[VoB2021] Log Kya Kahenge: The Situation of Islam’s Youths


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-398

Topik: Parenting

Sabtu, 24 Juli 2021

Materi VoB Hari ke-398 Pagi | Log Kya Kahenge: The Situation of Islam’s Youths 

πŸ’›πŸ’™πŸ’›πŸ’™πŸ’›πŸ’™πŸ’›πŸ’™

Oleh: Naima Bibianasyifa

#SaturdayParentingWeek57Part1

Part 1 

بِسْمِ اللّٰهِ Ψ§Ω„Ψ±ΩŽΩ‘Ψ­Ω’Ω…Ω°Ω†Ω Ψ§Ω„Ψ±ΩŽΩ‘Ψ­ΩΩŠΩ’Ω…

-1-  

Cerita Ustaz dengan kedua orang tua ini berlanjut. Ustaz menyatakan dua kenyataan pahit jika sikap buruk orang tua ini terus berlanjut:

  1. Dia akan menurut pada orang tuanya, namun dia akan membenci orang tuanya seumur hidupnya dan nantinya, dia hanya akan menghancurkan kehidupan perempuan lain di pernikahannya. Karena dia tak lagi bersih.
  2. Dia akan tetap bersama si teman perempuan dan meninggalkan orang tuanya begitu juga dengan Islam.

Ustaz berusaha memberi saran, salah satunya adalah untuk menerima kenyataan.

Karena melihat dari perilaku sang ayah dari anak laki-laki tersebut, Ustaz mengingatkan bahwa mendiamkan anak bukanlah solusi.

 “Dengan mendiamkan anak, itu berarti anda sedang memutus diri anda dengan anak anda.” Ucap Ustaz. 

-2-  

Yang kedua Ustaz sarankan agar mereka mengiyakan keinginan sang anak yang ingin menikah dengan teman perempuannya itu. Namun sang orang tua hanya menerima jika si perempuan menjadi seorang mualaf, 

Bagi orang tua, ini adalah pil yang sangat pahit untuk ditelan. 

“Karena memang, jika dilihat dari sisi agama, ini sudah haram. Apa yang mereka lakukan sudah haram, jadi paling tidak sebagai orang tua, kita halalkan,” Ujar Ustaz

Membuatnya bersyahadat untuk bisa menjadi seorang muslim, meskipun itu hanya untuk formalitas kepada orang tua si laki-laki tersebut. 

 Kira-kira apa yang terjadi? 

 Si perempuan akan penasaran tentang Islam, mempelajarinya dengan serius, dan menjadi lebih beriman dari si laki-laki. Laki-laki itu pun beristighfar dan bertaubat karenanya. πŸ˜‡

Ketika menyatakan ini, Ustaz tidak menjamin bahwa ini akan terjadi, namun kenyataan di lapangan yang sudah dilihat sekian kali memberi hasil yang seperti itu. 

 Hal lain yang Ustaz sampaikan kepada audiens kajian tersebut adalah, untuk menerima, bahwa pandangan Islam pertama bagi seorang anak adalah orang tuanya. 

Hal ini menjadi suatu realitas tragis yang harus dialami oleh banyak kaum muslim dan komunitas muslim. 

Β Kenyataan bahwa di benak generasi pemuda Islam zaman sekarang, yang terjadi adalah Islam menjadi penyebab kerusakan hubungan dengan orang tua yang tidak mendukung karena alasan agama dan tradisi.

 Dan itu bersumber dari kurangnya pondasi intelektual, seperti yang di sebutkan di Pak Heru di VOB sebelumnya. 

 Melihat perintah menjadi suatu hambatan dan larangan, melihat tuntunan-tuntunan dari Allah dan dari nabi terhadap agama adalah suatu pembatas dalam kehidupan. Penghalang berekspresi bebas, dan itu didukung oleh lingkungan yang sangat mendukung kebebasan. πŸ˜”

“Karena Islam, aku jadi berantem dengan orang tuaku,”

“Kan Islam tidak membolehkan pacaran,”

“Aku tidak boleh menikah dengan orang ini karena etnisnya berbeda, dan dia bukan muslim.”

 Kenapa ini terjadi? Kenapa ini berkali-kali terjadi di komunitas muslim? 🧐

Ini terjadi ketika komunitasnya hanya fokus pada tradisi dan kebanggaannya. 

 “Log Kya Kahenge is more important than your life,” Ucap Ustaz. 

Apa yang dipikirkan orang lain itu jauh lebih penting daripada hidupmu. Suatu slogan dalam budaya Pakistan, Urdu, India. Namun, sangat erat dengan budaya kita. πŸ₯Ί

 Selanjutnya, ada pertanyaan dari seorang jamaah perempuan. Sepertinya dia bertanya, 

“Bagaimana jika kasus ini terjadi pada anak perempuan?”

Kira-kira apa ya nasihat Ustaz? 

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Courses/ Parenting/ 24. What to Do with Parenting (12.04-16.38) 

πŸ’›πŸ’™πŸ’›πŸ’™πŸ’›πŸ’™πŸ’›πŸ’™


Materi VoB Hari ke-398 Siang | “Astaghfirullah! How can this happen?!”Β  “No, that Astaghfirullah is there for a long time ago.”Β 

πŸ’™πŸ’›πŸ’™πŸ’›πŸ’™πŸ’›πŸ’™πŸ’›

Oleh: Naima Bibianasyifa

#SaturdayParentingWeek57Part2

Part 2 

بِسْمِ اللّٰهِ Ψ§Ω„Ψ±ΩŽΩ‘Ψ­Ω’Ω…Ω°Ω†Ω Ψ§Ω„Ψ±ΩŽΩ‘Ψ­ΩΩŠΩ’Ω…

Ketika Ustaz menjawab pertanyaan jamaah perempuan itu, seketika muka Ustaz terlihat kaget bercampur sedih. Ustaz lanjut dengan ucapan:

“Wallahi, they are the most painful cases,”

Demi Allah, ini adalah kasus yang paling menyakitkan. Terlebih bagi Ustaz, yang mempunyai empat anak perempuan. 

Terkadang, para orang tua sangat terkejut akan perubahan anaknya.

 Tiba-tiba membuka kerudung, bicaranya berubah, sikapnya kasar. Ustaz pun menjawab dengan keras. 

Bahwa orang tua pun punya andil dalam perubahan anak. Ketika membiarkan dia menonton film Disney, membiarkan dia pergi dengan temannya tanpa kejelasan, dan lainnya. 

Dan saat puncaknya terjadi, pasti kita bertanya-tanya. 

“Astaghfirullah! Kok bisa begini?!”

“Astaghfirullah nya sudah terjadi dari awalπŸ˜’, ” Ujar Ustaz. 

Lalu Ustaz, berusaha mengkoreksi beberapa “solusi” yang dilakukan orang tua muslim di Amerika. 

Bahwa memulangkan dia balik ke negara asalnya, bukanlah suatu solusi. Membuat dia menikahi orang lain, itu bukan solusi. Yang paling krusial, berpura-pura kalau masalah itu tidak nyata, bukanlah solusi. 

Semoga kita menjadi tempat berpulang bagi anak-anak kita. Jazakumullahu khayran.. 

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Courses/ Parenting/ 24. What to Do with Parenting (16.38-20.43)

πŸ’™πŸ’›πŸ’™πŸ’›πŸ’™πŸ’›πŸ’™πŸ’›


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🀲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.πŸ™

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] Log Kya Kahenge: The Situation of Islam’s Youths

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s