[VoB2021] Kebanggaan Pada Bahasa


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-317

Topik: Pearls from Al Baqarah

Selasa, 4 Mei 2021

Materi VoB Hari ke-317 Pagi | Kebanggaan Pada Bahasa

Oleh: Wina Wellyanna

#TuesdayAlBaqarahWeek46Part1

Part 1

————————————–

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Tidak seperti peradaban Romawi yang memiliki gedung-gedung tinggi atau peradaban Yunani dengan para ahli ilmu filosofinya, apa satu hal yang sangat orang Arab banggakan dari diri mereka? 

Bukan minyak bumi tentunya, apalagi bangga dengan gurun-gurun pasirnya 😆😆😆

Suku-suku di Arab sangat membanggakan bahasa mereka.

Kebanggaan pada bahasanya juga yang membuat mereka percaya diri jika dihadapkan dengan peradaban lain saat itu.

Yhaa, kami memang enggak punya gedung-gedung tinggi, tapi kami mahir berpuisi.” 😏😏😏

Ga bisa kalian merendahkan kami, bahasa kami lebih unggul.” 😎😎😎

Tidak ada deh yang bisa mengungguli rasa percaya diri mereka atas bahasanya.

Ketika kita merasa tidak memiliki banyak hal yang bisa dibanggakan, maka biasanya kita akan menjaga satu-satunya keunggulan kita, betapa orang Arab sangat menjaga ke-powerful-an bahasa Arab.

Puisi-puisi yang dihasilkan beragam, bahasanya pun sangat kaya.

Antar suku kadang berperang hanya karena saling berbalas puisi yang menyinggung satu sama lain.

Wah, bisa sampai turun-temurun perangnya. 🙄🙄🙄

Ka’bah, selain sebagai pusat ibadah haji, juga sebagai pusat penyelenggaraan kompetisi puisi. 🥳🥳🥳 

Pemenang kompetisi puisi akan mendapatkan hadiah berupa puisinya ditulis lalu digantung di dinding Ka’bah, ini merupakan kehormatan tiada tara.  🏆 🥇

Dan ya, Allah kemudian menurunkan wahyu terakhir kepada nabi terakhirnya di tengah-tengah kaum ini.  Kaum yang sangat membanggakan bahasanya.

Ingat ayat 17 yang menerangkan seseorang yang sedang berusaha menyalakan api? 

Sebelum berusia 40 tahun, Rasulullah ﷺ bukanlah seorang Nabi dan Rasul, tapi beliau sangat amat terganggu dengan kejahiliyahan yang terjadi di sekeliling beliau.     

Rasulullah ﷺ tidak menyukai orang-orang menyembah berhala, dan beliau ﷺ pun tidak pernah sekalipun menyembah berhala.

Beliau terganggu melihat kaum yang lemah dizalimi, anak-anak yatim di bully, tidak ada yang memedulikan orang-orang papa.

Dari kisah-kisah sirah, kita tahu sebelum menjadi Rasul, Muhammad adalah seorang aktivis humanis.   

Beliau ﷺ biasa membantu orang-orang di sekitar beliau, bahkan kekayaan Khadijah juga banyak didekasikan untuk orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Meski begitu, kezaliman tidak berkurang sama sekali malahan sebaliknya, Beliau ﷺ bisa dibilang frustrasi dan sedih, hari ini membantu 5 orang, esoknya 15 orang terzalimi.

Terus menerus membantu kaum papa, tapi kemiskinan tak juga hilang.

Hari ini melawan korupsi, minggu depan korupsi semakin menjadi-jadi.

Hati beliau sangat terbebani dengan kenyataan begitu banyaknya kezaliman di sekeliling, dan beliau tidak tahu lagi harus bagaimana.  

Maka, beliau pergi menyendiri untuk merenung dan berkontemplasi, beliau menaiki bukit yang sekarang dikenal sebagai Jabal al-Nur, atau Bukit Cahaya.

Insya Allah bersambung ba’da Zhuhur.

Sumber: 

– Bayyinah TV –  Qur’an – Surahs – Deeper Look – Al-Baqarah – 02. Al-Baqarah (Ayah 17-20) (29:16-31:54)


Materi VoB Hari ke-317 Siang | Kecanduan Bahasa Al-Qur’an

Oleh: Wina Wellyanna

#TuesdayAlBaqarahWeek46Part2

Part 2

————————————–

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Omong-omong, kenapa Bukit Cahaya disebut Jabal Nur?

Selain karena di sana Malaikat Jibril (yang terbuat dari cahaya) membacakan kepada Rasulullah ﷺ wahyu pertama (yang merupakan “cahaya”), Jabal Nur juga diketahui sebagai tempat di mana ketika bulan sedang bersinar, sinarnya jatuh menimpa Jabal Nur, sehingga gunung ini terlihat sangat terang dari kejauhan. 

🌄🌄🌄

Ada lagi yang mengatakan, kalau kita menyalakan api di Jabal Nur pada malam hari, kita bisa melihat sekeliling.

🎇🎇🎇

Meski tidak pernah ada sumber yang mengatakan Rasulullah ﷺ datang ke Jabal Nur lalu menyalakan api di sana, tapi menurut Ustaz Nouman, secara logika sulit berada di gunung pada malam hari yang gelap dan tidak menyalakan api sebagai penerang, wallahu ta’ala a’lam.

Terlepas dari itu, beliau menyendiri di gunung.  

Jadi teringat kisah Nabi Musa, a.s juga ya, yang juga menyendiri ke atas gunung.

⬅️➡️

Ada dua kelompok yang Ustaz Nouman ingin sampaikan ketika membandingkan dua kisah ini. 

Pertama, kaum Yahudi di Madinah yang menunggu kedatangan seorang Nabi hampir 6 abad, dan kelompok kedua kaum Arab di Mekkah yang bangga dengan bahasanya.

Yang dengan bahasanya bisa membuat perumpamaan atau puisi yang sangat mendalam. 

Rasulullah ﷺ datang membawa firman Allah, dan dua kelompok ini yang paling keras permusuhannya.

➡️

Kelompok pertama, yaitu kaum Yahudi, yang dalam kasta merupakan kasta tertinggi di lingkungan bangsa Arab, kaum Yahudi ini juga yang paling pertama menyadari bahwa yang disampaikan Rasulullah ﷺ tidak mungkin sumbernya dari manusia, ingat kan kalau mereka memiliki kitab Taurat dan familier dengan firman Allah?

Tapi keangkuhan dan kesombongan mereka tidak menerima wahyu Allah datang dari kaum selain mereka. 

⬅️

Akhnas Ibn Shurayq juga Abu Sofyan pun Abu Jahal, sering mendatangi rumah Rasulullah ﷺ pada malam hari kemudian sembunyi-sembunyi mendengarkan bacaan Al-Qur’an Rasulullah ﷺ saat beliau shalat malam.  Mereka kecanduan! 

Meski pada malam hari jiwanya kecanduan Al-Qur’an, pagi hari mereka memusuhi Rasulullah dan risalah yang dibawanya.

Sampai satu kali mereka bertemu satu sama lain ketika sedang mendengarkan bacaan Al-Qur’an Rasulullah ﷺ, karena malu dan sombong mereka saling berjanji tidak akan pernah datang untuk mendengar Al-Qur’an lagi.

Tapi namanya kecanduan tentu sulit ya menghilangkannya, malam-malam berikutnya mereka masih saja mendengarkan Al-Qur’an, sampai pada satu titik kesombongan menjadi penghalang dan mereka tidak lagi datang.

Tidak lucu jika ketahuan malam hari kecanduan Al-Qur’an siang harinya menghina Al-Qur’an, mau bilang apa pada generasi muda kaumnya?  Integritas kepemimpinan mereka pasti dipertanyakan.

Abu Sofyan yang mengungkap kisah ini ketika ia sudah menjadi seorang Muslim.

Apa inti cerita ini? 

Insya Allah bersambung pekan depan.

Sumber: 

– Bayyinah TV –  Qur’an – Surahs – Deeper Look – Al-Baqarah – 02. Al-Baqarah (Ayah 17-20) (31:54-34:05)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] Kebanggaan Pada Bahasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s