Bersabar-Sabar Dalam 10 Hari Perjalanan Akhirat


“Ustadz, bagaimana kiat bagi seorang ibu yang memiliki balita untuk bisa mendapatkan Laylatul Qadr?”

Sebuah pertanyaan yang menarik di kajian Ustadz Budi Ashari beberapa hari yang lalu. Klo buat bapak-bapak, mirip-mirip kondisinya klo lagi sibuk dengan pekerjaan kantornya, bagaimana mensiasati perburuan laylatul qadr-nya.

Dugaan saya jawaban beliau kurang lebih, “Yaudah semampunya aja.. fattaqulloha mastatho’tum.. insyaa Allah, Allah mengerti kondisi kita..”

Tapi ternyata beliau memilih jawaban yang diksi yang berbeda. Beliau mengutip kisah sahabat, Said bin Amir Al Jumahi, seorang salah satu gubernur di negeri Syams, di saat pemerintahan Khalifah Umar r.a.

Suatu hari Said bin Amir diadukan ke amirul mu’minin, bahwa hampir setiap malam Said tidak pernah bisa ditemui oleh rakyatnya.

Kalau kita ditanya begitu, mungkin jawaban kita, “Ya iyalah..kan udah jam lewat jam kerja.!”

Bener apa beneer 😃 Tapi namanya orang sholih, responnya beda.. Kalimat indah yang keluar dari lisan seorang Said bin Amir adalah, Ja’altu nahaaro lakum, waja’altu laila lillaah. Saya jadikan siang saya untuk kalian semua. Silahkan temui saya di waktu siang, saya siap melayani. Tapi di malam hari, SAYA DEDIKASIKAN SEPENUHNYA untuk Allah ta’ala..”

*nyesss….

Intinya mah, yaudah bapak-bapak, ibu-ibu, klo ada kesibukan urusan dunia, apakah itu urusan kantor, urusan anak, urusan dakwah… Yaudah diberesin aja gitu.

Abis beres ya langsung ihyaul lail. Hidupkan (baca : melekan) malam. Toh juga cuma 10 malam, bukan 100 malam, atau 200 malam. CUMA 10 MALAM saja kok.

Masyaa Allah… no pity bener yaa xD

Memang berat menghidupkan malam.. Tapi sebagaimana pesan di video di atas, kalau kita orang beriman kita GAK AKAN PEDULI. Selama kita tetap menuju akhirat.. Bahasa Jawa nya mah : Pain is temporary, AKHIRAT is FOREVER.

Memasuki malam 21 Ramadhan di malam ini, untuk siapapun yang mengenal saya, pernah berinteraksi dengan saya…saya mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya bila ada kesalahan dalam bertutur dan bersikap..

Semoga Allah berikan taufik kepada kita semua, agar bisa bertahan mengoptimalkan 10 hari perjalanan akhirat kita masing-masing.

***

NB : Ada dua tulisan yg pernah saya buat tentang tema 10 hari terakhir. Silahkan dibaca pelan2 dg menghadirkan hati..agar tdk hanya jadi “informasi” yg lewat begitu saja..namun menjadi ilmu yg menggerakkan utk beramal. Semoga bermanfaat.

1. Rahasia di Malam Lailatul Qadr (agar kita tau betul siapa yg kita “hadapi” dan bersemangat utk menyiapkan sebaik-baiknya) https://facebook.com/story.php?story_fbid=10212445074023852&id=1291593034

https://facebook.com/story.php?story_fbid=10212445074023852&id=1291593034

2. Tutorial Teknis Persiapan 10 Hari Ramadhan (sekedar berbagi tips poin2 teknis sampai rundown selama i’tikaf nanti) https://facebook.com/story.php?story_fbid=10217409678335857&id=1291593034

https://facebook.com/story.php?story_fbid=10217409678335857&id=1291593034

Sumber Facebook Big Zaman: https://www.facebook.com/BigZaman/posts/10219790806982585

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s