[VoB2021] Sifat Skeptis, Kuda Bisik, dan Cara Pandang Islam versus Kritik Dunia Barat


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-315

Topik: Heavenly Order

Ahad, 2 Mei 2021

Materi VoB Hari ke-315 Pagi | Sifat Skeptis, Kuda Bisik, dan Cara Pandang Islam versus Kritik Dunia Barat

Oleh: Naima Bibianasyifa

#SundayHeavenlyOrderWeek45Part1

Part 1 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Sebelumnya, kita telah membahas tentang janji Allah yang akan selalu menjaga Al-Qur’an dan para penghafalnya. Al-Qur’an tidak pernah berubah meski sudah 1400 tahun semenjak diturunkan pada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam.

Dalam bagian ini, kita akan membahas mengenai 2 hal, yaitu : Cara Pandang Islam dan Kritik Dunia Barat terhadap penjagaan Al-Qur’an.

Para ahli di Barat meyakini bahwa catatan sejarah yang terbaik merupakan catatan sejarah yang ditulis, bagi mereka, dengan adanya catatan tertulis, menjadikan adanya bukti fisik terkait sejarah yang sedang diteliti.

Jika tidak ada, para ahli menamainya sebagai “oral tradition”, hanya warisan dari mulut ke mulut saja. 

Dan hal ini memiliki potensi kesalahan yang besar, karena tanpa sadar, saat menyampaikan suatu informasi, kita bisa saja menambah atau mengurangi ucapan dalam menyampaikannya,sehingga hasil dari setiap orang pun beda. . 

Contoh : Saat sedang memainkan kuda bisik, Orang pertama dan orang terakhir bisa jadi mengucapkan informasi yang sangat jauuh berbeda. Orang pertama mengatakan:

 “Budi suka anggur,”

 Orang kelima bisa mengatakan:

 “Budi beli apel dan memakannya di depan rumah,”

Beda banget kan ya??, 🤔🤔

Masalahnya, catatan sejarah ini pun tidak bisa menjadi patokan. Tidak selalu isi catatan tersebut benar, bisa jadi ada typo yang dibuat, bisa karena ada sesuatu yang ingin direncanakan penulis lalu dituangkan pada catatan tersebut.

Para ahli tersebut harus meneliti, mencari bukti, menginvestigasi catatan tersebut sampai akhirnya dapat disimpulkan dan membuat hipotesis yang berujung pada skeptisme. Ujung-ujungnya semua masih menjadi perkiraan.

Dalam Islam, hal ini diperbolehkan. Namun, jika sudah menyangkut dengan Al-Qur’an, Kitabullah, Kalamullah, kita tidak bisa memakai cara berpikir ini.

Kira-kira, bagaimana sih cara pandang Islam? Insyaa allahu ta’ala akan bersambung di part selanjutnya.

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Heavenly Order / 02. Textual Arguments (19.21-22.56)


Materi VoB Hari ke-315 Siang | Al-Qur’an dan Keutamaannya

Oleh: Naima Bibianasyifa

#SundayHeavenlyOrderWeek45Part2

Part  2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Ustaz Nouman mengatakan bahwa cara para ahli tersebut hanya bisa diterapkan pada literatur lain, tidak bisa diterapkan dengan Al-Qur’an. 

Semisal, saat dakwah Islam Nabi Muhammad mulai tersebar. 

Apakah kita masih bisa yakin bahwa hafalan orang tersebut akan tetap sama dengan yang Nabi ajarkan? 

Jika seseorang  menghafal sesuatu yang salah , lalu mengajarkan hal yang salah tersebut ke orang-orang, dan nantinya membuat sekolah berdasarkan ilmu yang salah tersebut. 

Apakah Nabi bisa langsung merevisi ilmunya ? Zaman dahulu begitu banyak keterbatasan, tidak ada share doc, e-mail, dan lain-lainnya yang mungkin bisa mempermudah orang itu untuk memperbaiki ilmunya. 

“The variation would have endlessly continued to the point that by the time we found ourselves here today, there will be a huge debate about what Qur’an really is,” kata Ustadz. 

Semakin banyak orang yang menghafal, dan sedikitnya fasilitas yang memadai hanya akan menghasilkan variasi yang kian banyak dalam membaca Al-Qur’an. 

Karena zaman dahulu, setiap kota hanya punya SATU cetakan mushaf. Jadi bayangkan berapa banyak perubahan bacaan yang dapat terjadi. 

Ustaz menggambarkan sebuah ilustrasi dengan sebuah penelitian di Irving, Texas. 

Suatu kelompok berisi 100 orang diberi tugas untuk membuat ulang Alkitab, UU Konstitusi Amerika, dan Al-Qur’an. 

Apa yang terjadi? Tidak ada yang bisa membuat ulang Al-Qur’an. Masya Allah..

Dan ini bisa menjadi hikmah bagi kita, bahwa Allah sangat menjaga Al-Qur’an dan para penghafalnya. 

Kalaupun ada orang yang ingin mengubah Al-Qur’an, menambahkan surat-surat palsu atau menghilangkan beberapa surat, semua pasti akan tahu. 

Semua orang akan gampang ngeh , ada yang janggal disini. Karena apa? Karena hafalan Qur’an sangat dijaga dengan Allah. 

“With one ayah missing, it will get caught right away. With one word out of place, it will get caught right away, “ kata Ustaz Nouman.

Apakah ini terjadi dengan kitab lain? Apakah hal ini juga terjadi dengan  literasi-literasi besar nanti terkenal di luar sana? Tentu tidak. 

Bahkan suatu kutipan saja, bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai orang menyadari bahwa kutipan tersebut salah

Kembali lagi pada ayat pernah dibahas di partai sebelumnya :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

 From the beginning till the end

Allah yang menurunkan Al-Qur’an sebagai dzikrun, dan Allah-lah yang memeliharanya. 

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Heavenly Order / 02. Textual Arguments (22.56-30.12)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s