[MFA2021] Kehidupan Dunia Susah Payah, Akhirat Bahagia dan Sempurna – Merina Ayu Ardini


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

A’udzubillahi minasysyaithanirrajim

Bismillahirrahmanirrahim

Kehidupan dunia usah payah, akhirat bahagia dan sempurna.

Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang tercipta di dunia ini dengan susah payah dalam keadan apapun, untuk apa? 

Agar manusia beribadah kepada Allah SWT. Bukan bermain-main dengan arus dunia tapi mempertahankan arus akhiratlah yang seharusnya menjadi konsep kehidupan kita saat ini. 

Namun, sering tidak kita sadari bahwa hubungan kita dengan-Nya adalah hal yang paling utama, kita mampu membuat janji bertemu dengan manusia namun janji bertemu Allah SWT dalam keseharian selama 5 waktu masih saja kita tawar. 

Padahal manusia diciptakan dalam keadaan sulit, lantas apa kita tidak butuh Allah subhanahu wata’ala?

Tidak ada lagi yang kita butuhkan, selain Allah. 

Indahnya surga juga sudah disebutkan didalam Al-Qur’an, masih saja kita mau menawar?

Tentang manusia yang diciptakan dalam keadaan sulit, terdapat di ayat favorit saya dalam Q.S Al-Balad:4

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ – ٤

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (QS. Al-Balad, 90:4)

Sudah jelas bahwa manusia diciptakan dalam keadaan sulit dan diberi beban terberat, tapi kita tidak mau menerima kesusahpayahan yang saat ini kita rasakan. Dalam keseharian, 24 jam waktu yang diberi Allah SWT apa sudah benar-benar kita manfaatkan?  

Ternyata masih belum banyak dari kita mengira bahwa kehidupan ini akan berlanjut dengan kebahagiaan yang kita ciptakan.

Ustadz Nouman Ali dalam kajiannya menyebutkan, “Secara emosional anda berjuang. Secara fisik anda terbebani, terganggu. Dari segi kesehatan Anda mungkin depresi. Secara finansial mungkin anda kesusahan. Dengan orang-orang anda mungkin juga bermasalah. Allah merancang agar kehidupan ini sulit.”

Setiap manusia diberi kesusahan, bahkan yang dalam keadaan beriman pun diberi kesulitan. Kita manusia selalu tidak bersyukur bahwa Allah SWT mendesain kehidupan ini dengan keadaan sulit karena Allah SWT menginginkan kita berjuang. 

Tidak ada satu manusia pun yang tidak diberi masalah, kemana pun dimana pun kita berada, masalah akan terus bermunculan, tanpa kita sadari kita selalu ingin menghindari masalah, tapi Allah SWT sudah berfirman dalam Al-Qu’ran bahwa setiap kita akan diuji.

“Iman tidak berfungsi untuk menyingkirkan yang menyebabkan masalah kita”, ungkapan yang membuat kita berpikir, setinggi apapun iman kita, hubungan kita dengan-Nya tidak ada satu hari saja tanpa masalah.

Pada dasarnya manusia diciptakan dalam situasi untuk selalu berjuang menghadapi keadaan sulit dunia ini. Iman bukan untuk menghilangkan setiap masalah tapi iman kita adalah untuk menghadapi setiap masalah yang datang.

Bukan saatnya lagi kita menghindar atas masalah yang datang, karena konsep dari Firman Allah SWT dalam Surah Al-Balad ayat 4 adalah “kita berjuang menghadapi setiap kesulitan yang kita temui.” 

Tentunya kita harus mampu menghadapi 2 hal yang selalu menghantui dalam setiap harinya, yaitu ketakutan dan kesedihan, dua hal yang berkolaborasi untuk menguji setiap dari yang bernyawa.

Segala apa yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT dalam kehidupan kita, harus membuat kita mampu berpikir ada hikmah dibalik itu semua, kecemasan yang sering kali terbesit dalam benak kita adalah kita yang tak mau menurut perintah-Nya, kita selalu menuruti apa mau kita

Padahal dalam keadaan kesulitan seperti ini Rabb kita masih memberi keringanan dan kemudahan yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 286, 

Laa yukallifullohu nafsan illaa wus’ahaa. 

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”, konsep yang Rabb kita beri seharusnya tak menjadikan kita khawatir lagi, karena sudah jelas, jika kita berjuang menghadapi setiap kesulitan pasti akan diberi kemudahan.

Mau menawar seperti apa lagi kita manusia, yang selalu lupa dan tak mau rugi atas kehidupan yang dijalani tanpa menyadari bahwa semua ini masalah.

Manusia berprasangka, jika kita diberi masalah berarti Allah SWT tidak sayang hamba-Nya.

Oh tidak, bukan begitu, Allah SWT memiliki 99 nama dalam asmaul husna, salah satunya adalah Ar-Rohiim (Yang maha Penyayang).

Sanggup kita mengolok-olok Allah SWT dengan prasangka Dia tidak menyayangi hamba-Nya? 

Mari bersama-sama beristighfar Astaghfirullahal’adzim.

Selamat menjadi manusia! 

Manusia yang setiap harinya berada dalam keadaan sulit, tapi ada iman yang akan membawa kita untuk menghadapi setiap masalah yang diberi-Nya. 

Semoga kita manusia mampu menghadapi setiap kesulitan hidup ini dan terus dalam jalan yang lurus, sampai bertemunya mata kita dengan Allah SWT di akhirat nanti. Aamiin

Sumber : https://youtu.be/8W1rjinfIc0

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s