[MFA2021] Memperbaiki Keluarga, Memperbaiki Generasi


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Oleh Nur Cholidah

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh
A’udzubillahi minasysyaithanirrajim
Bismillahirrahmanirrahim

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

“Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan, 25:74)

Doa favorit saya, doa Nabi Ibrahim untuk mendapatkan keturunan yang saleh.

Siapa yang tidak ingin memiliki keturunan yang saleh?

Rasanya semuanya ingin. Bahkan itu adalah cita-cita kita.

Saya jadi teringat pada sebuah pertanyaan, “Apa ketakutan terbesarmu?”

Lalu saya berkata kepada diri saya sendiri dalam hati, “Ketakutan saya adalah tidak bisa bertanggung jawab di hadapan Allah. Tentang banyak hal. Salah satunya tentang anak keturunan. Karena kalau saya salah mengasuh, dosanya bisa dari generasi ke generasi.”

Ya, semua muslim ingin punya anak yang saleh, tapi tidak semua muslim benar-benar berusaha mendidik anaknya menjadi anak yang saleh.

Ustaz Nouman Ali khan dalam kajiannya menyebutkan bahwa masalah umat saat ini, bukanlah politik, bukan juga pendidikan, ekonomi, korupsi, bukan itu krisis umat saat ini.

Krisis umat saat ini adalah keutuhan keluarga yang sedang hancur. 

Orang-orang tidak lagi paham bagaimana membesarkan anak, orang-orang tidak lagi paham bagaimana menjadi orang tua, suami tidak lagi paham apa artinya menjadi suami, istri tidak lagi paham apa artinya menjadi istri, anak tidak lagi paham apa artinya menjadi anak. 

Itu yang sedang hancur saat ini, di era modern di mana kita hidup. 

Beruntunglah kita punya ayat ini. Beruntunglah kita punya doa ini. 

Saat kita mempelajari doa ini, kita belajar bahwa sesuatu yang dapat menjaga dan menyelamatkan kita, yang menyelamatkan umat ini, adalah apabila kita melindungi keluarga kita. Kita melindungi kesatuannya. Prioritas terbesar bagi kita sebagai orang tua adalah keislaman anak kita.

Apa yang mereka lakukan jika kita wafat? Apakah mereka sholat hanya karena kita masih ada bersama mereka? Atau karena kita berhasil meletakkan ketakwaan di hatinya? Sehingga, kita ada atau tidak ada, mereka tetap akan sholat menghadap-Nya?

Rabbana hablana.

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami.”

Hablana berasal dari kata “hiba”, yang dalam bahasa Arab berarti hadiah yang tak terduga.

Hadiah apa?

Min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrata a’yun.

Dari istri kami/suami kami dan anak kami, berikanlah kepada kami apa yang membuat mata kami menangis sangat bahagia.

Qurrata a’yun.

Menyejukkan mata.

Kita meminta kepada Allah air mata kegembiraan, kita ingin sangat bahagia dengan keluarga kita. Tapi bagaimana kita akan melakukannya?

Kita tidak bisa meminta kepada Allah, tetapi kita sendiri tidak melakukan usaha.

Tugas umat saat ini adalah memperbaiki keluarga. Jika kita adalah suami yang baik, maka anak kita akan menjadi suami yang baik. Jika kita adalah istri yang baik, maka anak kita akan menjadi istri yang baik. Jika kita tidak melakukannya, maka kita akan menciptakan keluarga yang buruk di masa depan.

Maka kita berdoa..

Waj’alna lil muttaqiina imaama.

“Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

Dengan kata lain, setiap orang yang berumah tangga adalah imam, jadi kita harus memastikan orang-orang di rumah tangga kita adalah orang-orang yang bertakwa.

Sesungguhnya membentuk anak saleh dan bertakwa, tidak bisa hanya mengandalkan pengasuhan seorang ayah, atau hanya pengasuhan seorang ibu.

Bukankah Allah menitipkan seorang anak pada sepasang ayah dan ibu? Maka untuk membentuk anak yang saleh, diperlukan kerjasama keduanya.

Dan sebagai orang tua, kita harus terus belajar. Kita tidak bisa hanya mengandalkan ilmu masa lalu. Karena zaman ini sudah jauh berbeda.

Sepatah doa dari saya, semoga Allah memudahkan orang tua muslim mengasuh anak-anak sehingga menjadi orang-orang yang bertakwa. Aamiiin

Sumber : https://youtu.be/-Gi0sHb8kn0

One thought on “[MFA2021] Memperbaiki Keluarga, Memperbaiki Generasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s