Palestina di Hati Kita – Bagian 1: Apa yang Terjadi Pada Saat Ini?


Sampai hari ini, warga Palestina masih terus ditindas oleh Israel. Ramadan seolah bukan menjadi alasan Pemerintah Israel untuk meredakan ketidakadilan mereka terhadap saudara kita di Palestina. Pada malam 25 Ramadan 1442 H, ketika sebagian dari kita dan muslim dunia sedang khusyuk berjamah tarawih atau itikaf dengan damai, saudara-saudara kita di Palestina justru harus merasakan suasana mencekam di dalam masjid kebanggan mereka, kebanggan umat Islam dunia, Masjidilaqsa. Bagaimana Israel menembaki dan menyerang warga Palestina yang sedang melakukan salat berjamaah di Masjidilaqsa?

Berikut 6 fakta yang akan membantu Anda memahami apa yang terjadi sebenarnya di Masjidilaqsa pada bulan suci Ramadan ini.

#1. Apa dan di manakah Masjidilaqsa berada?

Masjidilaqsa adalah masjid ketiga yang disucikan dalam Islam. Areanya sangat luas, sebagian besar berupa area terbuka dan beberapa bagian berupa bangunan tempat beribadah bagi 3 agama besar dunia: Islam, Kristen, dan Yahudi. Secara kesatuan area ini disebut sebagai Masjidilaqsa. Masjidilaqsa berlokasi di Kota Lama Yerusalem yang dikenal juga dengan sebutan Baitulmaqdis.

Kota ini pada dasarnya merupakan wilayah tertutup tembok besar dengan akses keluarmasuk yang dibatasi. Terdapat permukiman penduduk, pasar, jalanan utama, dan tempat ibadah di sana. Baitulmaqdis terbagi menjadi 4 distrik, yaitu distrik Kristen, Armenia, Yahudi , dan Muslim. Masjidilaqsa berada di bagian Distrik Muslim.

#2. Siapa yang menguasai Masjidilaqsa?

Berdasarkan hukum internasional, berikut ini peta wilayah Palestina dan Israel. Palestina terdiri atas wilayah Tepi Barat dan Gaza, sementara Yerusalem berada di dalam wilayah Tepi Barat. Masih menurut hukum internasional dan PBB, Yerusalem terbagi menjadi 2 area, yaitu timur dan barat.

Yerusalem Barat di bawah penguasaan Israel, dan Yarusalem Timur milik Palestina. Adapun Masjidilaqsa yang berlokasi di Distrik Muslim secara hukum internasional adalah bagian dari Palestina.

Jadi, secara sah seharusnya Masjidilaqsa berada di bawah penguasaan Palestina. Namun demikian, pada tahun 1967, Israel mengambil alih wilayah Yerusalem Timur dan sebagian wilayah Palestina lainnya yaitu Masjidilaqsa, Area Muslim, dan seluruh permukiman di sekitar Kota Lama, seperti Sheikh Jarrah.

Karena Israel menguasai Yarusalem Timur, warga non-Yahudi yang ada di wilayah Palestina lainnya tidak memiliki akses ke Masjidilaqsa. Warga harus mengajukan izin khusus kepada pemerintah Israel jika ingin mengunjungi Masjidilaqsa, dan biasanya akan ditolak oleh Pemerintah Israel. Hal ini tak hanya berlaku bagi warga muslim Palestina, tetapi juga warga Palestina yang beragama Kristen yang bermukim di Wilayah Tepi Barat. Mereka tidak memiliki akses ke situs peribadatan mereka di Yerusalem yang ada di area Masjidilaqsa. Pemerintah Israel sepenuhnya menguasai dan mengontrol semua situs keagamaan yang ada di area tersebut.

#3. Apa yang sedang terjadi di Masjidilaqsa saat ini?

Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah malam terpenting bagi umat Islam di seluruh dunia sehingga Masjidilaqsa dipenuhi oleh jamaah yang beribadah dan melakukan salat bersama. Pada malam ke25 Ramadan 1442 H, peringatan Lailatul Qadar, Polisi Israel melakukan serangan mendadak terhadap warga yang sedang melakukan salat berjamaah, di masjid mereka sendiri di Masjidilaqsa.

Mereka melemparkan granat ke arah jamaah yang sedang salat, seakan takpeduli warga sedang khusyuk beribadah. Tentara Israel juga menyerang pasar setempat milik warga Palestina, melukai para wanita yang sedang berada di sana. Tak berhenti sampai di situ, mereka masuk ke dalam masjid, memecahkan kaca di pintu masjid, lalu seenaknya berjalanjalan memakai sepatu di dalam masjid (yang seharusnya tidak diperbolehkan).

Kemudian mereka melempar granat di dalam masjid, memblokade pintu masjid supaya warga Palestina yang berada di dalam masjid tidak dapat keluar. Mereka memperlakukan salah satu dari tiga masjid paling suci bagi umat Islam seperti sampah.

Serangan ini membuat ratusan warga Palestina terluka parah, bahkan ada yang sampai kehilangan kedua penglihatannya. Tak berhenti sampai di situ, tentara Israel kemudian melempar granat di tenda-tenda paramedis milik warga Palestina, sehingga paramedis kesulitan memberikan bantuan pada warga yang terluka. Warga Palestina berusaha merekam semua kejadian ini, tapi tentara Israel seolah tak peduli.

#4. Apa hubungan antara penyerangan di Masjidilaqsa dan Peristiwa di Sheikh Jarrah?

Nah, ini bagian pentingnya: Seperti diketahui, Israel secara ilegal menguasai Masjidilaqsa dan Yerusalem Timur. Jadi, Israel memanfaatkan Masjidilaqsa untuk mengontrol warga Palestina agar patuh pada aturan mereka. Secara historis, setiap warga Palestina melakukan protes atau menolak kebijakan kejam pemerintah Israel, maka Israel akan melakukan penyerangan terhadap Masjidilaqsa. Hal ini dimaksudkan untuk mengirim pesan kepada warga Palestina bahwa: jika kalian terus menerus memberontak dan melakukan aksi protes, kami akan mengambil Masjidilaqsa dari kalian.

Mereka mengetahui pentingnya posisi Masjidilaqsa sebagai situs yang disucikan dan dimuliakan oleh umat Islam. Pemerintah Israel selalu menggunakan Masjidilaqsa untuk menindas warga Palestina sejak 1967, saat mereka mulai menguasai Masjidilaqsa, Yerusalem Timur, dan wilayah Palestina lainnya. Secara gamblang mereka ingin mengatakan: Jika kalian menuruti semua aturan Israel, kami akan mengizinkan kalian beribadah di masjid kalian. Akan tetapi, jika kalian memberontak, masjid ini akan kami ambil alih dari kalian.

Lalu, apa hubungan penyerangan di Masjidilaqsa dengan Sheikh Jarrah? Sheikh Jarrah adalah sebuah permukiman di wilayah Yerusalem Timur, yang secara hukum seharusnya menjadi bagian wilayah di bawah kekuasaan Pemerintah Palestina.

Namun, pemerintah Israel secara ilegal memaksa warga Palestina yang tinggal di permukiman itu untuk meninggalkan rumah. Mereka mengusir warga Palestina dari rumah mereka sendiri! Mengapa? Agar rumah tersebut bisa ditempati oleh warga Israel. Hal ini tentu saja yang memicu aksi protes warga Palestina. Apa yang dilakukan Pemerintah Israel tiap kali warga Palestina melakukan protes?

Mereka menyerang Masjidilaqsa. Ya! Selalu seperti itu sejak dulu. Jadi, penyerangan yang dilakukan terhadap warga muslim yang berada di Masjidilaqsa kali ini adalah untuk menakuti warga Palestina agar tidak melakukan gelombang protes terkait kasus perampasan rumah warga muslim di permukiman Sheikh Jarrah.

#5. Bagaimana warga Palestina merespons serangan ini?

Warga Palestina yang ada di Tepi Barat mulai menunjukkan solidaritas mereka untuk melakukan aksi membela Masjidilaqsa dengan berduyun-duyun datang ke wilayah Yerusalem yang dikuasai Israel. Mereka dicegat oleh polisi perbatasan sehingga semua kendaraan dilarang melintas. Namun, mereka takpeduli. Takkurang akal, mereka turun dari kendaraan dan melanjutkan parade protes dengan berjalan kaki menuju area Masjidilaqsa. Warga Palestina yang bermukim di Yerusalem berdatangan membawa kendaraan mereka untuk menjemput, menunjukkan solidaritas sesama warga Palestina. Aksi protes melebar bukan hanya di area Sheikh Jarrah, melainkan juga di seluruh wilayah Palestina dan perbatasan Isreal.

Masya Allah.

#6. Jadi, apa yang akan terjadi sekarang?

  1. Warga Palestina melakukan aksi protes di seluruh wilayah Palestina,

  2. Polisi Israel menyerang jamaah yang sedang beribadah di Masjidilaqsa,

  3. Parade warga Palestina berduyun-duyun menuju Masjidilaqsa demi melindungi kiblat pertama umat Islam

Setelah penjelasan panjang ini, janganlah kita menyebut penguasaan ilegal Israel ini sebagai sebuah “konflik” atau “pertikaian”. Jangan lagi! Karena ini bukan sekadar konflik atau pertikaian.

Ini adalah penguasaan ilegal Israel, penindasan terhadap warga Palestina, sebuah bentuk diskriminasi. Ini adalah model politik apartheid. Ini pelanggaran hak asasi manusia. Ini tindakan penghapusan etnis. Ini adalah penembakan brutal terhadap umat yang sedang melakukan peribadatan, saat mereka khusuk salat di dalam masjid kebanggaan mereka sendiri.

Pertanyaannya, siapa yang memegang senjata? Yang jelas, bukan warga Palestina kan!

Jadi, sebarkanlah informasi ini, untuk dapat membuat dunia lebih memahami apa yang sedang terjadi dan apa yang sedang dialami oleh sudara-sudara kita di Palestina. Mari tengadahkan tangan untuk berdoa. Sebut mereka dalam doa-doa kita selalu. Merekalah pejuang terdepan penjaga Masjidilaqsa. Semoga mereka selalu diberikan kekuatan oleh Allah SWT, diberi kesehatan. Jangan lupa, kirimkanlah dukungan dalam beragam bentuk yang Anda bisa.

May Allah protect all moslem all over the world, especially Palestine…

Penulis: Noor Ida Fitriya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s