[VoB2021] Satu Kalimat Kesimpulan dari Al-Qur’an


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-387

Topik: Pearls from Al Baqarah

Selasa, 13 Juli 2021

Materi VoB Hari ke-387 Pagi | Satu Kalimat Kesimpulan dari Al-Qur’an

Oleh: Icha Farihah

#TuesdayAlBaqarahWeek56Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Pembahasan selanjutnya berkaitan dengan konsep ‘ibaada.

Kita melihat nama Allah pertama kali di dalam surat Al-Fatihah sebagai Rabbil ‘aalamiin.

Di Al-Baqarah, kalau kita perhatikan, dari awal surat sampai ayat ke-20, Allah belum memperkenalkan diri-Nya. 

Pada awal-awal surat yang dibahas lebih mengenai tentang wahyu, orang-orang yang mengaku beriman padahal tidak, dan pembahasan lainnya. Meskipun ada beberapa penyebutan nama Allah, tapi itu bentuknya sekunder, tidak secara langsung sehingga tidak dihitung sebagai perkenalan diri Allah yang semestinya.

Pada ayat ke-21 inilah, Allah memperkenalkan diri pertama kali pada surat Al-Baqarah dan menariknya lagi Allah menaruh dua istilah sekaligus. 

Dua istilah tersebut cukup menggambarkan kesimpulan dari Al-Qur’an.

*****

Ustaz pernah ditanya oleh gurunya sekitar lima belas tahun yang lalu. Ketika menjawab pertanyaan itu, Ustaz sebenarnya tidak terlalu yakin apakah jawabannya benar atau tidak, tapi Ustaz mendapat keberuntungan karena ternyata jawaban tersebut sesuai dengan apa yang gurunya inginkan.

Gurunya bertanya, “Nouman, apa kesimpulan dari Al-Qur’an dalam satu kalimat?”

Ustaz awalnya menjawab dengan kebingungan, “Hmm.. Apakah maksudnya keseluruhan? Apakah saya bisa membacakan surat Al-Fatihah sebagai kesimpulannya?”

Gurunya menjawab, “Bukan. Bukan itu. Hanya kesimpulan dalam satu kalimat saja.”

Ustaz menjawab ragu, “Hmm.. Menerima Allah sebagai Tuan kita dan menerima fakta bahwa kita adalah seorang budak-Nya.”

Jawabannya benar dan gurunya merasa puas dengan jawab Ustaz.

Ustaz mengaku jawabannya seperti itu karena kalimat itu sebenarnya selalu diulang-ulang oleh gurunya setiap waktu ketika mengajar. 

Bersambung.

Sumber: Bayyinah TV > Surahs > Deeper Look > 08. Al-Baqarah (Ayah 21-23) – A Deeper Look (0:25:29 – 0:27:10)


Materi VoB Hari ke-387 Siang | Hubungan Dasar Allah dengan Manusia

Oleh: Icha Farihah

#TuesdayAlBaqarahWeek56Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Lima belas tahun kemudian, setelah menjawab pertanyaan itu, Ustaz mempelajari berbagai macam tafsir, bahasa Arab, liguistik, dan semua yang berkaitan dengan Al-Qur’an. Dan dari semua pelajaran itu, kesimpulan Al-Qur’an tetap sama dan bahkan kesimpulan itu makin terasa saat ini.

Gagasan utamanya adalah semua kehidupan ini selalu dibangun berdasarkan hubungan.

Kita memiliki hubungan dengan anak kita, orang tua kita, tetangga, pasangan, rekan kerja, bos, dan juga dengan diri kita sendiri.

Begitu juga kita dengan Allah. Melalui kitab Al-Qur’an inilah kita menjalin dan membangun hubungan tersebut. 

Setiap hubungan selalu memiliki sebuah definisi yang meliputi hak-hak dan kewajiban-kewajiban tertentu.

Seorang anak dan orang tua menjalin hubungan dan memiliki hak serta kewajibannya masing-masing. Begitu juga seorang murid dan guru, seorang karyawan dan bos, dan hubungan lainnya.

Ketika kita tidak memiliki gambaran yang jelas tentang hak dan kewajiban itu, hubungan yang terjalin akan berantakan.

*****

Allah memiliki banyak nama yang membuat kita merasakan hubungan dengan-Nya.

Sebagai contoh, Allah adalah Ar-Rahim. Artinya Yang Maha Pengasih. Allah memberikan kasih-Nya kepada kita, sedangkan kita bertugas menerima kasih itu.

Allah adalah yang berhak memberikan petunjuk, maka kita adalah yang berkewajiban mengikuti petunjuk itu.

Nama-nama Allah itu memiliki hubungan timbal balik dengan kewajiban apa yang seharusnya kita lakukan.

Akan tetapi, dari sekian banyak nama Allah, ada satu nama yang paling dasar dan paling menggambarkan hubungan utama kita dengan Allah. Nama yang manakah itu?

Mungkin ada yang berpikir bahwa nama itu adalah Khaliq. Khaliq adalah Sang Maha Pencipta. Lalu, apakah tugas kita? Menjadi ciptaan-Nya. Ini bukan konsep dasar antara kita dengan Allah.

Di dalam Al-Qur’an, hubungan dasar itu digambarkan melalui nama Rabb dan ‘abd. Jika kita mengerti nama dan istilah ini, maka sisanya tinggal mengikuti saja. Sebaliknya, jika kita tidak memahaminya, kita tidak bisa memahami tentang Allah adalah Sang Pencipta, kita adalah ciptaan, Allah adalah Sang Pengasih, kita adalah si penerima kasih, Allah adalah Sang Pemberi Petunjuk, kita yang mengikuti petunjuk itu. Nama-nama selain Rabb itu bersifat sekunder.

Rabb meliputi Malik, Murobbi, Mun’im, Qayyim. Sang Pemilik, Zat yang merawat sesuatu, Zat yang memastikan tumbuh kembang sesuatu, Zat yang memberikan hadiah, Zat yang menjaga, Zat yang secara penuh bertanggung jawab terhadap sesuatu. Semua kualitas itu merupakan definisi dari Rabb.

Bersambung.

Sumber: Bayyinah TV > Surahs > Deeper Look > 08. Al-Baqarah (Ayah 21-23) – A Deeper Look (0:27:22 – 0:29:22)


Materi VoB Hari ke-387 Sore | Tidak Ada Tuan Seperti Allah

Oleh: Icha Farihah

#TuesdayAlBaqarahWeek56Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Ketika kita memanggil Allah sebagai Rabb, itu berarti Dia tidak berhutang apa pun terhadap diri kita. Dan ketika kita memanggil diri kita sebagai ‘abd, itu berarti kita tidak memiliki hak terhadap apa pun.

Seorang karyawan berhak mendapat gaji dari bosnya.

Seorang pebisnis berhak mendapat pembagian keuntungan dengan rekan bisnisnya.

Seorang anak berhak mendapat hak-hak tertentu dari orang tuanya.

Tapi, seorang ‘abd, budak, apa haknya? Tidak ada sama sekali.

Semua yang diberikan seorang tuan (master) kepada budak-budaknya itu tidak lain adalah hadiah. Karena pada dasarnya, tuan tidak perlu repot-repot memberi hadiah kepada budaknya.

Ketika kita membicarakan tentang hubungan tuan dan budak, kita memiliki pandangan yang buruk karena sistem perbudakan memiliki sejarah sosial dan psikologis yang kelam.

Oleh karena itu, ketika kita menemukan istilah budak dan tuan di dalam Al-Qur’an, kita merasa sangat sulit mengubah perspektif buruk yang terlanjur meracuni otak kita.

Allah adalah Tuan bagi kita, maka kita harus berpikir juga bahwa laysa kamitslihi sya’un, tidak ada yang sesuatu apapun yang serupa dengan Dia. (QS Asy-Syura, 42:11)

Kita tidak boleh memikirkan kualitas tuan-tuan lain ketika menganggap Allah sebagai Tuan kita. 

Ustaz mengibaratkan hubungan Allah dan kita sebagai Tuan dan budak berakar pada satu sajak. Yaitu, cinta.

Tidak ada tuan di sepanjang sejarah umat manusia yang menjalin hubungan dengan budak-budaknya berdasarkan cinta. Dan itulah hubungan kita dengan Allah.

Apakah ada tuan yang memberikan pilihan pada budaknya untuk taat dan tidak taat?

Faman syaa’a falyu’min wa man syaa’a falyakfur, barangsiapa menghendaki beriman, hendaklah beriman, barangsiapa menghendaki kafir, biarlah dia kafir. (QS Al-Kahfi, 18:29)

Apakah ada tuan yang memberikan kasih sayangnya kepada budak-budak yang tidak menaatinya? Yang mengutuknya? Yang melupakannya? Yang memusuhinya? Yang mengolok-oloknya? Tidak ada.

Hanya Allah, Tuan kita, yang tetap saja memberikan kasih sayang kepada semua manusia, baik yang taat maupun tidak, dalam bentuk yang tidak akan pernah bisa dibayangkan.

Tuan yang pernah kita kenal dari sejarah masa lalu adalah tuan yang kejam. Apabila seorang budak tidak patuh sedikit, sang tuan langsung memberikan hukuman secara langsung dan cepat. 

Tapi, Allah tidak bertindak demikian. 

Ada banyak orang yang tidak mempercayai-Nya, meninggalkan Islam, dan mengutuk Al-Qur’an, tapi apakah kemudian ketika mereka makan, perutnya langsung sakit? Apakah jantung mereka seketika berhenti berdetak? Apakah paru mereka menjadi tidak berfungsi? Tidak. Allah tetap memberikan kasih sayang-Nya. 

Mereka tetap bisa merasakan kebahahian di dunia ini. Dan semua itu berasal dari Tuan kita, Rabb.

Kualitas-kualitas ini juga masih berkaitan dan berasal dari nama-Nya yang lain, yaitu Ar-Rahman.

Bersambung.

Sumber: Bayyinah TV > Surahs > Deeper Look > 08. Al-Baqarah (Ayah 21-23) – A Deeper Look (0:29:22 – 0:31:40)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s