[MFA2021] Ingin Dilupakan dan Terlupakan – Isabella Kirei


Bismillah.

Pernahkan terlintas di hatimu keinginan untuk dilupakan? Seolah kau ingin semua orang melupakan keberadaanmu, dan tidak ada yang bertanya tentang dirimu.

Aku pernah berada di fase itu. Sulit untuk menceritakan detailnya. Tapi di masa itu, rasanya aku ingin menghilang dari memori orang-orang. Ada rasa takut yang mencekam atas perhatian orang-orang. Aku takut mereka bertanya, dan pertanyaan itu membuatku kerdil. Lebih baik mereka lupa bahwa aku pernah ada diantara mereka. Aku ingin menghilang tanpa jejak, dilupakan dan terlupakan.

Alhamdulillah ‘ala kulli hal, atas nikmat dari Allah, doa orang tua, dan bantuan banyak orang aku berhasil keluar dari fase tersebut. Pelan-pelan aku belajar mengenali Allah lagi, mengenal diriku lagi. Pelan-pelan aku mulai memperbanyak berdoa pada-Nya, belajar untuk tadhorru, merendah dan mengakui kelemahan diri di hadapan-Nya.

Saat itulah aku menonton khutbah Ustaz Nouman Ali Khan yang berjudul How Duaa Works. Materi khutbah tersebut dibuat berdasarkan sebuah pertanyaan, ada yang bertanya kaitan doa yang tidak terjawab dan ‘pandangan’ Allah pada diri hamba. Apakah saat doa-doa kita tidak/belum terjawab, Allah sedang murka dengan kita? Atau mungkin kita dalam kondisi sedang begitu hina, sehingga doa tersebut tidak diijabah.

Ustaz Nouman menjelaskan bahwa tidak begitu. Ada berbagai skenario mengapa sebuah doa tidak segera dikabulkan, atau tidak kunjung terlihat jawabannya. Beberapa contoh diberikan, mulai dari kisah Nabi Yaqub dan Yusuf ‘Alaihuma salam, hingga kisah Maryam salamun ‘alaiha.

Seperti yang kita tahu, Maryam Radhiyallahu anha merupakan seorang perempuan yang paling istimewa. Kita temui ayat tentang buah-buahan yang datang tanpa diminta. Ada begitu banyak nikmat yang hadir tanpa perlu berdoa. Namun… Ada doa Maryam yang “tidak dikabulkan”.

فَأَجَآءَهَا ٱلْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ قَالَتْ يَـٰلَيْتَنِى مِتُّ قَبْلَ هَـٰذَا وَكُنتُ نَسْيًۭا مَّنسِيًّۭا

Kemudian, rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata: “Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan, dan dilupakan”.

(QS Maryam [19] ayat 23)

Tinta di lauh mahfuzh telah kering, bahwa lewat rahim Maryam yang suci, akan lahir Nabi Isa ‘Alaihi salam. Bayangkan lahir dan tumbuh dewasa di kalangan yang begitu religius, keluarganya terpandang, diasuh dan dididik oleh Nabi Zakariya, lalu kemudian harus menggendong bayi tanpa seorang ayah. Betapa besar tekanan psikologi yang dihadapi sang bunda Maryam. Ia harus siap menghadapi cela dan ucapan buruk manusia yang dilempar di depan wajahnya.

Padahal… harga diri (dignity) seorang yang beriman itu lebih berharga dari nyawanya. Maka lintasan pikiran itu hadir, dan dalam kondisi yang begitu lemah saat hendak melahirkan, doa itu diucapkannya.

يَـٰلَيْتَنِى مِتُّ قَبْلَ هَـٰذَا وَكُنتُ نَسْيًۭا مَّنسِيًّۭا

Dia (Maryam) berkata: “Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan, dan dilupakan”.

Nasyan, actually means I wish  nobody ever misses me. They didn’t even ask the question where did Maryam go? I wish I could be invisible, forgotten from people’s memory right now, and nobody even has the thought of me. This is nasiy.. Nobody even think I existed.

And she’s hoping already that she dies, and nobody even comes looking. And then later on, even if years go by, and nobody found out what happen into her, mansiyyan, she’s completely forgotten, there’s no memory of her in the future either. I hope nobody thinks of me right now, and I became invisible in the future also.” – Nouman Ali Khan

Kita tahu, bunuh diri itu diharamkan. Tapi kalimat bunda Maryam tersebut Allah abadikan di Quran. Kau tahu kenapa? Karena Allah ingin menghibur kita lewat kisah bunda Maryam. Allah ingin menguatkan kita lewat ayat ini.

Benar, doa bunda Maryam saat itu “tidak dikabulkan”, karena ketetapan-Nya sudah final, bahwa dari rahim sucinya akan lahir Isa Al Masih. Tapi dibalik doa yang tidak terjawab itu, Allah memberikan hal yang lebih baik.

Allah tinggikan derajat Maryam. Setiap kali disebut nama Nabi Isa, maka kita akan menemukan pula nama ibunya. Isa ibnu Maryam, Isa ibnu Maryam. Berulang kali.

Rasa sakit melahirkan dan tekanan psikologis yang dialami Maryam, semuanya Allah ganti dengan balasan yang lebih baik, di dunia dan juga di akhirat kelak.

Maka untuk siapapun, yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya. Sehingga terlintas keinginan untuk menghilang, dilupakan dan terlupakan. Semoga saat itu, hatimu tergerak untuk memanggil nama-Nya, mengadu dan mengiba pada-Nya. Berdoa dengan prasangka baik akan takdir-Nya, meski puluhan bahkan ratusan pikiran negatif menjerat dan menyesakkan dada.

Percayalah, Allah mendengar tiap lirih doa yang bahkan tidak tereja dalam kata. Yakinlah, Allah melihat tiap tetes air mata yang jatuh. Dan lapangkan hati kita, dengan satu fakta. Bahwa Allah Maha Mengetahui setiap luka, lelah dan sakit yang kita rasakan. Bahwa Allah tidak pernah menginginkan keburukan untuk hamba-Nya. Allah selalu menginginkan kebaikan pada kita, maka mengapa kita justru sering mencari pelarian kepada selain-Nya?

***

Aku pernah, dan barangkali terkadang masih terbesit keinginan untuk dilupakan dan terlupakan.

Tapi kini aku tahu, aku hanya perlu mendekat pada-Nya. Karena tidak ada yang dapat memberikan kemudahan dan penawar selain Allah.

Semoga Allah menjaga kita untuk selalu terhubung dengan ayat-ayat-Nya. Dengan membaca, menghafal, menyimak dan mentadabburi-Nya. Dengan berusaha mengamalkannya.

Aamiin.

Allahua’lam bishowab.

Sumber: https://youtu.be/Qg-MMHtlsFM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s