[VoB2021] Dear, Para Penuntut Ilmu


[VoB2021] Dear, Para Penuntut Ilmu

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-367

Topik: Pearls from Ali ‘Imran

Rabu, 23 Juni 2021 

Materi VoB Hari ke-367 Pagi | Dear, Para Penuntut Ilmu

Oleh: Ayu S Larasaty

#WednesdayAliImranWeek53Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bagi orang-orang yang menikmati proses belajar dan mencintai ilmu biasanya mereka akan menghargai orang-orang yang berjuang menuntut ilmu, alasannya cukup sederhana yakni karena mereka mengetahui bahwa proses belajar itu tidak mudah. Seringkali mereka harus berkorban waktu, tenaga, uang yang tidak sedikit bahkan waktu istirahat mereka. 

Hal demikian adalah sesuatu yang dapat diperjuangkan dan di-ikhtiyar-kan oleh manusia, namun terkadang yang dapat membedakan kecepatan seseorang dalam menuntut ilmu adalah kecerdasan yang Allah karuniakan kepada mereka.

Kali ini Ustaz Nouman menceritakan tentang bagaimana kecerdasan yang Allah karuniakan kepada kaum Yahudi justru menjadikan mereka berjalan semakin menjauh dari Allah.

Kita kan minimal tujuh belas kali dalam sholat memohon agar tidak termasuk golongan yang dimurkai Allah yakni Yahudi, tapi apa sih yang menjadikan mereka dimurkai Allah? Padahal mereka termasuk golongan yang getol dalam menuntut ilmu sehingga mereka termasuk yang unggul di bidang keilmuan.

Ada satu hal yang menjadikan kaum Yahudi menjadi golongan yang dimurkai Allah: *Kesombongan*

Ketika orang menuntut ilmu hingga akhirnya mereka menguasai ilmu tersebut seharusnya menjadikan mereka semakin beritikad untuk menyatukan perbedaan, menjadikan mereka semakin manusiawi dalam memandang fenomena, dan semakin jauh dari perdebatan juga perselisihan. Hal ini dikarenakan keluasan ilmu seseorang akan menjadikan mereka memahami dan mampu membedakan perkara yang memang merupakan sebuah permasalahan sosial yang mudah dipecahkan, tidak berdampak masif pada masyarakat atau bukan perkara yang bertentangan pada hal-hal fundamental.

Namun, kecerdasan yang dimiliki oleh Yahudi menjadikan mereka merasa memiliki perbedaan dengan orang-orang selain mereka, menjadikan mereka merasa unggul dibandingkan ras, agama, atau kelompok sosial lainnya, sekaligus menjadikan mereka memiliki alasan untuk memisahkan diri dari masyarakat yang mereka anggap tidak setara atau memiliki derajat kemuliaan yang sama dengan mereka.

Istilahnya, You can’t sit with us (Kalian tidak bisa duduk sejajar bersama kami).

Dalam surat Ali-Imran ayat 19, Ustaz Nouman menjelaskan bahwa frasa baghyan bainahum (arti: sebab dengki di antara mereka) merupakan sebuah frasa yang mendeskripsikan penyebab suatu hal terjadi, dalam hal ini menjelaskan mengapa para Ahli Kitab (Yahudi) berselisih.

“…. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab, kecuali *setelah mereka memperoleh ilmu*, karena kedengkian di antara mereka,….”

Sungguh aneh, bukan?

Di saat kita selalu diajarkan untuk menjadi seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk, semakin menghindari perselisihan namun tidak demikian dengan kaum Yahudi. Perselisihan justru hadir ketika mereka memperoleh ilmu.

Setelah itu Ustaz Nouman menjelaskan bahwa salah satu akar kata dari sujuud adalah sajdaa yang berarti cabang ilmu. Ironisnya kaum Yahudi meniadakan sujuud dari ritual mereka.

Padahal saat Nabi Ibrahim ‘alaihi salaam mendirikan Ka’bah, Allah berfirman kepadanya bahwa tujuan dari dibuatnya Ka’bah adalah agar hamba-Nya melakukan tawaf, i’tikaf, ruku’ dan sujuud ke arah Ka’bah.

Selain itu saat seseorang mengakui dirinya sebagai hamba Allah maka mereka akan menyerahkan dan menghadapkan diri mereka kepada pencipat langit dan bumi, seperti apa yang selalu kita ucapkan dalam doa iftitah, Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman.

Jadi ketika kaum Yahudi menghilangkan sujud dalam ritual ibadahnya, mereka tidak sekadar menghilangkan ritual fisik saja, namun sekaligus menghilangkan kerendahatian, ketundukan, keberserahan diri, ketaatan mereka kepada Allah.

Ilmu yang ada di dalam kepala mereka, mereka anggap sebagai kemuliaan mereka sehingga tak layak bagi mereka untuk menundukkan dan menempelkan kepala mereka ke tanah.

Hal itulah yang menjadikan mereka golongan yang dimurkai Allah, Na’udzubillaah semoga kita selalu menghayati sujud kita dengan memastikan kita sepenuhnya tunduk, taat, berserah dan sekaligus mengingatkan ilmu yang kita miliki tidak sekalipun menjadikan kita angkuh di hadapan Maha Memiliki Ilmu.

Bersambung nanti siang In syaa Allah.

Sumber: Bayyinah TV > Surahs > Deeper Look > 08. ‘Ali ‘Imran – Ayah 19 (22)-22 Ramadan 2018 (10:34 – 12:35)


Materi VoB Hari ke-367 Siang | Rendahkanlah Hati Ketika Belajar

Oleh: Ayu S Larasaty

#WednesdayAliImranWeek53Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kita semua pasti mengetahui bahwa kisah Nabi yang paling banyak dibahas di Al-Qur’an adalah kisah Nabi Musa _’alaihi salaam_. Allah seringkali menenangkan Rasulullaah _shalallaahu ‘alaihi wassalam_ dengan kisah Nabi Musa ketika beliau sedang sedih atau pun khawatir.

Ya, Nabi Musa adalah seorang role model yang Allah pilihkan untuk menguatkan Rasulullaah dan kita semua. Tapi, Allah tetap memerintahkan Nabi Musa untuk belajar kepada orang lain. Bisa kah kawan sekalian membayangkan, bagaimana status dan kedudukan orang ini di sisi Allah?

Seorang role model Rasulullaah yang namanya paling banyak disebut dalam Al-Qur’an diperintahkan untuk belajar kepada seorang Nabi yang lain? Ternyata masih ada orang yang ilmunya lebih banyak dibandingkan Nabi Musa sehingga beliau diperintahkan menuntut ilmu kepadanya.

Cara Allah menyebut seseorang itu pun cukup unik, Abdan fa ibaadina artinya a servant from ours, a slave from ours, salah satu dari hamba-Ku.

Artinya kedudukan manusia yang paling tinggi di sisi Allah justru adalah sebuah kedudukan dan predikat yang paling rendah di bumi ini.

Ya, tidak ada predikat yang paling rendah bagi manusia daripada hamba. Kita semua tidak memiliki predikat yang paling merendahkan diri dan merendahkan hati sekaligus dibandingkan hamba. Bahkan Nabi Khidir yang menjadi guru dari Nabi Musa statusnya adalah slave, servant, hamba Allah.

Sehingga sejatinya kita tidak memiliki apapun untuk disombongkan.

Bersambung In syaa Allah.

Sumber: Bayyinah TV > Surahs > Deeper Look > 08. ‘Ali ‘Imran – Ayah 19 (22)-22 Ramadan 2018 (12:35 – 14:31)


Materi VoB Hari ke-367 Sore | Perhatikan Dua Hal

Oleh: Ayu S Larasaty

#WednesdayAliImranWeek53Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Di awal pembahasan tadi, kita telah membahas apa saja yang menjadikan Kaum Yahudi berbangga diri karena ilmu yang mereka miliki atas karunia yang Allah berikan. 

Dalam surat Ali-Imran ayat 19, Ustaz Nouman menjelaskan bahwa frasa baghyan bainahum (arti: sebab dengki di antara mereka) merupakan sebuah frasa yang mendeskripsikan penyebab suatu hal terjadi, dalam hal ini menjelaskan mengapa para Ahli Kitab (Yahudi) berselisih.

Kali ini Ustaz Nouman menjelaskan lebih detail perihal akar kata dari Baghyan di ayat tersebut. Ternyata baghyan memiliki dua arti yakni menginginkan sesuatu dan menempuh garis batas.

Dalam konteks kaum Yahudi, keinginan mereka terhadap sesuatu sedemikian besar sehingga mereka mengejar hal selain Allah. Selain itu makna kedua dari kata tersebut juga berarti menempuh garis batas atas sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan.

Jika disimpulkan dalam hal ini Kaum Yahudi menginginkan sesuatu selain Allah dengan keinginan yang kuat, hasrat yang besar bahkan terjebak dalam keserakahan yang menjadikan mereka mau melakukan apa saja meskipun melampaui batas untuk mencapai keinginannya.

Jagalah diri kita semua dari sifat tamak yang berlebihan kepada hal yang bukan termasuk karunia Allah.

Bersambung pekan depan In syaa Allah.

Sumber: Bayyinah TV > Surahs > Deeper Look > 08. ‘Ali ‘Imran – Ayah 19 (22)-22 Ramadan 2018 (14:31 – 15:57)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s