[VoB2021] Allah Menciptakan Kita Supaya Allah Bisa Menunjukkan Kasih Sayang-Nya


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-394

Topik: Pearls from Al Baqarah

Selasa, 20 Juli 2021

Materi VoB Hari ke-394 Pagi | Allah Menciptakan Kita Supaya Allah Bisa Menunjukkan Kasih Sayang-Nya

Oleh: Heru Wibowo

#TuesdayAlBaqarahWeek57Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Allah itu luar biasa ya. Allah itu Tuan yang baik. Sangat-sangat baik. Terlalu baik. Baik tak terbayangkan.

Bayangkan saja jika kita menjadi majikan atau tuan. Lalu mereka yang bekerja untuk kita melakukan kesalahan. Atau menipu kita. Atau malah menganggap kita tidak ada. Akan seperti apa kemarahan kita?

Tapi Allah memang Tuan yang luar biasa baik. Berapa banyak manusia yang ateis yang tidak mengakui keberadaan-Nya? Tapi tetap dibiarkan-Nya hidup.

Berapa banyak orang yang telah meninggalkan Islam dan justru berbalik mengutuk Al-Qur’an? Allah membiarkan mereka hidup.

Mereka tetap bisa makan. Mereka tidak punya masalah perut dan pencernaan. Jantung mereka masih berdetak. Paru-paru mereka masih berfungsi normal. Hidup mereka pun penuh kebahagiaan. 

Dari mana mereka mendapatkan itu semua? Dari Ar-Rahman. Allah masih tetap sayang sama mereka.

Mari kita tengok kembali Al-Fatihah. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Rabb. Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin.

Apa kualitas pertama dari Rabb yang dijelaskan di Al-Fatihah? Ada di ayat setelahnya. Arrahmaanirrahiim. 

Sedangkan kualitas Rabb di ayat yang sedang kita bahas sekarang, Al-Baqarah 21, adalah alladzii khalaqakum walladziina min qablikum

“Dia yang menciptakan kamu.”

Ayat ini sebenarnya sangat mengesankan. Allah menciptakan Anda dan saya, adalah sebuah tindakan yang menunjukkan kasih sayang-Nya.

Hidup yang Allah anugerahkan untuk kita ini, adalah sebuah tindakan yang menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang Allah. Ada “ikatan cinta” dari Allah kepada kita dalam tindakan-Nya menciptakan kita itu.

Ada orang-orang yang begitu tidak berterima kasih atas anugerah kehidupan sehingga mereka bilang, “I didn’t ask to be created.”

Mereka bilang bahwa mereka tidak minta untuk diciptakan. Atau, dengan versi yang sedikit berbeda, mereka tidak pernah meminta untuk diciptakan.

Ada lagi yang bilang, “I didn’t ask to be here.” Mereka tidak pernah meminta untuk berada di dunia ini.

Mereka kadang-kadang juga mengajukan pertanyaan, “Why do you have to make me?” Mereka mempertanyakan mengapa Allah harus menciptakan mereka.

Kasihan sekali mereka!

Mereka telah menampakkan kebodohan yang nyata. Tidak punya apresiasi terhadap anugerah paling berharga dari Rabb mereka.

Kehidupan bukanlah hukuman. Kehidupan bukanlah kutukan. Kehidupan adalah wujud kasih sayang Tuhan.

Islam sangat jauh dari paham yang menyatakan bahwa umat manusia sejak Nabi Adam adalah umat yang terkutuk.

Islam sangat jauh dari paham yang menyatakan bahwa kehidupan di dunia ini sebenarnya adalah sejenis hukuman.

Tidak!

Sama sekali tidak!

Kehidupan di dunia dipenuhi oleh kasih sayang-Nya. Kehidupan itu sendiri adalah bukti cinta dan kasih sayang Allah.

Segala sesuatu yang Allah ciptakan, khususnya umat manusia, Allah menciptakan mereka supaya Allah bisa menunjukkan kasih sayang-Nya.

Itulah yang Allah nyatakan di Al-Qur’an. 

إِلَّا مَنْ رَّحِمَ رَبُّكَ ۗوَلِذٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ

Supaya Allah bisa menunjukkan kasih sayang-Nya. Itulah mengapa Allah menciptakan mereka.

Kembali ke Al-Baqarah 21.

Di ayat ini Allah meminta manusia untuk menyembah Rabb yang telah menciptakan mereka, dan menciptakan orang-orang sebelum mereka.

Allah tidak sekadar menciptakan manusia. Lebih dari itu, Allah memberi mereka petunjuk. Supaya mereka bisa hidup lebih baik.

Supaya mereka bisa mengisi kehidupan mereka dengan amal yang terbaik. Dan selanjutnya mereka bisa berharap untuk meneguk berbagai kenikmatan dalam keabadian di kehidupan selanjutnya.

Allah penuh cinta dan kasih sayang seperti itu bukan hanya kepada kita saja. Yang hidup di zaman ini. Tapi juga kepada mereka yang hidup sebelum kita. Dan yang hidup jauh sebelum kita.

Insyaa Allaah kita lanjutkan di part berikutnya.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 2. Al-Baqarah / 08. Al-Baqarah (Ayah 21-23) – A Deeper Look (31:40 – 33:43)


Materi VoB Hari ke-394 Siang | Creation and Revelation: Mana yang Allah Sebut Lebih Dahulu?

Oleh: Heru Wibowo

#TuesdayAlBaqarahWeek57Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Ayat ke-21 ini mirip dengan ayat ke-4. Sama-sama di surah Al-Baqarah. Di mana letak kemiripannya?

يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ٢١

Di ayat ke-21 ini, ada frasa “yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu”.

وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْأٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ ٤

Sedangkan di ayat ke-4, ada frasa “yang diturunkan kepadamu dan yang diturunkan sebelum kamu”.

Mirip?

Apa artinya?

Ada kedekatan hubungan antara creation dengan guidance. Antara penciptaan dengan petunjuk.

Masih belum yakin?

Lihat apa yang Allah nyatakan di surah Ar-Rahman. ‘Allamal qur’aan, khalaqal insaan. (QS Ar-Rahman, 55:2-3)

عَلَّمَ الْقُرْأٰنَۗ ٢ خَلَقَ الْإِنْسَانَۙ ٣

Di dua ayat surah Ar-Rahman ini, Allah menyebutkan tentang diri-Nya.

Di ayat ke-2, Allah menyebutkan “yang telah mengajarkan Al-Qur’an”. Di ayat ke-3, Allah menyebutkan “Dia menciptakan manusia”.

Mari kita cermati ayat ke-2 dan ayat ke-3 dari surah Ar-Rahman ini: mana yang Allah sebut lebih dahulu? Al-Qur’an atau manusia? 

Al-Qur’an.

Sekarang, mari kita cermati ayat ke-4 dan ayat ke-21 dari surah Al-Baqarah tadi: mana yang Allah sebut lebih dahulu? Al-Qur’an atau manusia?

Al-Qur’an (lagi).

Frasa “yang diturunkan kepadamu dan yang diturunkan sebelum kamu” Allah sebut di ayat ke-4 Al-Baqarah.

Frasa “yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu” Allah sebut di ayat ke-21 Al-Baqarah.

Penciptaan (revelation) Allah sebut lebih dulu. Baru setelah itu alladzii khalaqakum (creation).

Mengapa?

Because without the manual, what’s the point of the product? Karena tanpa manual, apa gunanya produk?

Insyaa Allaah kita lanjutkan di part berikutnya.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 2. Al-Baqarah / 08. Al-Baqarah (Ayah 21-23) – A Deeper Look (33:43 – 34:12)


Materi VoB Hari ke-394 Sore | Tattaquun yang Lovable

Oleh: Heru Wibowo

#TuesdayAlBaqarahWeek57Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Cara mengoperasikan produk yang terbaik adalah yang didasarkan pada manualnya. Dan manual kita sebagai manusia adalah wahyu _(revelation)_ itu sendiri.

Maka Allah memberi kita Al-Qur’an supaya kita bisa memenuhi tujuan penciptaan. 

Ayat ke-21 ditutup dengan la’allakum tattaquun. So you may protect yourself. Supaya kita bisa melindungi diri kita.

Setiap ayat di Al-Qur’an tidak berada dalam posisi terisolasi. Dalam konteks ini, kita melindungi diri kita dari apa?

Kita melindungi diri kita supaya tidak menjadi seperti orang-orang kafir yang disebutkan di ayat ke-6.

Kita melindungi diri kita supaya tidak menjadi seperti orang-orang munafik yang disebutkan di ayat ke-8.

Kita melindungi diri kita supaya tidak menjadi tuli, bisu, dan buta yang disebutkan di ayat ke-18.

Semua gambaran negatif yang mengerikan yang disebutkan di ayat ke-6, 8, dan 18 itu, berasal dari mereka yang tidak punya apresiasi terhadap petunjuk (guidance).

Maka nasihat Allah di ayat ke-21 ini adalah sebuah nasihat yang luar biasa, “Miliklah komitmen untuk menyembah-Ku supaya kalian terlindungi.”

Kata tattaquun ini lovable. Memikat dan layak mendapatkan banyak likes. Kata tattaquun ini begitu indah.

Di mana letak keindahannya?

Dalam bahasa Arab, kata yang sederhana adalah taquun. Artinya, melindungi. Sesederhana itu.

Tapi jika kita bilang tuqawn, maka artinya menjadi “sehingga kamu terlindungi”.

Jika kita bilang ittaqa, maka sekarang artinya adalah “sehingga kamu bisa mengambil tindakan untuk melindungi dirimu”.

Allah menjadikan manusia bertanggung jawab untuk melindungi diri mereka sendiri.

Bayangkan kita tinggal di kawasan yang tidak aman. Kita tertidur, lupa mengunci pintu rumah, kemudian saat kita terbangun, semua barang dan perabot kita sudah lenyap kecuali kasur yang kita jadikan alas tidur. 

Maka kita tidak bisa bilang, “Allah melakukan ini semua kepada diriku. Kepada rumahku.”

Mengapa kita tidak boleh bilang seperti itu?

Karena kita tidak mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah kejadian kehilangan itu.

Kitalah yang telah membiarkan pintu rumah kita terbuka. Kitalah yang kurang disiplin.

Apalagi kalau kita malah ceroboh dengan memasang iklan di luar pintu rumah, “Free stuff”. Mempersilakan siapa pun untuk mengambil barang dan perabot kita sesuka mereka. (khusus yang ini, konteksnya adalah, Ustaz bercanda)

Gagasan dari tattaquun itu ada dua. Di satu sisi, Allah memberikan petunjuk. Di sisi yang lain, Allah meminta manusia untuk bertanggung jawab supaya mereka membangun ketakwaan di dalam diri mereka sendiri.

Allah memberi kita cara untuk melindungi diri kita. Setiap diri kita punya kesempatan untuk membangun ketakwaan di dalam diri kita.

Kita tidak bisa berdoa, “Ya Allah, jatuhkanlah ketakwaan dari atas langit untukku. Supaya aku termasuk ke dalam golongan muttaqiin.”

Tidak bisa seperti itu. Kita tidak bisa mengemis ketakwaan. Allah telah memberi kita semua yang kita butuhkan untuk menggapainya.

Melalui ayat ini kita belajar spirit dari Al-Qur’an, yakni bahwa ketakwaan adalah sesuatu yang harus kita upayakan.

Insyaa Allaah kita lanjutkan minggu depan.

💎💎💎💎💎

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 2. Al-Baqarah / 08. Al-Baqarah (Ayah 21-23) – A Deeper Look (34:12 – 37:04)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s