[VoB2021] Rekayasa Terbalik


[VoB2021] Rekayasa Terbalik

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-381

Topik: Pearls from Ali Imran

Rabu, 7 Juli 2021

Materi VoB Hari ke-381 | Rekayasa Terbalik

Oleh: Rendy Noor Chandra

#WednesdayAliImranWeek55

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Pekan lalu kita membahas tentang bagaimana untuk tetap bertahan memperjuangkan kebenaran. Salah satu hikmah yang selalu Ustaz Nouman sering sampaikan adalah,

“Kita harus selalu hormat kepada guru kita, tapi kesetiaan kita harus selalu kepada ilmu. Kita harus selalu setia kepada kebenaran, bukan kepada institusi sekolah, guru, seseorang, kelompok, partai, atau nama. Kesetiaan kita harus selalu mengacu kepada kebenaran yang mengarahkan kita.”

Jika tidak seperti itu maka akan terjadi pemujaan.

🔃🔃🔃

Satu-satunya alasan orang yang melakukan pemujaan ini mau mempelajari agama adalah alasan mempertahankan pemujaannya. Untuk membuktikan mengapa orang lain itu salah. 

Bahkan mencari-cari dalil dalam Al-Qur’an yang mendukung pendapatnya.

Bukan seperti itu seharusnya.

🔃🔃🔃

Kita mempelajari Al-Qur’an untuk menemukan kesimpulan, bukan menentukan kesimpulan dulu lalu mencari pembenarannya dalam Al-Qur’an.

Kalau kesimpulan dulu lalu mencari dalil, itu namanya melakukan rekayasa terbalik terhadap agama. Istilahnya reverse engineering.

Memaksakan suatu kesimpulan kepada Al-Qur’an. Harusnya Al-Qur’an yang memberikan kesimpulan. Bukan sebaliknya.

🔃🔃🔃

Inilah kenyataan pahit yang terjadi. Dan itu semua terjadi karena kedengkian dalam hati. Kelompok kami yang paling benar. Selain kelompok kami maka ia salah. 

“Eh, kelompok itu mulai banyak anggotanya di kota ini, lho. Sekarang saja sudah ada 3 masjid. Mereka akan menghasut jamaah kita. Kita harusnya menyebarkan ceramah tentang kesesatan mereka. Coba cari bukti-bukti bahwa mereka itu sesat.”

🔃🔃🔃

Ada saja yang mendengarkan ceramah seorang ustadz atau ulama-ulama dari kelompok yang berseberangan selama berjam-jam, kemudian menemukan bahwa di menit ke sekian dan detik sekian ia mengucapkan ini dan itu yang artinya ustadz ini sesat. “

Ustaz Nouman keheranan melihat orang dengan tingkah laku seperti itu sampai akhirnya berkata,

“Emang kamu enggak punya waktu belajar Al-Qur’an? Atau Hadits? Emangnya enggak ada yang lebih produktif yang bisa kamu lakukan dibandingkan mencari-cari kesalahan seperti itu? Malah fokus ke hal yang sebenarnya ikhtilaf?”

🔃🔃🔃

Alasan seseorang terobsesi dengan ikhtilaf, perselisihan, atau konflik,  adalah karena ada kedengkian dalam hati mereka. Yang penting bagi mereka adalah mereka berada lebih tinggi daripada orang lain. Merasa dirinya paling benar. Dan apapun boleh dilanggar agar menjadi yang paling benar.

Bahkan menggunakan Islam atau ayat Al-Qur’an untuk melakukan pembenaran.

🔃🔃🔃

Ayat Al-Qur’an bukan turun untuk memenangkan argumen kelompok tertentu. Ayat Al-Qur’an bukan untuk membuktikan satu kelompok lebih baik dari yang lain. Bukan karena itu.

Ayat Al-Qur’an turun agar kita bisa berserah diri kepada Allah. 

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ

Sesungguhnya diin di sisi Allah hanyalah Islam.

QS. Ali ‘Imran:19

Inilah ayat pembuka dari bagian ini.

🔃🔃🔃

Bisakah teman-teman membayangkan arogansi orang-orang yang berdebat satu sama lain? Mereka saling melempar ayat demi ayat.

“Oh oke, kalau ayat ini. Kalau ayat yang ini bagaimana? Bagaimana dengan hadits ini?”

“Oh my God, kamu sedang berbicara tentang ayat Allah, kamu harus berendah hati ketika mengatakannya. Allah dengar apa yang kamu katakan.” begitu ucap Ustaz Nouman.

🔃🔃🔃

Allah tidak menurunkan ayat-Nya agar dipakai untuk memenangkan argumen dengan orang lain. 

“Ah, aku ’kan udah ngasih tahu mereka ayat itu. Aku akan menang.”

Inilah kedengkian yang terjadi umat. Ini adalah sebuah penyakit. Allah ‘Azza wa Jall menyoroti penyakit ini sebagai sesuatu yang menimpa para Rabi di masa yang lalu dan Allah menyampaikan keputusan-Nya dalam ayat 19 surah Ali ‘Imran,

وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS. Ali ‘Imran:19)

🔃🔃🔃

Bagaimana mungkin orang yang punya ilmu menentang ayat Allah? Kok tahu tapi enggak nurut? Padahal mereka punya ilmu.

Nantikan lanjutannya pekan depan. 

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Surah/ 08. ‘Ali ‘Imran Ayah 19 (22)-22 Ramadhan 2018 (26.17-29.28)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s