[MFA2021] Ampunan-Nya Tanpa Batas, Cinta-Nya Tak Bertepi- Siti Saroh


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Oleh : Siti Saroh

Mungkin selama jadi muslim, aku kadang merasa tersakiti oleh perkataan dan perbuatan orang lain. Bahkan dengan kejadian menyakitkan di luar kendaliku sekalipun. Air mata bisa berhamburan. Dan respon paling masuk akal, respon paling normal adalah adanya benci di dasar hati, kemudian  menjauh dari asbab yang telah membuat geram perasaan dan membakar hati a.k.a ghosting. Menjauhi orang-orangnya sekaligus tempat, situasi, serta kondisi.

Butuh waktu bagiku untuk mengajak hati sembuh dari perasaan kecewa, marah, dan benci karena perkataan maupun perbuatan menyakitkan. Meski orang yang bersangkutan telah meluapkan maafnya. Dan walaupun kejadiannya telah berlalu lama. Oke, barangkali dalam keadaan tertentu bisa saja aku melupakan lalu memaafkan. Namun apakah atmosfer keakrabannya masih sama? Apakah rasa cintanya masih sama? Probably not.

Tapi, Ustaz Nouman Ali Khan dalam ceramahnya mengajakku untuk berpikir, bagaimana jika kita yang melakukan kesalahan terhadap Allah swt.? Allah swt. mengajak kita melakukan sesuatu, yang sebenarnya untuk kebaikan kita, tapi kita tidak patuh. Dan tidak patuhnya bukan hanya sekali, tapi berulang kali. Apakah Allah swt. langsung memusnahkan kita dari muka bumi? Apakah Allah swt. langsung menyuruh bumi untuk menelan kita? Absolutely not.

Nah, sekarang mari kita pikirkan. Ingat-ingat kembali seberapa jahiliyah kita.

Bagaimana kita bisa menghabiskan waktu untuk buka puasa bersama hingga lalai meluangkan waktu untuk salat tarawih berjamaah?

Yang lebih sering melihat gawai daripada kalam-Nya. Padahal kebanyakan orang tahu bahwa teknologi adalah budak yang dapat diandalkan sekaligus majikan nan keji. Astaghfirullah.. se-jahiliyah itukah diri ini?

Tetapi alhamdulillah.. ternyata Allah swt. menghujani kita begitu banyak blessings. Dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah (2) ayat 222 Allah swt.berfirman:

 ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ

Yang artinya : “… Sungguh, Allah swt. mencintai orang yang bertaubat …”

Sungguh cinta Allah swt. begitu besar dan ampunan-Nya tanpa batas.

Namun, ada poin penting yang harus kita tanamkan dalam diri. Bahwa pada ayat ini Allah swt. tidak mengatakan Dia menerima taubat seseorang meski berulang kali berbuat salah (Allah swt. tidak mengatakan hal itu). Namun Allah swt. mencintai orang yang bertaubat berulang kali. Yang mengucapkan istigfar, meminta ampunan dan cinta-Nya everyday, everytime. Bukan yang berbuat salah berulang kali, lagi dan lagi tanpa kendali.

Maha Baiknya Allah swt. memang tiada pembanding. Dia menerima taubat, memberi ampunan, membuka pintu maaf selebar-lebarnya untuk orang yang melangitkan doa kepada-Nya. Berbanding terbalik dengan kita bukan? Yang susah memaafkan kesalahan orang lain. sulit menerima dia kembali dengan kadar perasaan dan cinta yang sama seperti sebelum dia melakukan kesalahan.

Maka,

Semoga Ramadan tahun ini kita termasuk orang-orang yang meraih ampunan-Nya.

Semoga ibadah, puasa, dan segala amalan kebaikan hariannya senantiasa berarak dengan penuh keihklasan. Jika dirasa masih malas-malasan untuk melakukan ibadah, menunda ghibah, dan ibadah yang segitu-gitu saja. coba tanyakan lagi pada diri kita, perlu berapa Ramadan lagi yang harus Allah swt.berikan kepada kita? Dan akankah sampai umur kita pada Ramadan selanjutnya?

Semoga hati kita selalu diselimuti istighfar, sebab istighfar is the gateway of relief and happiness. Whenever you are in distress, recite it.

Sumber youtube: https://youtu.be/5ZHU9gFLRIY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s