[VoB2021] Proses Berpikir


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-389

Topik: Divine Speech

Kamis, 15 July 2021

Materi VoB Hari ke-389 Pagi | Proses Berpikir

Ditulis oleh: Rendy Noor Chandra

#ThursdayDivineSpeechWeek56Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Sebelum Ustaz Nouman membahas topik materi Divine Speech kali ini, Ustaz akan mengajukan beberapa pertanyaan terlebih dulu. 

Observasi yang dilakukan Ustaz Nouman terkait sisi linguistik Al-Qur’an merupakan usaha terbaik Ustaz untuk menjelaskan sesederhana mungkin dan mudah untuk dicerna oleh kalangan umum.

🤔🤔🤔

Tapi, bisa jadi kita sebagai pendengar menganggap penjelasan Ustaz Nouman tersebut sebagai sesuatu yang baru. Masalahnya, materi kuliah beliau ini bukan sesuatu yang baru ditemukan oleh Ustaz Nouman. Ustaz sebenarnya mereplika atau menyampaikan ulang apa yang sudah ditemukan oleh ulama tafsir terdahulu. 

Ada banyak sekali mufassirun atau ulama tafsir baik tafsir Al-Lughawiy, tafsir Bayani, maupun tafsir tradisional lainnya yang Ustaz Nouman baca sehingga bisa menemukan mutiara-mutiara dan mengumpulkannya untuk dibagikan kepada kita.

🤔🤔🤔

Tapi di saat yang sama, Ustaz Nouman ingin berbagi proses berpikir yang beliau ingin kita semua paham. Proses berpikir yang dimaksud adalah proses dalam mempelajari Al-Qur’an, analisis bahasa, mengekstrak prinsip, dan mengambil kesimpulan dari ayat Al-Qur’an. 

Pada akhirnya, yang bisa kita lakukan terhadap ayat Al-Qur’an adalah merenungkan dan tetap terus bertanya-tanya, menyelidiki, dan mencoba untuk mencari tahu makna. 

🤔🤔🤔

Ada prinsip-prinsip yang harus dipakai seperti: Kita perlu melihat konteks dari suatu ayat, tata bahasa, komentar para sahabat Rasulullah ﷺ, pendapat ulama besar, dan kita perlu menghargai semua hal itu sebelum akhirnya mencapai kesimpulan kita. Tapi pada akhirnya, apapun yang kita simpulkan, kita harus tetap mengatakan “Allah lah yang Maha-Tahu.”

Pada akhirnya, walaupun Ustaz mungkin menjelaskan betapa bagusnya rumah kita, itu hanyalah sebuah pengamatan dan pendapat atau manfaat yang beliau tangkap. Begitu halnya jika ada ulama lain yang mengomentari rumah kita.

🤔🤔🤔

Kita tidak bisa mengatakan karena hanya alasan inilah ayat tersebut diturunkan. Atau karena alasan ‘ini’ Allah menurunkan ayat ini. Kita tidak bisa berkata seperti itu karena kita tidak punya otoritas sebagai perwakilan Allah. 

Maksudnya, Allah saja tidak secara eksplisit menyebutkan hanya karena alasan tertentu ayat turun. Umumnya, sebab-sebab turun suatu ayat ditulis oleh para sahabat dan ulama mempertimbangkan prinsip-prinsip seperti konteks tadi.

Kita tidak bisa seenaknya mengklaim seperti itu. Kata-kata dalam Al-Qur’an lebih luas dari pemahaman manusia.

🤔🤔🤔

Yang kita lakukan pada dasarnya adalah kita mengamati harta karun ini. Ustaz Nouman menyebutkan bahwa yang disebut sebagai samudra tidak hanya seluruh Al-Qur’an tetapi satu ayat pun merupakan 1 samudra tersendiri. Ustaz Nouman kemudian mengambil mutiara dari dasarnya dan membawanya ke daratan. 

Ustaz berkata, “Hei lihat! Ini keren sekali!”

Dan walaupun Ustaz menarik sesuatu dari dasar samudra, bukan itu saja yang ada di samudra itu. 

Apa saja yang ada di samudra itu?

🤔🤔🤔

Insya Allah bersambung.

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Divine Speech / 08. The-Quran-is-in-Perfect-Order (00.00-03.03)


Materi VoB Hari ke-389 Siang | Tidak Harus Setuju

Ditulis oleh: Rendy Noor Chandra

#ThursdayDivineSpeechWeek56Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Sebelumnya kita membahas tentang analogi ayat sebagai satu samudra tersendiri.

Di dalam samudra ayat tersebut akan ada lebih banyak manfaat dibandingkan yang bisa Ustaz Nouman temukan. Tapi ide dasarnya adalah kesimpulan apapun yang Ustaz Nouman sampaikan, kita tidak punya kewajiban secara agama harus setuju dengan pendapat Ustaz Nouman tersebut.

😌😌😌

Ustaz Nouman membuat kesimpulan berdasarkan studi yang beliau lakukan dengan usaha terbaik yang bisa beliau lakukan. Berdasarkan bukti yang beliau temukan dan menurut beliau bukti itu meyakinkan. Begitulah cara beliau mendapatkan suatu kesimpulan.

Kemudian akan ada orang lain yang datang yang berkata, “Saya tidak sependapat dengan kesimpulan Anda, menurut saya Anda salah di sini, sini, dan sini.”

😌😌😌

Kemudian Ustaz Nouman akan berdiskusi dengan orang tersebut dan kemudian orang tersebut di penghujung diskusi tetap pada kesimpulannya dan Ustaz Nouman pun tetap berpegang pada kesimpulan Ustaz. Begitulah sejarah terbentuknya tafsir. 

Diskusi seperti inilah yang terjadi sepanjang masa yang membentuk sejarah tafsir. Itulah perjalanan manusia dalam merenungkan makna Al-Qur’an. Perbedaan pendapat seperti ini sudah terjadi di kalangan sahabat Rasulullah ﷺ. 

😌😌😌

Ketika satu ayat turun, 

وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا

Salah seorang sahabat berkata, “Saya rasa saya tahu arti An-Nazi’at.”

Sahabat yang lain berkata,” Tidak, menurut saya maknanya bukan seperti itu. Artinya adalah ini.”

Sahabat lain menimpali, “Tidak, saya rasa maknanya bukan itu. Maknanya mungkin ini.”

Tetapi mereka tidak membenci satu sama lain atau menyebut yang lain orang sesat atau akan masuk neraka Jahannam.

😌😌😌

Mereka sadar Allah ‘Azza wa Jall sengaja memberikan kata-kata yang ambigu agar orang-orang menggunakan imajinasinya untuk merenungkan dan merefleksikan ayat tersebut dengan diri mereka sendiri.

Ide besarnya adalah kita perlu merefleksikan dan merenungkan ayat Al-Qur’an. Hal ini menurut Ustaz Nouman perlu diketahui oleh muslim dan pembelajar Al-Qur’an.

Ada ayat-ayat yang berhubungan dengan ibadah, seperti sholat, zakat, dan haji. Hal ini merupakan hal yang sifatnya tak lekang oleh waktu. Kita tidak mungkin menginterpretasikan sholat baru, zakat jenis baru atau haji dengan rukun baru.  Sholat, zakat, dan haji sudah selesai segala macam syariat sah, rukun dan yang lainnya. Kita tidak mungkin membuat ketentuan yang baru karena syariatnya sudah permanen. 

Ayat-ayat seperti ini tidak perlu dievaluasi ulang, karena sudah jelas maknanya.  Mungkin ada manfaat baru yang ditemukan, akan tetapi interpretasi inti dari ibadah tersebut akan tetap sama sepanjang zaman. 

😌😌😌

Ada ayat lain yang membahas tentang samudra. Atau gunung-gunung. Atau emosi manusia. Apakah akan ada perspektif yang berbeda terhadap ayat-ayat tersebut seiring berjalannya waktu?

Tentu saja. 

😌😌😌

Justru perspektif yang berbeda terhadap hal-hal seperti ini bukanlah suatu keanehan, mungkin karena teknologi berkembang, keilmuan manusia juga semakin bertambah. Perspektif seorang ahli mungkin bisa berbeda terkait ayat yang sama. Itulah keajaiban Al-Qur’an. 

Selama perkembangan keilmuan dan teknologi manusia bertambah, maka lensa yang akan kita gunakan terhadap Al-Qur’an akan berubah. 

Ada aspek dalam Al-Qur’an yang tak lekang oleh waktu, yang tidak berubah seperti syariah, akan tetapi ada juga ayat yang butuh perenungan. 

😌😌😌

Beberapa orang berpendapat, “Coba lihat ayat tentang hijab atau khimar. Kita perlu menginterpretasikan ulang ayat-ayat ini sesuai dengan zaman modern.”

Secara bahasa maupun secara perspektif tradisional tidak ada yang perlu diubah. Tidak ada ruang bagi kita untuk mengubah apa yang Allah buat sebagai sesuatu yang permanen. 

Yang Ustaz Nouman coba tegaskan di sini adalah sesuatu yang sudah ditegaskan oleh ulama terdahulu. Mungkin  dibahas dalam satu halaman kitab ini. Mungkin dibahas 2 halaman di kitab lainnya. Atau dibahas khusus 2 jilid volume oleh ulama lainnya. Ustaz Nouman menyarikan dari semua sumber itu dan meniadakan penulis, tanggal, atau hal-hal lainnya. Kenapa?

😌😌😌

Karena menurut Ustaz Nouman, hanya sebagian kecil dari kita yang peduli dengan detail seperti penulis, tanggal, nama ulama, dan nama kitab. Orang-orang seperti ini mungkin akademisi atau yang melanjutkan studi di bidang Al-Qur’an. Namun untuk sebagian besar dari kita, detail seperti itu tidak relevan.

Nanti kita akan menemukan sendiri hal-hal itu ke depannya. Kita mungkin bisa membaca sendiri kitab referensi yang Ustaz Nouman baca jika kita bisa memahami bahasa Arab. Ustaz Nouman tidak akan mengirimkan email satu per satu pendengar kuliah Divine Speech daftar pustaka yang beliau baca.  

Insya Allah bersambung.

Sumber : Bayyinah TV / Home / Course / Divine Speech / 08. The-Quran-is-in-Perfect-Order (03.03-06.38)


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] Proses Berpikir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s