[VoB2021] The Best Speech Ever


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-354

Topik: Divine Speech

Kamis, 10 Juni 2021

Materi VoB Hari ke-354 Pagi | Satu Frasa, Begitu Dalam Maknanya

Ditulis oleh: Indri Djangko

#ThursdayDivineSpeechWeek51Part1

Part 1

بسم الله الرحمن الرحيم

Di antara orang-orang di dunia ini, ada yang ketertarikannya pada Al-Qur’an membawanya kepada penyelisikan mendalam, menggali banyak perspektif, menghabiskan waktu berpuluh-puluh jam untuk menyelami makna Al-Qur’an. 

Ada juga yang sampai menyusun sebuah tulisan komprehensif atau menjadikannya bahan ceramah agar orang lain juga ikut merasakan keajaiban Al-Qur’an, seperti Ustaz kita, Nouman Ali Khan.

Ternyata Ustaz sendiri punya inspirator yang sudah lebih dulu mendalami Al-Qur’an dan berkarya melalui buku-bukunya, yaitu Hamiduddin Farahi.

Di pekan sebelumnya, sudah kita simak bersama cuplikan pendahuluan dari buku Farahi yang disampaikan kembali oleh Ustaz Nouman.

Karya Farahi adalah referensi yang digunakan Ustaz untuk mempelajari kesempurnaan tata urutan Al-Qur’an. 

Masih di halaman pertama, Farahi mengatakan, 

“(Allah) Yang Menciptakan Alam Semesta Ini, 

Yang Tahu Betul Di Mana Harus Menempatkan Matahari, Bumi, dan Bintang-Bintang,

Yang Menempatkan Posisi Jemari pada Tubuh Manusia dengan Tepat,

Yang Tahu Persis Penempatan Setiap Bagian dari Otak Manusia, Di Mana Harus Meletakkan Hidung, Mulut, 

Dengan semua kekuasaan itu, apakah masih mungkin Allah tidak mengetahui cara meletakkan tata urutan yang benar di dalam Al-Qur’an? 

Is that make any sense?

Tentu tidak. Kekuasaan Allah terhadal segala sesuatu juga berlaku kepada Al-Qur’an.

Allah tentu sudah memilihkan bentuk dan susunan terbaik untuk Al-Qur’an.

Farahi melanjutkan dan terkesan penuh emosi, “Saya tidak peduli jika orang lain tidak percaya, tapi saya percaya bahwa Al-Qur’an adalah kata-kata yang paling sempurna yang pernah ada. “The best speech ever.” 

Dan sebagai bagian dari kesempurnaannya, sebuah kitab harus tersusun dengan urutan yang sempurna juga.

Lalu, bagaimana dengan Al-Qur’an? Urutan seperti apa yang menjadikan Al-Qur’an sempurna?

Bersambung in syaa Allah ke part 2

Sumber: Home / Quran / Courses / Divine Speech / 08. The Quran is in Perfect Order (24:50 – 25:40)


Materi VoB Hari ke-354 Siang | Zaid bin Tsabit, sang PIC

Ditulis oleh: Indri Djangko

#ThursdayDivineSpeechWeek51Part2

Part 2

بسم الله الرحمن الرحيم

Masih berkaitan dengan karya Farahi, Ustaz Nouman menyampaikan beberapa argumen Farahi terkait susunan di dalam Al-Qur’an. 

Argumen-argumen tersebut dibagi menjadi tiga bagian:

Historical, textual, and observed.

Kita mulai dengan argumen historical.

Secara historis, Al-Qur’an diturunkan berangsur-angsur selama 23 tahun, dan cara memeliharanya adalah dengan menghafalkannya. 

Di tahun terakhir sebelum Rasulullah wafat, Jibril mendatangi dan membuat Rasulullah untuk membacakan keseluruhan Al-Qur’an sebanyak dua kali.

Saat membacakan seluruh Al-Qur’an, Rasulullah tidak sendirian, Beliau SAW ditemani Zaid bin Tsabit.

Ini adalah salah satu dari sekian banyak bukti historis. 

Zaid adalah saksi saat Rasulullah membacakan Al-Qur’an. Bukan hanya satu atau dua surat, tetapi seluruh surat dalam Al-Qur’an, secara berurutan. 

Tentunya susunan yang dibacakan Rasulullah adalah susunan yang Allah kehendaki, sebagaimana saat Rasulullah dengan apa adanya menyampaikan wahyu sesuai dengan waktu, tempat, atau peristiwa yang Allah kehendaki.

Selanjutnya, di masa kekhalifahan Abu Bakar, Zaid bin Tsabit diminta untuk menjadi pemimpin dalam proyek pengumpulan Al-Qur’an.

Bahkan ketika masa Utsman, saat Al-Quran akan dikompilasi kembali dan dibukukan, Zaid juga menjadi penanggung jawabnya.

Allah menjadikan Zaid menyaksikan pembacaan keseluruhan Al-Qur’an oleh Rasulullah, dan juga menakdirkan Zaid untuk tetap terlibat dalam penyusunan Al-Qur’an setelah Rasulullah wafat, agar susunan Al-Qur’an tetap terjaga.

Bersambung in syaa Allah ke part 3

***

Sumber: Home / Quran / Courses / Divine Speech / 08. The Quran is in Perfect Order (25:40 – 28:20


Materi VoB Hari ke-354 Sore | Konsensus Sahabat Rasulullah

Ditulis oleh: Indri Djangko

#ThursdayDivineSpeechWeek51Part3

Part 3

بسم الله الرحمن الرحيم

Twix, Kit Kat, M&M’s, Mars, Toblerone.

Adalah nama-nama coklat yang disebutkan Ustaz, dan beliau meminta audiens menghafalkan urutan nama coklat tersebut. Hanya boleh dihafal, tidak boleh ditulis.

Saat Ustaz meminta audiens untuk menyebutkan kembali urutan nama coklat, ternyata jawabannya bervariasi.

“Tidak ada kesepakatan umat dalam urutan nama coklat”, canda Ustaz.

Ustaz pun melanjutkan penjelasan.

Di masa Rasulullah, ada ribuan sahabat yang menghafalkan Al-Qur’an. 

Kita ingat kembali bahwa Al-Qur’an turun berangsur selama 23 tahun, dan sahabat menerima Al-Qur’an dari Rasulullah pada bagian, waktu, dan kesempatan yang berbeda-beda.

Bisa dibayangkan akan ada berapa versi susunan Al-Qur’an jika mendasarkan kepada hafalan para sahabat. 

Sama seperti urutan nama coklat yang tidak mencapai kesepakatan umat tadi 😄. Pasti akan ada banyak sekali versinya.

Mungkin akan ada susunan berdasarkan pengalaman sahabat yang mengikuti shalat Rasulullah saat Beliau SAW membacakan QS ‘Ali-Imran di rakaat pertama, dan QS al-Baqarah di rakaat kedua, lalu menganggap urutan QS ‘Ali-Imran lebih dulu daripada QS al-Baqarah.

Tapi hal tersebut tidak terjadi dan tidak menimbulkan kerancuan dalam susunan Al-Qur’an, karena sahabat Rasulullah pada masa itu sangat sensitif terhadap kemurnian Al-Qur’an. 

Mereka sangat berusaha menjaganya sehingga sangat berhati-hati juga untuk mengambil keputusan jika tidak ada tuntunan dari Rasulullah.

Perdebatan tentang susunan ini sama sekali tidak ada, sebagaimana tidak ada yang mendebat jumlah rakaat shalat yang harus ditunaikan.

Karena para sahabat sebegitu yakin dan berimannya kepada Allah dan Rasul-Nya. 

Alasan tercapainya konsensus di kalangan para sahabat tidaklah rumit. Selama itu dari Allah, perintah Allah dan tuntunan Rasullah, maka mereka pun tidak perlu mendebatnya. Sami’na wa atho’na.

***

Sumber: Home / Quran / Courses / Divine Speech / 08. The Quran is in Perfect Order (28:20 – 32:24)


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s