[VoB2021] Bukan untuk Kaum Tidak Beriman: Hikmah Hancurnya Umat Terdahulu


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-343

Topik: Heavenly Order

Ahad, 30 Mei 2021

Materi VoB Hari ke-343 Pagi | Bukan untuk Kaum Tidak Beriman: Hikmah Hancurnya Umat Terdahulu

Oleh: Rendy Noor Chandra

#SundayHeavenlyOrderWeek49Part1

Part 1

بسم الله الرحمن الرحيم

Pekan lalu kita membahas tentang apakah ada hubungan antara perceraian suami istri dengan kehancuran suatu negeri.

Allah ﷻ pada dasarnya sedang mengajari kita tentang hubungan ini di surat Ath-Thalaq bahwa hubungan yang paling personal antara dua orang manusia itu tidak dianggap suci.

Bagaimana kita mengawalinya dan bagaimana kita mengakhirinya tidak dilakukan dengan sebagaimana mestinya.

Itulah pernyataan umum terkait hubungan perceraian dan kehancuran suatu negeri.

Itulah bangsa yang sedang berada di jalan menuju kehancurannya.

Kita mungkin juga berpikir bahwa kekafiran, kemusyrikan, penyembahan berhala, pembunuhan massal, bisa menjadi penyebab kehancuran suatu bangsa. 

Tapi ternyata, dengan tidak memberikan mahar kepada istri, melanggar iddah, menyiksa ibu hamil dengan memberikan tugas yang berat, itu bukanlah urusan pribadi saja. Itu juga mengarahkan kepada kehancuran suatu bangsa berdasarkan surah Ath-Thalaq ini.

Allah ﷻ seakan berkata, “Beginilah yang akan terjadi kalau kalian tidak menganggap serius perkara perceraian ini. Kalian akan hancur sebagaimana bangsa terdahulu ketika melanggar perintah Allah.”

“Kalian pasti mengerti apa yang Allah maksudkan. Ini bukanlah perkara yang kecil. Melanggar hal ini saja cukup untuk menjadi alasan yang menyebabkan suatu bangsa hancur. Ia juga termasuk pelanggaran terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya. Dan umat sebelumnya Allah hancurkan dengan azab yang keras.”

Setelah itu Allah sambung ayatnya dengan, 

فَاتَّقُوا اللَّهَ

Ketika sangat sering membaca kalimat ini di dalam Al-Qur’an. Bertakwalah kepada Allah.

Tapi, Allah menambahkan,

فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

Maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal. Orang-orang yang punya pemikiran yang jelas. Apa yang ingin Allah paksakan kepada manusia di ayat ini?

Mikir.

Mikir kenapa Allah katakan seperti itu di ayat ini. Kita akan memahami apa yang Allah tekankan.

Kita tidak akan bertakwa kepada Allah kecuali kita menyambungkan hati dan akal kita. Kita tidak akan bisa menyambungkan keduanya kalau kita enggak mikir

الَّذِينَ آمَنُوا

Orang-orang yang beriman

Kemudian Allah berkata

قَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْرًا

Inilah bagian yang paling spektakuler. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepada kalian. 

Tunggu dulu.

Di ayat sebelumnya Allah menyebutkan suatu kota telah dihancurkan. Mereka adalah umat yang telah lalu yang mendurhakai Rasul-rasul-Nya.  Mereka mendurhakai perintah Tuhan mereka. Apakah mereka orang yang beriman atau tidak?

Mereka tidak beriman.

Biasanya di dalam Al-Qur’an ketika Allah ﷻ menyebutkan kaum ‘Ad telah hancur, begitupun kaum Tsamud, Fir’aun dan yang lainnya, siapa yang Allah ingin beri tahu?

Kaum Quraisy.

Allah memberitahu Quraisy, janganlah seperti Fir’aun atau ‘Ad atau Tsamud. Allah biasanya tidak sedang berbicara kepada umat muslim,

“Perhatikan, kalian akan dihancurkan seperti Kaum Fira’aun dan lainnya.”

Tidak, bukan begitu. Jadi, kepada siapa Allah berbicara di ayat-ayat yang seperti ini? Kaum yang tidak beriman. Janganlah seperti umat terdahulu.

Akan tetapi di surah Ath-Thalaq ini, ada hal yang unik. Allah menyebutkan umat-umat terdahulu,  akan tetapi yang Allah ajak bicara siapa? 

فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ آمَنُوا ۚ قَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْرًا

Kata “kum” disini, yang bermakna kalian, mengacu kepada orang-orang yang beriman. Allah memberitahu kita suatu peringatan.

Kalian tidak akan dihancurkan karena kemusyrikan, kekafiran, penyembahan berhala, atau mendurhakai Rasul. Kehancuran kalian adalah ketika kalian mengejek perintah Allah. Kalian harus paling berhati-hati dalam hal perceraian.

Bersambung insya Allah ba’da Zhuhur

Sumber: Bayyinah TV – Home – Quran – Courses – Heavenly Order – Lesson 02_ Textual Arguments (48:04-51:05)


Materi VoB Hari ke-343 Siang | Allah Menjamin Rezeki

Oleh: Rendy Noor Chandra

#SundayHeavenlyOrderWeek49Part2

Part 2

———————————

بسم الله الرحمن الرحيم

Kita akan melanjutkan pembahasan ke ayat 11 dari surah Ath-Thalaq,

رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِ اللَّهِ مُبَيِّنَاتٍ

Seorang rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan.

Ayat apa yang baru saja dibacakan? Tentang azab yang menimpa umat yang mengejek perintah Allah.

Kata رَسُولًا di sini sengaja Allah pakai untuk membedakan dengan kata nabi yang Allah gunakan di awal surah Ath-Thalaq. 

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ

Wahai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu.

Di ayat pertama ini Allah menggunakan kata Nabi. Pada ayat 10 Allah menggunakan kata dzikran yang pada ayat berikutnya Allah menggunakan kata rasulan.

رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِ اللَّهِ

-QS.Ath-Thalaq: 11

Artinya, ayat Allah yang ini mengeluarkan kalian dari kegelapan menuju cahaya. Perbuatan baik yang ditekankan pada surah ini pada umumnya benar. Akan tetapi, di surah ini adalah perbuatan baik menghindari berbuat dzalim kepada pasangan yang diceraikan atau anak-anak yang terdampak karena perceraian dan lain-lain. 

وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا

Semua peringatan yang mengeluarkan kita dari kegelapan menuju cahaya, khususnya menghindari berbuat dzalim dalam hal perceraian seperti yang disebutkan dalam surah Ath-Thalaq ini, Allah menyebutkan:

قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ رِزْقًا

Allah telah memperindah rezeki untuknya. Untuk orang yang menghindari berbuat dzalim saat bercerai.

Mengapa hal ini penting?

Karena ketika talak atau perceraian terjadi, apa yang menjadi terbagi? 

Tentunya urusan rezeki.

Darimana rezeki akan datang. Oleh karena itu di awal surah yang sama, 

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

-QS. Ath-Thalaq: 2

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

-QS. Ath-Thalaq: 3

Pada akhir surah Ath-Thalaq, Allah memberikan harapan kepada orang yang menganggap bahwa mereka kehilangan rezeki, Allah sebenarnya menyiapkan rezeki dalam bentuk yang lain.

Rezeki tidak hanya terkait uang atau harta. Tapi juga hubungan pernikahan yang baru dan dukungan lainnya.

“Siapa yang mau menikahiku sekarang? Apa yang harus kulakukan sekarang? Bagaimana aku membesarkan anak-anak? Darimana aku mencari penghasilan?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang mungkin akan muncul di benak pasangan yang bercerai. Allah memberikan harapan akan rezeki yang lebih baik untuk mereka.

Bersambung insya Allah ba’da Ashar

Sumber: Bayyinah TV – Home – Quran – Courses – Heavenly Order – Lesson 02_ Textual Arguments (51:05-52:31)


Materi VoB Hari ke-343 Sore | Jaminan di Akhir

Oleh: Rendy Noor Chandra

#SundayHeavenlyOrderWeek49Part3

Part 3

———————————

بسم الله الرحمن الرحيم

Di bagian sebelumnya kita membahas tentang Allah menjamin rezeki hamba-Nya setelah mengalami perceraian.

Sekarang, kita akan membahas hal yang paling menarik.

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.

-QS. Ath-Thalaq: 12

Mungkin kita pernah mendengar bahwa ada pasangan yang ingin menikah, akan tetapi karena sesuatu hal pernikahan tersebut tidak tercapai. 

Kemudian seseorang tersebut berkata,

“Ah, dia pasti sedang melihat bulan purnama yang sama. Aku tahu dia ada di luar sana. Allah sudah menjadikan kita berpasangan.”

Atau kasus lainnya, ketika ada seorang laki-laki yang baru saja menikah, di pekan pertama pernikahannya ia merasa seperti berada di surga.

Akan tetapi, apakah semua pernikahan mampu bertahan?

Tidak.

Perceraian mungkin terjadi.

Dan ketika ia terjadi, masing-masing akan berpendapat,

“Aku kira suami istri itu tercipta sampai ke surga. Lalu apa yang harus kulakukan?”

Allah di akhir surah Ath-Thalaq mengatakan bahwa keputusan tersebut datang dari langit yang tujuh. Bukan hanya ketika ada 2 insan yang bersatu, tetapi juga ketika ada 2 insan yang berpisah. Keputusan tersebut datang dari atas sana.

Kenapa keputusan Allah itu datang?

Agar kita mengetahui bahwa Allah memberi batasan pada segala sesuatu.

Qadr berarti batasan akan sesuatu.

Keputusan Allah terkait perceraian turun agar kita mengingat bahwa tidak ada yang abadi karena Allah memberi batas pada segala sesuatu kecuali diri-Nya.

“Aku pikir pernikahan ini akan berlangsung selamanya.”

Tidak, terkadang Allah memutuskan ia tidak akan berlangsung selamanya.

Kalau Allah tahu, mengapa Allah membiarkan saya menikahinya?

Pertanyaan seperti ini akan sangat mungkin muncul, karena memang seperti itulah perasaan yang akan dialami.

Apa yang Allah katakan?

وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

Dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

-QS. Ath-Thalaq: 12

Allah tahu dan kita perlu melewati pengalaman itu. Pernikahan itu adalah bagian dari pelajaran untuk kita. Sampai waktu yang ditentukan atau qadr atau batas yang Allah tentukan datang. 

Perceraian juga adalah pelajaran yang sebagian dari kita harus lewati. Mengeluarkan dari kegelapan menuju cahaya dalam konteks ayat ini. 

لِيُخْرِجَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ

Kemudian di akhir surah Ath-Thalaq. Allah menyebutkan, 

قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ رِزْقًا

Jika kita melihat ayat ini sebagai suatu kesatuan yang berdiri sendiri, ia tidak ada hubungannya dengan surah Ath-Thalaq, Pembahasan terkait kehancuran umat terdahulu, rasul-rasul yang dikhianati, keputusan datang dari langit yang tujuh. Itu semua banyak dibahas di surah seperti Al-Baqarah atau Luqman. 

Jika ia dilihat sebagian satu bagian sendiri, kita bisa memahaminya dengan mudah. Akan tetapi, ia mengajarkan hikmah mendalam yang berkaitan dengan surah Ath-Thalaq. 

Imam Hamiduddin Farahi mengatakan ada 2 hal yang terjadi di pergantian ayat ini. Ada mahasim dan ada manafi’.  Ada keindahan dan ada manfaat di dalamnya. Ada manfaat khusus yang didapatkan oleh insan yang melalui proses perceraian dan mengambil hikmah seperti yang dijelaskan dalam surah Ath-Thalaq.

Ketika melewati krisis tersebut, mereka akan menemukan petunjuk Allah untuk menghadapinya. Mereka tidak hanya perlu tahu yang ini halal dan yang ini haram. Mereka lebih butuh harapan. Mereka butuh jaminan untuk melembutkan hati mereka, setelah melewati masa yang sulit. 

Apa yang Allah lakukan? Allah menempatkan peringatan di awal, dan harapan serta jaminan di akhir. 

Itulah hikmah yang terkandung dalam ayat, 

قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ رِزْقًا

Bersambung insya Allah pekan depan.

Sumber: Bayyinah TV – Home – Quran – Courses – Heavenly Order – Lesson 02_ Textual Arguments (52:31-56:16(END))


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

2 thoughts on “[VoB2021] Bukan untuk Kaum Tidak Beriman: Hikmah Hancurnya Umat Terdahulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s