[MFA2021] Momen pertolongan Allah – Reza Aditya Suseno


Pada suatu masa, saya pernah mencoba menjadi relawan persiapan Hari Raya Kurban pada suatu yayasan. Salah satu persyaratan bagi seorang relawan yang membuat saya tertarik adalah menjadikan agenda persiapan hari raya kurban ini sebagai prioritas untuk dipilih. Bersamaan dengan hal tersebut saya pun sebenarnya sudah bekerja pada instansi perusahaan swasta, sehingga sempat ada perasaan hendak mundur sebelum maju sebagai relawan. Qodarullah, Allah memberikan hidayah-Nya dan saya pun terngiang dua ayat yang pernah saya tadaburi. Bagi saya pribadi ayat ini sangat relevan dengan kondisi saya pada waktu itu, yaitu Surat At Thalaq ayat 2-3.

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا۟ ذَوَىْ عَدْلٍ مِّنكُمْ وَأَقِيمُوا۟ ٱلشَّهَٰدَةَ لِلَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ يُوعَظُ بِهِۦ مَن كَانَ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا

Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

Ustaz Nouman Ali Khan memberikan gambaran terkait dengan isi awal ayat ini yang terkait masa idah sehabis proses perceraian. Orang-orang yang mengalami peristiwa ini pasti akan mendapatkan tekanan yang sangat berat dari kerabat terdekatnya. Jika orang yang mengalami proses perceraian ini masih tetap bertakwa kepada Allah dengan tetap memegang syariat yang berlaku pada kondisi ini, maka Allah telah menjanjikan jalan keluar bagi orang tersebut. 

Kemudian beliau jelaskan kembali bahwa ayat ini sejatinya berlaku umum untuk perbuatan takwa lainnya. Dampaknya pun sama kepada orang-orang yang memilih untuk menerapkan syariat-Nya sebagai wujud ketakwaan, Allah pasti akan memberikan jalan keluar bagi orang tersebut. Menariknya, beliau menyampaikan pada ayat berikutnya, hakikatnya seorang yang bertakwa, Allah akan memberikan kepadanya sebuah jalan keluar berupa rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Ketika ada aspek yang tidak disangka-sangka tersebut, logika kita terhadap hal tersebut tidak akan pernah bisa memperhitungkannya. Hakikatnya Allah telah menetapkan segalanya dengan ukuran, di mana logika kita tidak akan pernah bisa mengerti atas ukuran dari Allah tersebut. Sungguh ayat yang memberikan berita gembira bagi orang-orang yang bertakwa. 

Ketika saya diberikan pilihan untuk menjadi relawan atau pekerjaan, saya pun dengan mantap memilih sebagai relawan meski tidak ada keharusan meninggalkan pekerjaan. Hanya saja menjadi relawan ini pun tetap perlu diprioritaskan karena ada yang hendak diajarkan kepada saya, utamanya terkait dengan makna pengorbanan untuk mengejar kecintaan-Nya di momen Idul Adha itu sendiri. Saya meyakini Allah tidak akan pernah zalim kepada hamba-hamba-Nya yang hendak mengimplementasikan esensi terhadap hari raya Idul Adha itu sendiri. Seiring berjalannya proses sebagai relawan, pemrioritasan terhadap aktivitas relawan semakin terasa menjelang hari H. 

Benar-benar terasa banget pas menjadi relawan ini. Ketika Allah hendak menguji saya terhadap kesungguhan saya untuk mendapatkan esensi hari raya Idul Adha, semakin terasa saya pun harus menunjukkan bukti kesungguhan dengan memilih mana yang hendak diprioritaskan menjadi relawan atau karyawan. Muncul sikap kekhawatiran apabila saya lebih memprioritaskan menjadi relawan, saya tidak akan bisa maksimal menjadi karyawan. Apalagi deadline pekerjaan menjadi momok yang menggoda saya untuk berhenti menjadi relawan kurban. 

Qodarullah, Allah telah menetapkan saya untuk memilih melanjutkan menjadi relawan. Semakin menjelang hari H, momen hectic itu pun begitu terasa ketika menjadi relawan yang menuntut pengorbanan saya. Beberapa kali saya terpaksa untuk izin tidak masuk ke kantor dan meninggalkan pekerjaan deadline tersebut. Ketika momen meninggalkan pekerjaan tersebut memang muncul pertanyaan kepada saya dari pihak kantor dan semakin bertambah kekhawatiran saya terhadap konsekuensi yang akan saya hadapi ke depannya. 

Namun saya sudah melangkah sangat jauh menjadi relawan dan tidak bisa sekedar balik badan untuk meninggalkan amanah tersebut dikarenakan kekhawatiran pribadi. Ketika saya teringat kembali tentang Surat At-Thalaq ayat 2-3, saya pun semakin memantapkan hati untuk meneruskan kegiatan sampai hari H. Sampailah pada momen puncak hari raya Idul Adha tersebut dan Alhamdulillah saya tidak kehilangan momen berharga di detik-detik menjelang hari H serta ketika hari H. Semuanya saya lalui dengan dihinggapi kekhawatiran terhadap konsekuensi setelah selesai jadi relawan. Apalagi mendengar kejadian sesama relawan yang lain yang langsung dipecat ketika dirinya lebih memilih memprioritaskan agenda relawannya dibandingkan pekerjaannya. Semakin menjelang momen pencairan gaji, prasangka-prasangka mulai muncul satu persatu dari mulai kemungkinan pengurangan gaji, gaji ditahan, mendapat surat teguran SP, bahkan skenario terburuknya dipecat.

Akhirnya momen pencairan gaji pun tiba namun rasa kekhawatiran belum menghilang. Saya stand by kan HP dan hati untuk menerima teguran dari pihak kantor, tapi luar biasanya saya tidak mendapatkan teguran tersebut. Ketika satu persatu kawan sesama kantor menginfokan bahwa gaji mereka sudah masuk ke rekening, saya pun mencoba memberanikan diri mengakses internet banking untuk melihatnya dengan kesiapan untuk menerima konsekuensi atas pilihan saya menjadi relawan. Pada saat jemari mulai memasukkan password untuk buka akses mutasi rekening, gemetaran di jemari mulai terasa karena terpikir gaji yang akan dikurangi seberapa banyak. 

Ternyata… alhamdulillah wa syukrulillah, gaji saya tidak dipotong bahkan ada peningkatan gaji di pencairan pada periode bulan tersebut. Saya pun terngiang kembali surat Ath-Thalaq ayat 2-3, momen yang sangat tidak logis bagi saya pribadi, kok bisa ya bertambah gajinya. Ternyata Allah benar-benar memberikan jalan keluar berupa rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka kepada saya. Allah memusnahkan semua prasangka dan kekhawatiran yang saya pendam selama ini menjadi relawan. Sehingga kembali saya bertadabur terhadap ayat ini. Salah satu indikator pertanda kita adalah orang yang bertakwa adalah datangnya pertolongan dari Allah dari arah yang tidak disangka- sangka di luar logika berpikir seorang manusia yang serba terbatas. 

Alhamdulillah, dari kejadian tersebut saya mendapat ibrah luar biasa terkait makna hari raya Idul Adha yang memang betul bahwa hakikatnya hari raya ini adalah momen untuk menunjukkan cinta kepada sang Ilah yang sejati. Seperti ketika Ismail digantikan oleh hewan kurban ketika hendak disembelih oleh Nabi Ibrahim, sejatinya Allah akan mengganti dengan yang lebih baik atas setiap pengorbanan yang kita lakukan dalam rangka menunjukkan kecintaan sejati kepada-Nya dibandingkan kepada makhluk-Nya. 

Wallahualam bishshawab.

One thought on “[MFA2021] Momen pertolongan Allah – Reza Aditya Suseno

  1. MasyaAllah… Syukron atas sharing ceritanya… Pas banget saya juga ada di persimpangan yang sama, antara prioritas agama atau pekerjaan. Semoga cerita ini dapat memantapkan hati saya untuk lebih mengagungkan Allah daripada yang lain, aamiin

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s