia telah diberikan kebahagiaan berupa Al-Kautsar (nikmat yang banyak) dan Allah menyerunya untuk merayakan kebahagiaan itu seperti hari Ied, melaksanakan shalat dan melakukan kurban. 

Di ayat ketiga, barulah disebutkan masalah yang sesuai konteks turunnya ayat.

Dari sini, kita bisa mengambil hikmah bahwa tentang prioritas yang Allah ajarkan kepada sang Rasul. Bukan Abu Lahab dan hujatannya yang terpenting, tapi nikmat yang telah Allah berikan.

Surat Al-Kautsar yang paling pendek tersebut mengubah pandangan sang Rasul dalam menghadapi masalahnya.

Begitu juga cara kerja Al-Qur’an secara keseluruhan. Al-Qur’an mampu mengubah persepsi kita terhadap kejadian yang kita alami.

Jadi, melalui pemahaman kita mengenai bagaimana ayat menjadi penerangan terhadap suatu konteks yang terjadi di masa lalu dapat mengubah persepsi kita dalam melihat apa yang sedang kita hadapi.

Bersambung insyaAllah.

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Surahs/ 96.Al-Alaq/ 01. Al-‘Alaq (Introductuion) – Concise Commentary (02:08-04:01)


Materi VoB Hari ke-419 Sore |  Al-Qur’an Sebagai Komentator

Oleh: Icha Farihah

#SaturdayHistoricalOrderWeek60Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Ada sebuah analogi yang dibuat Ustaz untuk membantu kita mengerti tentang Al-Qur’an lah yang menerangkan sebuah asbabun nuzul.

Terdapat banyak kejadian di dunia yang bisa kita saksikan melalui liputan berita, media, atau penjelasan secara politik, jurnalistik, dan lain-lain.

Sebuah kamera yang digunakan untuk meliput kejadian akan memberikan gambaran tentang apa yang terjadi, sedangkan seorang komentator membantu kita mengerti apa yang sedang terjadi. Sebuah berita hanya dengan gambar tidak akan lengkap tanpa penjelasan. Seorang komentator mengisi gap itu supaya para penonton mengerti kejadian yang terjadi.

Begitu juga dengan kehidupan Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa salam.

Al-Qur’an berperan sebagai komentator dari kejadian-kejadian yang berlangsung. Al-Qur’an bertugas menerangkan apa yang terjadi melalui sudut pandang Allah ta’ala dengan kebenaran yang tidak mungkin salah.

Terdapat satu hadis panjang yang dinarasikan oleh Aisyah radhiyallahu anha dan diriwayatkan oleh Bukhari. Hadis ini berisi tentang beberapa kejadian yang dialami sang Rasul shalallaahu ‘alayhi wa salam sebelum surat Al-‘Alaq diturunkan sebagai wahyu pertama.

Hadis ini perlu dibahas karena nantinya akan ada benang merah antara pengalaman-pengalaman yang dialami Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa salam dan bagaimana ayat-ayat awal surat Al-‘Alaq menerangkan kejadian-kejadian tersebut. 

“Awal turunnya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dimulai dengan ar ru’ya ash shadiqah (mimpi yang benar dalam tidur). Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi rasa ingin untuk menyendiri. Nabi pun memilih gua Hira dan ber-tahannuts. Yaitu ibadah di malam hari dalam beberapa waktu. Kemudian beliau kembali kepada keluarganya untuk mempersiapkan bekal untuk ber-tahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hira. Malaikat Jibril datang dan berkata: “Bacalah!” Beliau menjawab: “Aku tidak bisa baca”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: “Bacalah!” Beliau menjawab: “Aku tidak bisa baca”. Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: “Bacalah!”. Beliau menjawab: “Aku tidak bisa baca”. Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)” (HR. Bukhari no. 6982, Muslim no. 160).

Bersambung insyaAllah pekan depan.

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Surahs/ 96.Al-Alaq/ 01. Al-‘Alaq (Introduction) – Concise Commentary (04:01-05:33)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] Introduction to Surat Al-‘Alaq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s