[MFA2021] Be Like the Bee – Agus Dani


وَاَوْحٰى رَبُّكَ اِلَى النَّحْلِ اَنِ اتَّخِذِيْ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا وَّمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُوْنَۙ – ٦٨

ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًاۗ يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ ۖفِيْهِ شِفَاۤءٌ لِّلنَّاسِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ – ٦٩

السلام عليكم ورحمه الله وبركات

My favorite ayat saya adalah QS 16 ;68-69.

Alasan kenapa saya memilih ayat ini sebagai salah satu ayat favorit saya karena bagi saya ayat ini menyentuh saya sekaligus juga penampar, menyadarkan dan mengubah mindset saya selama ini.

Sebagai seorang muslim sekaligus juga mukmin kita meyakini bahwa al-qur’an adalah kalamulloh: ayat-ayat Allah, mukjizat dari Allah, Al-Qur’an juga sebagai hidayah petunjuk dari Allah, maka dari itu saya sempatkan untuk baca Al-Qur’an untuk mendapatkan sebuah petunjuk.

Selepas salat subuh dan maghrib, biasanya saya baca Al-Qur’an satu halaman kurang lebih sekitar 10 atau 20 ayat, ada sebagian ayat-ayat yang saya hafalkan terutama surat-surat pendek, sebagian saya baca begitu saja terkadang dengan artinya atau terjemahannya, ada ayat-ayat yang jelas artinya sehingga mudah dipahami maknanya dan ada juga ayat-ayat yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Ketika pertama saya baca ayat ini biasa saja, namun karena di akhir ayat dinyatakan bahwa, “sungguh pada yang yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang yang berpikir“. 

Maka timbul pertanyaan di kepala saya namun saya tidak menemukan apapun selain dari keunikan ayat tersebut. Nama dalam surat ini adalah “lebah” yang mana semakin menambah banyak pertanyaan dalam benak saya.

Dan selang beberapa minggu, saya dapat postingan video NAK pada khutbah jum’at dengan judul “be like the bee“.

Dan setelah menyimak video tersebut Tallaahi (demi Allah) saya tidak bisa mengungkapkan, tidak ada keraguan bahwa Al-Qur’an memang mukjizat dari Allah, setidaknya itu yang saya rasakan.

Pada video tersebut Ustadz NAK membahas tentang QS 16; 68-69 dan penjelasannya menurut saya sangat masuk akal dan menjawab semua pertanyaan yang ada di benak saya selama ini. 

Saya mungkin tidak bisa menuliskan semua penjelasan dari Ustaz NAK tentang ayat ini secara detail namun sedikit saja pelajaran yang dapat saya tulis dari pembahasan ayat ini. 

Lebah adalah mahluk kecil yang bagi kebanyakan orang suatu hal remeh ternyata menyimpan berjuta faedah, cara hidup yang menakjubkan, cara dia makan, jadi ingat pelajaran SD dulu simbiosis mutualisme, hubungan saling menguntungkan.

Sebagaimana hadis Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam perumpamaan mukmin itu bagaikan lebah. Intinya ambil sedikit bagian saja yang terbaik dan berikan yang terbaik pula sebanyak mungkin dalam hal apa pun, terutama hal rezeki.

Keimanan seseorang itu naik turun, begitupun dengan diri saya. Ketika berkeluh kesah maka saya memotivasi diri dengan sebuah tagline,  “be like the bee, the honey bee.”

Itu saja mungkin yang dapat saya utarakan pada tulisan ini kurang lebihnya saya mohon maaf kebenaran hanya milik Allah kesalahan pastinya dari saya pribadi, semoga bermanfaat dan saya berdoa semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberi kekuatan untuk mengamalkan Al-Qur’an ini di keseharian kita khususnya untuk saya pribadi dan umumnya untuk mukmin sekalian sebagai sebuah umat, ummatan wasathan.

والسلام عليكم ورحمه الله وبركاته.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s