[VoB2021] Perbedaan antara Tasbih dan Hamd


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-369

Topik: Pearls from Al-Kahfi

Jum’at, 25 Juni 2021

Materi VoB Hari ke-369 Pagi | Perbedaan antara Tasbih dan Hamd

Ditulis oleh:  Heru Wibowo 

#FridayAlKahfWeek53Part1

Part  1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kita insyaallah akan membahas perbedaan antara ucapan subhaanallaah (سبحان الله) atau tasbiih (تسبيح) dan ucapan alhamdulillaah (آلحمد لله) atau hamd (حمد).

Wa in min syay-in illaa yusabbihu bihamdihi walaakin laa tafqahuuna tasbiihahum (QS Al-Isra’, 17:44). 

Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan hamd-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka.

Di ayat ini Allah menyebutkan walaakin laa tafqahuuna tasbiihahum. Bukan walaakin laa tafqahuuna hamdahum

Di ayat ini Allah menyebutkan, “Tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka.” Bukan, “Tetapi kamu tidak mengerti hamd mereka.”

Ayat ini menarik. Di ayat ini disebutkan, “… bertasbih dengan hamd-Nya …”. Mari kita renungkan. Bertasbih dengan hamd-Nya

Kita mengucapkan subhaanallaah, tapi subhaanallaah itu sendiri tidak memenuhi tasbih kepada Allah. Kita harus melengkapinya dengan hamd.

Artinya, hamd adalah sebuah cara untuk mencapai kesempurnaan tasbih kita kepada Allah. Belum sempurna tasbih kita jika hamd tidak kita sertakan.

Pembahasan ini membawa kita ke pemahaman tentang diskusi filosofis tentang Tuhan dan Al-Qur’an.

Keberadaan Tuhan dapat kita buktikan melalui fisika kuantum atau kosmologi atau argumen-argumen yang lain yang serupa itu.

Apa pun argumennya, dapat dibuktikan bahwa memang ada “sesuatu” yang seharusnya kita yakini keberadaannya.

Tapi Al-Qur’an tidak membicarakan entitas yang abstrak dan filosofis seperti itu. Al-Qur’an bicara tentang Dzat Yang Satu, yang kesempurnaan-Nya hanya bisa dirasakan saat kita sendiri punya “perasaan hamd” kepada-Nya.

Jika kita tidak punya perasaan hamd ini di dalam diri kita, maka kita tidak akan mencapai apa yang Allah inginkan kita untuk mencapainya.

It’s not this empty philosophical debate. Al-Qur’an tidak bicara tentang debat filosofis yang kosong.

Lucunya, banyak orang yang terobsesi untuk terlibat dalam debat-debat yang kosong tentang ketuhanan.

Debat sana debat sini tapi yang debat tidak ke sana maupun ke sini. Artinya: jalan di tempat. Tidak ke mana-mana.

Debat seperti itu bisa membuat kita menjadi agnostik. Berpandangan bahwa Tuhan tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui.

Yang terjadi selanjutnya: cinta dan penghargaan kita akhirnya bukan untuk Allah, tapi untuk diri kita sendiri.

Afara-ayta manittakhadza ilaahahuu hawaahu wa adhallahullaahu ‘alaa ‘ilmin (QS Al-Jatsiyah, 45:23).

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat meski faktanya orang itu punya ilmu?”

Misguided despite knowledge. Sesat padahal berilmu.

Ayat ini, menurut Ustaz, the language is shocking. Bahasa yang Allah gunakan di ayat ini mengejutkan.

Kita biasanya mengatakan bahwa seseorang itu sesat karena dia tidak punya ilmu. Orang itu begitu mementingkan dirinya sendiri. Sehingga dia sesat meskipun berilmu.

Kembali ke perbedaan antara tasbiih dan hamd.

Tasbiih artinya kita mendeklarasikan bahwa Allah itu sempurna. Tidak ada cacatnya. Sekecil apa pun.

Saat kita bicara tentang kebijaksanaan-Nya, kebijaksanaan-Nya itu mutlak sempurna dan tanpa cacat sedikit pun.

Saat kita bicara tentang Ilmu Allah, ilmu Allah itu sungguh luas dan mutlak sempurna serta tanpa cacat sedikit pun.

Saat kita bicara tentang pengambilan keputusan, maka keputusan-Nya adalah mutlak sempurna dan tanpa cacat sedikit pun. Keputusan-Nya adalah selalu keputusan terbaik yang pernah ada.

Itulah tasbiih kepada Allah. Pikiran kita disucikan. Pikiran kita tentang Allah. Tentang apa pun tentang Allah.

Sedangkan hamd adalah sebuah ekspresi tentang apa yang Allah lakukan untuk selain Diri-Nya (لغيره).

Betapa sempurnanya Allah membantu kita.

Betapa mengagumkannya hadiah yang Allah berikan kepada kita.

Bukan tentang Dia, tapi tentang apa yang Allah lakukan kepada kita.

Tasbiih adalah saat kita berpikir tentang Allah.

Hamd adalah saat kita berpikir tentang segala yang Allah berikan kepada selain Diri-Nya.

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 18. Al-Kahf / 11. Al-Kahf (Ayah 1b) – A Deeper Look (20:40 – 26:00)


Materi VoB Hari ke-369 Pagi | Kedekatan dan Hadiah

Ditulis oleh:  Heru Wibowo 

#FridayAlKahfWeek53Part2

Part  2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Ayat awal surah Al-Isra’ adalah tentang tasbiih. Dan ayat awal surah Al-Kahfi adalah tentang hamd.

Di ayat awal surah Al-Isra’ diceritakan bahwa Rasulullah diperjalankan, hingga Rasulullah begitu dekat dengan Allah.

Makin dekat seorang hamba dengan Allah, makin ia merasakan betapa dahsyatnya kesempurnaan Allah. 

Laqad ra-aa min aayaati rabbihil kubraa. Benar-benar, sungguh-sungguh, Rasulullah telah melihat sebagian tanda-tanda kebesaran Tuhannya yang paling besar (QS An-Najm, 53:18).

Rasulullah berada di atas sana. Begitu dekat dengan Rabbnya.

Subhaanallaadzii asraa bi’abdihii. Betapa sempurnanya Dia yang memperjalankan hamba-Nya di malam hari.

Adakah yang merasakan kesempurnaan Allah lebih baik dari seorang hamba yang begitu dekat dengan-Nya?

Adakah yang merasakan kesempurnaan Allah lebih baik dari seorang hamba yang diperjalankan ke langit ketujuh dan menjadi tamu-Nya?

Dia yang Mahasempurna itu, apa yang Dia lakukan untuk kita? Dia memberi kita Kitab. Dia memberi kita Al-Qur’an.

Alhamdulillaahilladzii anzala ‘alaa ‘abdihil kitaab. Segala puji dan terima kasih bagi Allah yang telah menurunkan Kitab kepada hamba-Nya

Ketika yang dilukiskan adalah kedekatan seorang hamba kepada Allah, kata yang digunakan adalah subhaanallaah.

Ketika yang dilukiskan adalah hadiah (Qur’an) dari Allah kepada hamba-Nya, kata yang digunakan adalah alhamdulillaah.

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 18. Al-Kahf / 11. Al-Kahf (Ayah 1b) – A Deeper Look (26:00 – 27:30)


Materi VoB Hari ke-369 Sore | Mendekati-Nya Sebelum Mengajarkan Ayat-Nya

Ditulis oleh:  Heru Wibowo 

#FridayAlKahfWeek53Part3

Part  3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Memahami perbedaan tasbiih di awal ayat Al-Isra’ dan hamd di awal ayat Al-Kahfi juga punya implikasi yang dahsyat.

Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam adalah guru terbaik untuk “mapel” atau “bidang studi” Al-Qur’an.

Tapi di ketinggian sana, Isra’ Mi’raj tidak dimaksudkan Allah supaya Rasulullah belajar untuk mengajarkan Al-Qur’an.

Dari mana kita tahu hal itu?

Dari Al-Isra’ ayat 1. Linuriyahuu min aayaatinaa. Agar Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya.

Bukan liyu’allimakum. Bukan supaya Allah mengajarkan ayat. Juga, bukan supaya Rasulullah bisa mengajarkan ayat.

Konteksnya adalah tasbiih, bukan hamd. Konteksnya adalah kesempurnaan dan kebesaran Allah.

Kalau Allah mengajar ayat kepada Rasulullah, konteksnya sudah beda. Bukan tasbiih lagi tapi hamd.

Apa yang kita pelajari dari sini?

Kita harus mendekat ke Allah, dalam perjalanan spiritual kita sendiri, jika kita ingin berbagi ayat-ayat Allah kepada yang lain.

We have to worry about ourselves before worrying about others. 

Jangan sampai kita terlalu mengkhawatirkan umat sedangkan kita sendiri statusnya patut dikhawatirkan.

Di sinilah letak keindahan awal ayat Al-Isra’ dan Al-Kahfi. Kita sendiri tidak boleh berhenti berjuang.

Berjuang untuk terus mendekatkan diri kepada Allah. Sebelum membuat orang lain mendekat ke Allah melalui Kitab-Nya.

Rasulullah mengajarkan Kitab-Nya kepada umat. Menyampaikan pesan-pesan Allah di Al-Qur’an.

Tapi supaya Rasulullah bisa benar-benar menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an, beliau harus merasakan kesempurnaan dari “penulis” Kitab itu.

Subhaanallaah.

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 18. Al-Kahf / 11. Al-Kahf (Ayah 1b) – A Deeper Look (27:30 – 29:05)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.

Jazakumullahu khairan

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s