[VoB2021] Haqb Demi Haqb


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-323

Topik: Pearls from Juz ‘Amma

Senin, 10 Mei 2021

Materi VoB Hari ke-323 Pagi | Haqb Demi Haqb

Oleh: Rendy Noor Chandra

#MondayJuzAmmaWeek47Part1

Part 1

———————————

بسم الله الرحمن الرحيم

Jika kita menggabungkan ayat 21 dan 22 dari Surah An-Naba, maka kita akan menemukan keindahan di dalamnya.

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا

Jahannam sedang menunggu untuk menyerang semua orang. Tapi ia menarik orang yang ada di dalamnya. Siapa yang ia tarik?

لِلطَّاغِينَ مَآبًا

bagi orang-orang yang melampaui batas,

Ma’abun liththoghiin fa shabr.

Jahannam adalah tempat orang-orang yang melampaui batas ini  yang akan terus menarik mereka walaupun mereka mencoba memanjat untuk kabur. Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang melampaui batas ini. Semoga Allah mengampuni dosa dan menerima istighfar kita. 

Dalam ayat ke-23 surah An-Naba disebutkan bahwa,

لَابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا

mereka tinggal di dalamnya untuk waktu yang sangat lama.

Di ayat ini disebutkan laabitsiina yang berasal dari labts yang artinya waktu yang sangat panjang. Namun, terdapat kata ahqaban yang maknanya zaman demi zaman. 

Apa makna dari haqb ini? Ahqab adalah bentuk jamak dari haqb.

Haqb bermakna zaman, atau waktu untuk keseluruhan generasi. Biasanya untuk satu bangsa mereka memiliki beberapa generasi yang datang silih berganti. Waktu yang diperlukan dari satu satu generasi bangsa hingga akhirnya tergantikan oleh bangsa lain itulah haqb.

Ahqaban berarti orang yang masuk ke dalam Jahannam akan berada di sana selama banyak generasi.

Pernahkah kita mendengar seorang terpidana mendapat hukuman penjara karena dijerat pasal berlapis?

Seseorang bisa saja mendapat hukuman 300 tahun penjara, tetapi pada kenyataannya ia hanya mengalami 20 tahun penjara karena usianya yang sudah 80 tahun, misalnya.

Jahannam pun sebenarnya prinsipnya sama seperti hukuman penjara karena dijerat pasal berlapis. Itulah sebabnya mengapa ahqaban digunakan pada ayat ini.

Ustaz Nouman akan membagikan pandangan para sabahat terkait ahqaban ini agar kita lebih menghargainya. 

Ibnu Abbas berkata, Al-Haqb itu sekitar 80 tahun, mungkin sekitar 83 tahun. Yang mana 1 tahunnya terdiri dari 360 hari. Dan satu harinya sama dengan 1000 hari di dunia. 

Allah tidak mengatakan bahwa orang-orang yang masuk Jahannam itu akan berada di sana dalam waktu satu haqb. Akan tetapi, yang digunakan adalah ahqaban yang bermakna dari haqb demi haqb. Kenapa Allah tidak mengatakan mereka akan tinggal disana selamanya? Kalau begitu ‘kan lebih mudah untuk dipahami?

Kenapa harus dipecah –pecah seperti itu dan disebutkan haqb demi haqb? Poinnya apa?

————————-

Bersambung in sya Allah ba’da Zhuhur

Bayyinah TV – Quran – Deeper Look – An-Naba (Ayah 14-37) A Concise Commentary (49:03-51:03)


Materi VoB Hari ke-323 Siang | Penyiksaan Psikologis

Oleh: Rendy Noor Chandra

#MondayJuzAmmaWeek47Part2

Part 2

———————————

بسم الله الرحمن الرحيم

Ustaz Nouman akan membantu kita dengan memberikan contoh yang sederhana. Beliau  sebelumnya sering mengadakan eksperimen psikologis dengan murid-murid beliau di sekolah dasar di Amerika Serikat. Beliau dulu mengajar Matematika. Menyenangkan sekali bereksperimen psikologis seperti itu, kata Ustaz Nouman. Guru-guru mungkin tidak menyebutnya penyiksaan psikologis. Penyiksaan ini disebut sebagai pendidikan, namun sebenarnya ada yang tertekan dan menekan di sini.

Apa yang Ustaz Nouman lakukan?

Beliau membuat seorang anak yang membuat onar kehilangan 20 menit waktu istirahatnya. Waktu istirahat normal adalah 35 menit. Anak ini membuat gaduh sewaktu kelas sedang berlangsung, sehingga Ustaz memberi hukuman kepadanya. Ustaz menyebutkan hukumannya adalah duduk di mejanya sendiri selama 10 menit pada waktu jam istirahat.  

Ketika anak yang membuat onar tadi melihat ke jam, dia sudah tidak sabar untuk keluar kelas. “Tujuh menit,” kata Ustaz Nouman. Si anak tersebut mulai kelihatan gelisah, seperti mau berdiri dari keadaan duduk dan pergi dari kelas.

Ketika jarum panjang sudah mulai menunjukkan 10 menit si anak langsung berdiri dan bersiap pergi. Namun, Ustaz Nouman menghentikannya dan mengatakan,

“Tidak, kamu tetap di situ 10 menit lagi. Hukumannya sebenarnya 20 menit.”

Apaa? Uuuh….

Rasa sakit dari perkataan tersebut, bahwa hukumannya masih 10 menit lagi, mungkin terasa seperti 1000 tahun. Mengapa seperti itu? Karena si anak yang tadinya sudah penuh harap bisa keluar kelas, ia mengira hukumannya akan berakhir, dan ia bisa melihat pintu ke surga dunia, yaitu gerbang ke lapangan bermain yang dinanti-nanti. Akan tetapi, gerbang tersebut menjadi tertutup kembali. 

Keputusasaan. Hopelessness.

Rasa sakit karena tahu bahwa harus kembali lagi menjalani hukuman, itulah yang ditekankan dari ahqaban ini. Ma’ab berarti membuat kita kembali lagi. 

Kita tahu bahwa narapidana yang telah menjalani beberapa tahun hukuman, mungkin bisa mendapat keringanan sehingga bisa keluar penjara lebih cepat dari yang seharusnya? Ia sudah berbuat baik selama di penjara. Ia tidak pernah menusuk orang lagi, setelah 7 tahun dipenjara, misalnya. Atau misalkan ia telah membershikan perpustakaan. Atau sudah melakukan kerja sosial lainnya.

Ketika masa tahanannya akan berakhir, setelah satu haqb terlewati, kita akan dipertimbangkan ulang untuk dikeluarkan. Namun, di tengah harapan itu, kita dilempar ke dalam penjara lagi. Ini seperti lagu yang sempat ngetren beberapa waktu lalu… sakitnya tuh disini, di dalam hatiku.

Inilah makna dari ayat,

لَابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا

Penyiksaan psikologis yang terjadi kepada penghuni Jahannam. 

Na’udzubillahi min dzalik

————————-

Bersambung in sya Allah ba’da Ashar

Bayyinah TV – Quran – Deeper Look – An-Naba (Ayah 14-37) A Concise Commentary (51:00-55:00)


Materi VoB Hari ke-323 Sore | Tak Sejuk Sesaat Pun

Oleh: Rendy Noor Chandra

#MondayJuzAmmaWeek47Part3

Part 3

———————————

بسم الله الرحمن الرحيم

Kita akan masuk ke ayat selanjutnya, yaitu ayat 24 dari surah An-Naba,

لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا

Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman

-QS. An-Naba;24

Tidak ada kesejukan artinya intensitas panas di Jahannam tidak akan pernah hilang. Luka bakar yang diderita terasa sakit untuk waktu yang sangat lama. Apa yang terjadi dengan orang-orang yang terkena luka bakar? Kulit mereka akan membentuk sel-sel kulit yang baru menggantikan sel-sel yang terbakar.

Kulit kita memiliki sensor termal, bukan? Kita bisa merasakan benda dingin dan benda panas.

Di dalam Jahannam, kulit manusia terbakar dan meleleh, sehingga tidak bisa lagi merasakan panas dan dingin. 

كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا 

Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain.

Orang-orang yang masuk Jahannam tidak akan bisa merasakan kesejukan barang sedetik. Mereka tidak akan sempat selonjoran sambil berkata,

“Setidaknya sekarang aku tidak terbakar lagi.”

Bukan. Bukan seperti itu. Sama sekali tidak akan ada rasa sejuk walau hanya sedetik.

وَلَا شَرَابًا

Dan mereka juga tidak akan bisa mendapatkan minum sedikit pun.

Kecuali apa yang disebutkan pada ayat selanjutnya yaitu ayat 25 yang berbunyi,

إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا

selain air yang mendidih dan nanah,

Mereka –semoga kita tidak termasuk di dalamnya– akan mendapat tembaga yang meleleh. 

Di dalam surah Ar-Rahman, Allah menggambarkan neraka sebagaimana dalam ayat,

يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ ءَانٍ

Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya.

-QS. Ar-Rahman: 44

Allah ﷻ melengkapi gambaran neraka sebagaimana yang disebutkan dalam surah An-Naba ini. Di surah Ar-Rahman, penghuni neraka terbakar di dalam Jahannam sambil berkata, “Berilah kami minum! Apa pun akan kami minum!”

Kemudian mereka lari menghindari api dan menemukan air mendidih dan cairan logam yang meleleh. Kemudian mereka berkata, “Kami sudah tak sanggup lagi dengan ini!” Kemudian mereka berlari lagi menuju api karena tidak tahan dengan air mendidih dan cairan logam yang meleleh tadi. Mereka berputar-putar terus seperti itu seperti orang tawaf.

يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ ءَانٍ

Mereka melakukan tawaf di antaranya (neraka) dan di antara mata air yang mendidih.

Seperti itulah gambaran yang Allah sebutkan di surah Ar-Rahman. Semoga kita tidak termasuk di antara orang yang Allah masukkan ke sana. Aamiin.

————————-

Bersambung insya Allah pekan depan.

Bayyinah TV – Quran – Deeper Look – An-Naba (Ayah 14-37) A Concise Commentary (55:00-56:49)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] Haqb Demi Haqb

Leave a Reply to [VoB2021] Haqb Demi Haqb – Nouman Ali Khan Indonesia | kokicat Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s