[VoB2021] Cinta dan Tanggung Jawab


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-288

Topik: Pearls from Juz ‘Amma

Senin, 5 April 2021

Materi VoB Hari ke-288 Pagi | Cinta dan Tanggung Jawab

Oleh: Ayu S Larasaty

#MondayJuzAmmaWeek42Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Pekan lalu kita sudah membahas sedikit mengenai bagaimana kita bisa mempelajari hubungan antara suami istri dengan mempelajari siang dan malam.

Saat malam pasangan sebagai libaasa, sehelai pakaian bagi pasangannya. Menutup bagian yang tidak indah dari pandangan orang-orang luar, sekaligus menutup bagian yang indah juga.

Demikianlah malam. Waja’alnaallaila libaasan, dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian.

Lalu di siang hari saat hari terang, terjadi aktivitas antara suami dan istri.

Bagaimana mereka harus saling bertanggung jawab.

Bagaimana mereka harus saling memenuhi kebutuhan keluarga.

Bagaimana mereka harus saling merawat anak-anak.

Bagaimana mereka harus saling men-support tanggung jawab satu sama lain.

Bagaimana mereka harus bekerja sama agar dapat terus bermanfaat untuk orang lain.

Bagaimana mereka harus saling mendukung agar keduanya dapat terus menuntut ilmu

atau terkadang aktivitas di siang hari terisi dengan berbagai tuntutan sekaligus naik turun emosi pasangan.

“Mas, kamu udah bayar tagihan internet belum??”

“Belum bunda… Nanti agak siang aku bayar yha…”

“Kok kamu kirim chat-nya tidak pakai emoticon love lagi sih? Sudah gak sayang lagi sama aku?????”

” Kelupaan bunsayyyquuu ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️”

Siang adalah waktu dimana kita semua harus memenuhi kebutuhan atas dasar rasa tanggung jawab kita terhadap orang-orang yang kita sayang, kepada orang tua, saudara, juga suami atau istri kita.

Namun, kita takkan bertahan dengan aktivitas di siang hari karena aktivitas tersebut melelahkan, membosankan, menjemukan, terkadang bahkan melukai hati kita.

Demikianlah siang, waja’alnaannahaara ma’aasyan, dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan.

Saat Anda berdua kelelahan kembalilah menjadi malam yang menenangkan, tempat kembali untuk beristirahat.

~jomblo mana paham, jomblo belajar dulu~

Wallahu’alam bish-shawwab

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Deeper Look – Deeper Look – 78. An-Naba – 02. An-Naba (Ayah 14-37) – A Concise Commentary (14:41 – 16:43)


Materi VoB Hari ke-288 Siang | Sebelum Cek HP, Pikirkan Ini di Setiap Anda Bangun Tidur!

Oleh: Ayu S Larasaty

#MondayJuzAmmaWeek42Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Yuk kita baca dan renungi beberapa ayat dari QS. An-Nabaa’ ini

a lam naj’alil-arḍa mihādā

Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,

wal-jibāla autādā

dan gunung-gunung sebagai pasak?

wa khalaqnākum azwājā

Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan

wa ja’alnā naumakum subātā

dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,

wa ja’alnal-laila libāsā

dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian,

wa ja’alnan-nahāra ma’āsyā

dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan,

Ustaz Nouman mengatakan ada hal yang menarik dalam rangkaian ayat-ayat Al-Qur’an ini. Semuanya disebutkan secara berpasang-pasangan.

Bumi dan gunung.

Laki-laki dan perempuan.

Malam dan siang.

Loh! Kok tidur tidak ada pasangannya?

Padahal di ayat-ayat tersebut semuanya disebutkan dengan pasangannya.

Kenapa ya, kok tidak ada pasangan dari tidur?

Kenapa Allah tidak menyelipkan ayat mengenai “bangun tidur”?

Ustaz mengatakan agar memahami betapa menariknya ayat ini adalah dengan memaknai doa bangun tidur dengan benar. Saat bangun tidur kita dianjurkan untuk membaca Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur, Segala puji bagi Allah, yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tidur adalah prototipe dari mati atau yang sering ustaz-ustaz sampaikan di tausyiah mereka, “Tidur itu adalah kematian sementara”.

Jadi saat Allah mengatakan sesuatu tentang tidur, berarti Allah juga sekaligus ingin kita berpikir tentang kematian juga.

Di saat kita terbangun di pagi hari sebenarnya kita mengalami bangun dari kematian. Jadi kenapa tidak sampai kepada kita, kenapa kita masih tidak percaya bahwa mudah bagi Allah untuk membangunkan kita setelah kita mati nanti?

Kenapa masih sulit bagi kita untuk meyakini bahwa kita semua akan dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan semua yang kita lakukan di dunia?

Lihat bagaimana Allah mengajarkan kita untuk membaca, memahami pola dan menganalisa ayat-ayat Al-Qur’an? Well, tak hanya ayat Al-Qur’an, bagaimana dengan ayat-ayat kauniyyah/pertanda alam? Kita diminta untuk membaca dan kemudian berpikir.

Dan di ayat ini Allah menyiratkan sesuatu yang tiada di pembahasan yakni kebangkitan setelah kematian akan kita alami seperti bangun setelah tidur di dunia.

Wallahu’alam bish-shawwab

Sumber: 

Bayyinah TV – Quran – Deeper Look – Deeper Look – 78. An-Naba – 02. An-Naba (Ayah 14-37) – A Concise Commentary (16:44 – 18:58)


Materi VoB Hari ke-288 Sore | Single Itu Bukan Sunnatullah

Oleh: Ayu S Larasaty

#MondayJuzAmmaWeek42Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Belum selesai loh penjelasan Ustaz soal bagian yang mengagumkan di surat ini.

Lanjut baca dan renungi beberapa ayat dari QS. An-Nabaa’ lagi yuk

wa anzalnā minal- mu’ṣirāti mā`an ṡajjājā

dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya,

linukhrija bihī ḥabbaw wa nabātā

untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman,

wa jannātin alfāfā

dan kebun-kebun yang rindang.

mu’ṣirāti berarti sesuatu yang diperas, maksudnya adalah awan-awan diperas dan digesek sehingga menghasilkan petir.

Hingga turun hujan yang deras dan hebat, ṡajjājā. Setelah itu tumbuhlah berbagai tanaman dan tumbuhan yang menjadikan bumi penuh warna dan memiliki banyak pepohonan yang rindang.

Lihatlah, Kawan. Bukankah sangat jelas sekali?

Bagaimana dalam sebuah proses dari dua hal yang berbeda namun ditakdirkan berpasangan akan menghasilkan hal baru atau bahkan kehidupan baru.

Kita tadi berbicara tentang bagaimana langit menurunkan hujan ke tanah yang terhampar di bumi akan menghasilkan kehidupan baru yang menghiasi bumi.

MasyaaAllah

Suatu hal ditakdirkan berpasangan untuk menghadirkan kehidupan yang baru.

Dan harus diingat bahwa kehidupan kita di dunia ini tidak lebih dari satu hari.

YAK BENAR!

Ada kehidupan lain yang merupakan pasangan dari kehidupan di dunia yakni kehidupan akhirat dan dua kehidupan itu akan menghasilkan kehidupan yang baru untuk kita semua yakni Jannah atau na’udzubillaah Jahanam.

Itulah mengapa sebabnya setelah ayat mengenai pasangan di langit dan di bumi tersebut Allah melanjutkan dengan ayat

inna yaumal-faṣli kāna mīqātā

Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan,

Allah berikan kita petunjuk, sayangnya petunjuk itu lebih banyak diabaikan oleh manusia, semuanya telah tertulis, tinta itu sudah kering dan telah ditetapkan.

Maka berjuanglah.

Wallahu’alam bish-shawwab

Sumber: 

Bayyinah TV – Quran – Deeper Look – Deeper Look – 78. An-Naba – 02. An-Naba (Ayah 14-37) – A Concise Commentary (16:44 – 23:00)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahaya-Nya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiara-Nya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] Cinta dan Tanggung Jawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s