[VoB2021] Aku Ingin Hasil sebagai Gantinya


[VoB2021] Aku Ingin Hasil sebagai Gantinya

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-353

Topik: Pearls from Ali ‘Imran

Rabu, 9 Juni 2021 

Materi VoB Hari ke-353 Pagi | Aku Ingin Hasil sebagai Gantinya

Oleh: Rendy Noor Chandra

#WednesdayAliImranWeek51Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Inti dari agama atau dalam bahasa Arab disebut sebagai diin pada akhirnya adalah terkait pembalasan atau konsekuensi dari tindakan. 

Itulah kenapa dalam bahasa Arab ada pepatah yang menyebutkan bahwa bagaimana Anda berperilaku maka seperti itu juga kami akan berperilaku kepada Anda. 

Bagaimana kita mengambil sikap akan mengarahkan pada konsekuensi tertentu yang akan kita dapatkan. 

Apapun yang kita lakukan, dalam agama apapun, kita berharap akan ada ada hasil dari ‘investasi’ yang kita lakukan. 

Orang lain mungkin akan menyimpan coklat di depan patung Buddha dan berharap mendapatkan karier yang lebih baik. Mereka ingin dipromosikan di tempat kerja mereka.

Mereka ingin ada hasil dari ‘investasi’ mereka.

“Aku ingin sesuatu sebagai gantinya.”

“Aku akan berdoa dan terus berdoa karena aku butuh ketenangan.”

Ustaz Nouman pernah mendatangi sebuah acara di Dallas, Texas. Acara tersebut penuh sesak dengan orang-orang. Mungkin ramainya seperti ramainya pertandingan basket di USA. 

Ustaz tidak berhasil mendapatkan bangku depan dan akhirnya mendapat tempat duduk di bagian paling belakang.

Acaranya seperti talk show. Si bintang utamanya menghadirkan ibu, istri dan keluarganya. Di tengah-tengah acara ada pertunjukan musik, seperti talk show yang sering kita lihat pada umumnya.

Ustaz sebenarnya hanya penasaran apa yang mereka lakukan? Apa yang membuat orang begitu tertarik ikut acara ini?

Tahukan teman-teman apa yang Ustaz saksikan?

Acara tersebut sebenarnya beberapa tahun sebelum kuliah Ustaz Nouman di Bayyinah Institute tahun 2018 ini, mungkin sekitar 2-3 tahun sebelumnya. 

Judul acaranya adalah ‘Natal Spesial di Dallas’.

Apa yang Ustaz Nouman pelajari?

Ustaz menyadari bahwa mereka mengajari orang-orang kalau kita berdoa, Allah akan membuat urusan dunia kita lebih baik. 

Tidak ada sama sekali pembicaraan tentang akhirat. Sama sekali.

Satu-satunya pembicaraan di talk show tersebut adalah perkataan ibu dari bintang utama yang berkata,

“Saya di-diagnosa menderita kanker lebih dari 20 tahun yang lalu. Dokter mengatakan sisa umur saya tinggal 6 bulan. Dan saya berdoa, “Oh Yesus, saya mau hidup 20 tahun lagi.”

Oh, tidak, 30 tahun saja.”

Kemudian ibu tersebut berkata lagi,

“Dan sekarang sudah 30 tahun berlalu.”

Penonton hiruk pikuk bertepuk tangan. Bersiulan sahut-menyahut. Mereka heboh sekali mendengar kabar tersebut.

Si bintang tamu kemudian menjanjikan banyak hal kepada penonton. 

“Tahun ini, kalian semua akan kembali kepada Yesus dan urusan uang kalian akan beres.”

Orang yang duduk di sebelah Ustaz Nouman bergumam,

“Oh, _yeah._ Tentu. Pasti begitu. Inilah tahun terbaik saya!”

Bagaimana mungkin ia menjanjikan sesuatu atas nama Allah? Rezeki mana yang akan kita dapatkan dan tidak akan kita dapatkan?

Karena pemikiran tentang agama oleh banyak orang adalah apa yang aku lakukan untuk Allah, Allah akan melakukan sesuatu untukku. 

Kita juga punya konsep yang sama.

TAPIIII….

Ada satu hal yang pasti.

Allah yang memutuskan apa yang Allah lakukan dan apa yang Allah tidak akan lakukan.

Ada satu hal yang Allah jamin.

Kita mungkin tidak akan mendapat balasan di dunia ini. Ketika kita beribadah dengan benar kepada Allah, kita pasti akan mendapat balasan di akhirat. 

Kita pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal. Karena Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui.

Sumber: Bayyinah TV / Home / Quran / Deeper Look / 3. Ali-Imran / 07. Ali ‘Imran Ayah 19 (12) Ramadan 2018 (41:08-44:28)


Materi VoB Hari ke-353 Siang | Pergerakan Nabi ‘Isa

Oleh: Rendy Noor Chandra

#WednesdayAliImranWeek51Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Di akhirat, tidak akan ada yang terlewat dari diin Allah ‘Azza wa Jall.

Itulah kenapa kata diin menjadi salah satu nama utama dari Hari Perhitungan Amal yaitu yaumud diin.  Apapun yang kita lakukan dalam diin Islam akan menghasilkan buahnya pada yaumud diin.

Dua kata tersebut saling berhubungan satu sama lain. 

Sekarang, dengan dua kata tersebut,  Allah mengirimkan pesan-Nya kepada umat Yahudi dan Nasrani bahwa ayat ini mengandung dua makna. Sebenarnya bagian akhir dari ayat ini merupakan pembahasan yang cukup panjang. Pada kesempatan kali ini, Ustaz Nouman hanya akan memberikan gambaran umum. Beliau akan menjelaskannya lebih mendetail pada kuliah beliau keesokan harinya.

Allah pada ayat ini akan memberikan kita gambaran tentang pergerakan Nabi ‘Isa ‘Alayhissalam.

‘Isa ‘Alayhissalam pada saat beliau datang beliau membawa pesan yang sifatnya resisten. Ajaran yang beliau bawa menentang para penguasa saat itu.

Dan beliau saat itu tidak berada dalam posisi politis yang tidak dominan.

Maksudnya, beliau datang ketika para ulama Bani Israil banyak yang menyimpang. 

Beliau menyebut mereka tidak adil. Apa yang para ulama tersebut anggap sebagai Islam (saat itu) hanyalah konsep-konsep tidak adil semata. Apapun yang mereka ajarkan itu tidak bisa dibilang turun dari Allah karena banyak ayat-ayat Allah yang diubah oleh tangan mereka.

Beliau Isa ‘Alayhissalam menjelaskan kesesatan para ulama Bani Israil tersebut satu per satu. Apa yang mereka ubah dari Kitab Allah. Alasan mengapa mereka mengubah ayat-ayat Allah. Kerakusan apa yang menggeroti mereka sehingga mereka berani melakukan hal itu. Kekuasaan apa yang memaksa mereka mengubah Kitab Allah. Bagaimana mereka (ulama Bani Israil) sebagai penjaga agama Allah berubah menjadi manusia yang haus kekuasaan dan harta. 

Beliau – ‘Isa ‘Alayhissalam-  menyeru mereka berulang, berulang, dan berulang kali.

Konsisten menyeru kepada para ulama Bani Israil ini.

Kita akan menemukannya di bagian awal surah dan akan lebih banyak lagi di ayat-ayat selanjutnya. 

Sumber: Bayyinah TV / Home / Quran / Deeper Look / 3. Ali-Imran / 07. Ali ‘Imran Ayah 19 (12) Ramadan 2018 (44:28-46:16)


Materi VoB Hari ke-353 Sore | Qur’an Mendukung Yesus?

Oleh: Rendy Noor Chandra

#WednesdayAliImranWeek51Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Yang akan kita temukan di bagian awal surah Ali ‘Imran adalah bahasa secara tidak langsung kepada umat Yahudi dan Nasrani. Di ayat-ayat selanjutnya akan lebih banyak pernyataan terbuka kepada para ulama Bani Israil ini.

Ayat yang akan kita bahas ini adalah pernyataan tidak langsung.

Maksudnya pernyataan tidak langsung seperti apa?

Jika ada seorang Kristen yang mendengarkan ayat ini, ia akan berkata,

“Wow, orang-orang ini sepertinya berada di pihak yang sama dengan Yesus..”

Jika Qur’an sedang membahas tentang perlawanan terhadap ketidakadilan itu, umat Kristen yang loyal kepada ‘Isa ‘Alayhissalam akan berkata,

“Itu kedengarannya seperti apa yang Yesus lakukan dulu.”

“Apakah Kitab ini mendukung Yesus? Apakah betul seperti itu?”

Ada kesetiaan yang disebutkan di sini atas perjuangan yang dilakukan Nabi ‘Isa ’Alayhissalam.

Di saat yang sama ada hal yang dikritisi atas para ulama Bani Israil. 

Bani Israil, khususnya para ulama mereka, mengatakan hal-hal yang buruk tentang Nabi ‘Isa ‘Alayhissalam

Merekalah yang berada di pihak yang berseberangan dengan Nabi ‘Isa ‘Alayhissalam.

Di saat yang sama, ayat ini melembutkan hati umat Kristen, tapi membuat marah ulama Bani Israil, kaum Yahudi.

Kalau mereka ingin mengikuti jejak pendahulu mereka, yaitu mereka bersikap kepada Rasulullah ﷺ sama seperti sikap mereka kepada Nabi ‘Isa ’Alayhissalam dulu, berarti mereka sama saja. 

Allah dengan elegan membuka pintu kepada umat Nasrani untuk mendakwahi mereka tentang Islam. 

Allah akan membahas tentang perjuangan Nabi Isa –yang umat Kristiani pasti merasa terhubung dengannya- karena bagi umat Kristiani, kehidupan saat Yesus masih hidup, bagaimana beliau berjuang dalam dakwahnya,  dan apa yang menyebabkan beliau hingga dieksekusi menurut versi mereka, bagi umat Kristen sangatlah penting.

Kita bisa menemukan referensi kejadian tersebut pada ayat-ayat ini, walaupun mungkin tidak terlalu detail. 

Dan yang paling indah dari bagian tersebut adalah pembahasan ini dimulai dengan,

Memang seperti itulah harusnya berserah diri.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.

-QS. Ali ‘Imran: 19

Ketika umat Kristen datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata,

“Tidak, kami sudah berserah diri kepada Tuhan.”

“Berserah diri Yesus berbeda dengan versi kalian. Berserah diri versinya itu seperti ini. Mengapa kalian berserah diri seperti itu?”

Pesan seperti itulah yang disampaikan. 

Ustaz akan melanjutkan pembahasan ini di kuliah beliau berikutnya. 

Insya Allah bersambung pekan depan. 

Sumber: Bayyinah TV / Home / Quran / Deeper Look / 3. Ali-Imran / 07. Ali ‘Imran Ayah 19 (12) Ramadan 2018 (46:16-48:25) END


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] Aku Ingin Hasil sebagai Gantinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s