[SSR1442] QS. Al-Zalzalah


Sharing Shubuh Ramadhan #3

Tanggal 15 April 2021

Kontributor : RL Kamaruddin.

Notulen : Banat Farofishoh

Surat Al-zalzalah merupakan Surat yang berbicara tentang hari kiamat, surat yang berbicara tentang hal yang sekecil biji dzarrah pun akan diperlihatkan. Surat ini bagi narasumber merupakan surat favorit yang dibacanya setiap sholat dzuhur dipasangkan dengan surat al-qoriah. Karena menurut narasumber panas dan teriknya matahari di siang hari tidak akan sebanding dengan kejadian yang dibahas dalam kedua surah tersebut.

Ayat 1 surat Al-zalzalah

Kata zulzilati berasal dari kata zalla yazillu, maka kata zalzalla yuzalzilu merupakan kata pengulangan dari kata aslinya atau dari kata zalla yazillu. Dan kata ustadz nouman, jika ada pengulangan kata maka ada pula pengulangan dalam maknanya, maka bukan hanya tergelincir namun tergelincir berkali-kali.

Idzaa zulzilatil ardhu zilzaala-haamerupakan bentuk kalimat maf’ul mutlaq yang maknanya penegasan, jumlah dan jenis. karena bentuknya maf’ul mutlaq, maka jika dalam makna penegasan, maknanya adalah ‘bumi digoncangkan dengan goncangan yang sunguh-sungguh’.

Bentuk kalimat penegasan maf’ul mutlaq itu berirama atau berakhiran –an. Misalnya dharab-tu-hu dharban, qattaluhu taqtiilan. Lalu seharusnya kalimat zulzilatil zilzalaha berbentuk zulzilatil zilzaalan. Kenapa ada tambahan huruf ha dibelakanya, seperti makna kepemilikan?, ziilzaala-haa yang maknanya goncangannya bumi?  ustad nouman menjelaskan ada satu ekspresi di kalangan orang arab yaitu akrama at-taqiya ikraamu-huu, yang maknanya ‘dia memuliakan orang bertaqwa itu dengan kemuliaannya’ ikraamu-huu, kemuliannya adalah kemuliaan dia yang tertinggi, kemuliaan yang patut diterima oleh orang tersebut, kemuliaan setinggi-tingginya.

Lalu makna ziilzaala-haa adalah goncangan bumi yang sepantasnya terjadi, yang paling optimal, selain goncangan itu nggak ada goncangan lain yang setara dengan goncangan itu. Para mufassir, menjelaskan ziilzaala-haa adalah gempa yang tidak ada bandingnya, gempa yang tidak bisa dibayangkan, gempa yang tidak pernah ada dan tidak akan pernah ada lagi, gempa yang terjadi pada setiap inci bumi, gempa yang memang sudah dicanangkan sebelum-sebelumnya.

Dan makna ayat 1 yang bisa kita jabarkan adalah

“apabila bumi dilanda gempanya bumi yang segoncang-goncangnya, sebuah gempa (yang paling optimal, selain goncangan itu nggak ada goncangan lain yang setara dengan goncangan itu, gempa yang tidak ada bandingnya, gempa yang tidak bisa dibayangkan, gempa yang tidak pernah ada dan tidak akan pernah ada lagi, gempa yang terjadi pada setiap inci bumi, gempa yang memang sudah dicanangkan sebelum-sebelumnyi).

Ayat 2 surat Al-zalzalah 

Wa akhrajati-l-ardhu Atsqaala-haa. Kata akhrajat berasal dari kata akhraja-yukhriju yang maknanya mengeluarkan atau mengekstrak, seperti kita memeras jeruk atau lemon. Sedangkan atsqaal kalimat tunggalnya yaitu itsqal, tsiql yang maknanya beban atau muatan, yang memberatkan atau yang membebani, kesukaran atau kesusahan, yang mengendap di dasar. Para mufassir mengartikan kata tsiql/tsiqal dengan arti : seluruh harta benda yang dikejar oleh manusia selama hidup seperti logam mulia, minyak bumi, dll. Ada juga yang menjelaskan dengan makna orang-orang yang sudah mati, laporan/kesaksian tentang perilaku manusia atau kejenuhan akan beban dosa manusia.

Dan makna ayat 2 yang bisa kita jabarkan adalah

“ dan bumi telah mengekstrak keluar beban-bebannya (yang memberatkannya, yang membebaninya hingga yang mengendap di dasarnya)

Kaitan Para mufassir yang mengartikan tsiql/tsiqal dengan laporan/kesaksian tentang perilaku manusia adalah bahwa bumi juga bersaksi atas kita, jika Allah adalah dzat yang menyaksikan namun ghaib, maka bumi adalah saksi yang menyaksikan kita secara nyata. Bumi juga melihat dan menyaksikan perbuatan kita, amalan-amalan kita, dosa-dosa yang kita perbuat di atas bumi. Dan itu hal yang harus sama sama bisa kita renungkan.

Ayat 3 Surat Al-zalzalah

Wa Qaala-l Insaanu maa lahaa. Kata al-insan berasal dari kata nasiya yang artinya melupakan atau umat manusia, bisa pria atau wanita, bisa bersifat tunggal namun jamak, apa makna tunggal namun jamak ? Pada saat itu semua manusia keluar, bahkan yang matipun dikeluarkan (seperti makna tsiqal di ayat sebelumnya), manusia dari zaman nabi adam a.s hingga manusia terakhir semua berkumpul. Namun meskipun banyak manusia disitu kita tetap merasa sendiri tanpa teman dan tanpa ada yang menemani.

Dan makna ayat 3 yang bisa kita jabarkan adalah

“ dan al-insan (manusia, yang tidak beriman, yang melupakan, yang merasa seolah sendirian di tengah umat manusia) berkata  : kenapa dia (bumi) ?”

Ayat 4 Surat Al-Zalzalah

Yawma Idzin Tuhadditsu akhbaara-haa. Haddtsa-yuhadditsu bermakna menceritakan sesuatu yang baru, sesuatu yang pernah dilupakan dan terasa seolah baru, bahkan sesuatu yang memang tidak mereka ketahui. Hal ini relate dengan makna arti kata al-insan di ayat sebelumnya yaitu yang melupakan. Kata akhbaara tunggalnya khabr/khabar maknanya adalah pengetahuan tentang sesuatu, pengetahuan yang tersembunyi, pengetahuan tentang sebenarnya tentang suatu hal. 

Dan Makna Ayat 4 yang bisa kita jabarkan adalah

“ hari apabila dia (bumi) menceritakan atau menyampaikan (sesuatu yang pernah dilupakan dan terasa seolah baru, bahkan sesuatu yang memang tidak mereka ketahui) pengetahuannya (tentang sebenarnya dari hal yang tersembunyi ).

Sebagaimana makna di ayat sebelumnya yang disebutkan bahwa bumi akan menjadi saksi atas kita, maka di ayat ini bumi akan menyampaikan segala sesuatu yang kita lakukan, yang mungkin tampak terembunyi namun tidak bagi bumi, karena kita melakukan segala aktivitas kita diatas bumi.

Ayat 5 Surat Al-Zalzalah

Bi-anna Rabbaka Awhaa lahaa. Kata Awhaa bermakna mewahyukan, mengilhami, memberi isyarat yang datangnya dari Allah SWT. Secara kalimat seharusnya bentuknya awhaa ilaihi bukan awhaa lahaa. Menurut tafsir ibnu katsir dalam Bahasa arab ada satu cara untuk meringkas suatu kalimat dan kalimat awhaa lahaa merupakan salah satu contohnya. Kalimat awhaa itu untuk mewakilkan ilia-haa dan kalimat laha untuk mewakilkan adzina, sehingga jika digabungkan bentuk kalimatnya adalah awhaa (ilia-haa adzina) lahaa yang jika diartikan mewahyukan kepadanya , memberi izin untuknya.

Dan Makna Ayat 5 yang bisa kita jabarkan adalah

“ bahwasanya Rabb-mu (ya muhammad) mewahyukan (memberi izin) untuk nya”

Wahyu atau ilham yang diberikan kepada bumi merupakan bentuk izin, jika kita liat di ayat awal gempa bumi ini memang gempa yang sudah dicanangkan atau sudah ditetapkan. Jadi bumi memang menunggu izin dari Allah SWT kapan waktu bumi untuk menggongcangkan dirinya. Jika kita sambung lagi dengan ayat kedua tentang atsqal, ketika bumi menyampaikan cerita tentang kesaksian bumi terhadap beban dosa yang di pikulnya, yang selama ini bumi hanya bisa diam, maka saat itu Allah memberi izin kepada bumi untuk menyampaikan. Ibarat selama ini bumi sudah menahan diri, hanya bisa diam melihat manusia dan jin berbuat dosa diatas dirinya, maka saat itu Allah memberi bumi izin untuk melakukan sesuatu yang sudah lama ia ingin lakukan.

Dengan 5 ayat awal surat Al-Zalzalah yang sudah diajabarkan, seharusnya membuat kita menjadi realize menjadi sadar bahwa, kita harus focus pada hal terkecil yang akan kita lakukan dan katakan, kita harus focus pada amalan dan perkataan yang kita perbuat selama kita masih menginjakkan kaki kita diatas bumi, karena nanti bumi akan menjadi saksi atas segala sesuatu yang kita lakukan dan katakan, menjadi saksi atas hal terkecil yang kita perbuat dan kita katakan.

Ayat 6 Surat Al-Zalzalah

Yawma-idzin yashdhuru-n-naasu asytaatan, li-yuraw-a’maala-hum. Kata Yasdhuru berasal dari shadara-yasdhuru yang maknanya, kembali ke tempat awal dari suatu tempat atau suatu urusan, bisa juga bermakna diterbitkan, diumumkan, disebarkan. Kata Asytaatan bentuk tunggalnya syatta-yasytutu yang maknanya cerai-berai, tidak teratur, kacau, berantakan, kacau balau, gelisah, hilang akal, tidak waras. Kata yura atau yara maknanya melihat secara fisik, memahami, jadi melihat yang paham, diperlihatkan hingga paham.

Dan Makna Ayat 6 yang bisa kita jabarkan adalah

“ hari apabila manusia dikembalikan (setelah urusannya selesai) saling terpisah dan bingung, gelisah, untuk diperlihatkan (dipahamkan) amal-amal mereka”

Jadi manusia berasal dari Allah, punya urusan di bumi, dan saat urusanya telah selesai maka saat itu adalah waktunya untuk kembali ke tempat semula manusia berasal. Dan manusia nanti juga akan disebarkan (yasdhuru) dengan bercerai berai dan dalam kondisi yang bingung (asytaatan). Dan kebingungan manusia saat itu akan hilang ketika mereka diperlihatkan semua amal-amal mereka hingga paham. Hingga mereka tidak bisa memberikan Alasan untuk mengelak setiap amalan yang kita lakukan, karena apa? Karena bumi yang kita pijak telah menjadi saksi, setiap perbuatan nanti akan diperlihatkan hingga kita tidak bisa lagi mengelak dan memberi alasan untuk membela diri kita.

Ayat 7 dan 8 Surat Al-Zalzalah

Fa-man ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yara-h (u). Wa-man ya’mal mitsqaala dzarratin Syarran yara-h (u). Kata ‘Amila-ya’malu  maknanya bekerja, berusaha keras, melayani, melakukan sesuatu yang diperintahkan. Bahasa arab dari melakukan sesuatu ada dua, bisa Fa’ala atau ‘amala.  Jika Fa’ala seperti kita bernafas, mendengar, melihat atau melakukan perbuatan yang tanpa kita sadari tanpa ada keputusan. Maka menyimak, membaca merupakan contoh ‘aml,  karena dalam menyimak kita perlu focus pada suatu hal, kita perlu sadar untuk memilih apa yang kita mau dengar, sama dengan membaca, kita perlu focus, kita perlu kesadaran untuk melihat sesuatu yang hanya ingin kita baca.

Kata ya’malu bentuknya marfu’ sedangkan ya’mal bersifat majzum. Kata man sebelum ya’mal bermakna Al-jumlah asy-syarthiyyah (kalimat kondisional). Maksudnya adalah kalimat jika… maka… (sebab-akibat). Kalimat kondisional memiliki tiga komponen :

  1. Adawaatu syarth (penanda) : dalam ayat ini yaitu man.
  2. Fi’il syarth ( syarat) : dalam ayat ini ya’mal mitsqaala dzarratin khayran.
  3. Jawaabu Syarth (akibat) : dalam ayat ini yara-hu.

Jika ya’mal mitsqaala dzarratin khayran maka yara-hu.

Kata Mitsqaala maknanya bobot dari sesuatu, bobot yang setara dengan sesuatu, atau bisa juga batu timbangan untuk membuatnya seimbang. Kata Dzarrah itu bermakna larva semut yang bobotnya 1/100 dari 1 biji gandum, atau telur semut yang bobotnya 1/490 dari 1 biji gandum. Hal ini berbanding terbalik dengan makna Mitsqaala yang cenderung memiliki bobot atau berat. Namun jika digabung, Mitsqaala dzarrah dapat diartikan jika ia ditimbang maka Mitsqaal (batu timbangnya) nya itu adalah dzarrah. jika dia ditimbang dengan dzarrah maka timbangnya itu baru seimbang.

Dan Makna Ayat 7 dan 8 yang bisa kita jabarkan adalah

“ lalu siapa yang (jika) ia berbuat (dengan kesadaran) suatu kebaikan (kebaikan yang umumnya orang tau, kebaikan yang lumrah), bobotnya setara debu maka dia akan melihatnya (paham).”

“ lalu siapa yang (jika) ia berbuat (dengan kesadaran) suatu keburukan (keburukan yang umumnya orang tau itu keburukan), bobotnya setara debu maka dia kan melihatnya (paham.)”

Ustad nouman menjelaskan, untuk perbuatan yang baik/ khair. Kita butuhnya Ar-rahiim dan Ar-rahman dari Allah, jika kebaikan yang setara dengan debu yang kecil dan tak ternilai maka dengan ar-rahiim dari Allah, kita berharap amalan itu akan menjadi bernilai dan memiliki bobot berkali-kali lipat. Sedangkan untuk sesuatu yang buruk/syarran, kita butuh al-ghaffur dari Allah. Kita berharap perbuatan buruk yang seperti debu itu dihapuskan oleh Allah.

Maka di Bulan Ramadhan ini, kebaikan-kebaikan di lipatgandakan. Ditambah lagi kita menunggu datangnya lailatul qadr yang kebaikannya seperti seribu bulan. Maka bulan ini menjadi moment yang tepat untuk melakukan khoir meskipun itu mitsqaala dzarrah. lakukanlah kebaikan meskipun itu tidak bernilai karena kita berharap Ar-rahiim dari Allah, dan kita berharap Al-ghaffur dari Allah untuk syarran yang kita lakukan meskipun itu mitsqaala dzarrah.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=lYh_xqfKCbY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s