SSS Menjadi Produktif di Bulan Ramadan


🌿🌿 *SSS NAK Indonesia* 🌿🌿

Bismillahirrahmanirrahim.

In syaa Allah hari ini kita ada agenda rutin sharing pekanan.

Teknisnya:

1️⃣ Tonton video ini ⬇️

**Kurang dari 3 menit. Ada subtitlenya

2️⃣ Catat poin-poin menarik, insight, share ke sosial media/blog/podcast.

3️⃣ Kirim tanggapan/pertanyaan terkait video di grup wa/telegram NAKIndonesia.

🗓 SSS-nya in syaa Allah dilaksanakan tiap Sabtu paralel di grup whatsapp dan telegram NAK Indonesia.

Yuk ramaikan ^^

👤 Bella

Ramadhan sebentar lagi.

Yuk saling sharing, terkait persiapan ramadhan.

Apa aja persiapan yang harus dilakukan, biar Ramadhan tahun ini bisa produktif??

Semoga Allah mengizinkan kita bertemu bulan Ramadhan. Aamiin.

👤 Bella

Persiapan Ramadhan

🌻 Luruskan niat karena Allah

🌻 Perbanyak interaksi dengan Al Quran

– Jadikan Quran sebagai sahabat terbaikmu

– Perbaiki bacaan, belajar tajwid

– Pahami makna, baca terjemah dan juga dengerin penjelasan ayat-ayat quran

– Reconnect with Quran

🌻 Banyak memohon ampunan-Nya lewat istighfar dan doa

🌻 Siapkan list doa, buat atau beli buku kumpulan doa

🌻 Buat target dan checklist yang ingin dicapai di bulan Ramadhan

🌻 Perbanyak dzikir

🌻 Tambah ilmu agama

🌳 Puasa senin-kamis atau bayar hutang puasa

🌳 Perbanyak sedekah

🌳 Shalat rawatib dan qiyamul lail

🌳 Jaga pandangan, jaga lisan

🌳 Tingkatkan syukur

🌳 Kurangi hal-hal yang gak bermanfaat

– Hindari ghibah

– Sediakan waktu untuk disconnect, agar melatih diri fokus lebih lama

– Nonton kajian, bukan nonton film/tv series

– Pastikan cuma nonton, dengerin dan share yang baik-baik!

Siap-siap puasa sepenuh hati ^^

👤 Pak Heru

*Being More Productive During Ramadan*

Jika saya diizinkan untuk merevisi judulnya, maka saya mengusulkan untuk menambahkan kata “more”. Sehingga judulnya menjadi “Being ‘More’ Productive During Ramadan”.

Mengapa begitu? 

Karena di bulan Ramadan kita bukan hanya “tetap” produktif, tapi justru “lebih” produktif. 

Setidaknya, untuk mereka yang bekerja, produktivitas itu meningkat terutama di jam istirahat. Di luar Ramadan, ada waktu yang digunakan untuk makan siang. Bahkan juga “mencari tempat untuk makan siang”. Di bulan Ramadan, “jam makan siang” berubah menjadi “jam kerja”. Atau, “jam beribadah”.

Dari sisi ini saja, Ramadan sudah terbukti membuat kita (seharusnya) lebih produktif. Bisa lebih produktif dalam bekerja, bisa lebih produktif dalam beribadah, atau kombinasi keduanya.

*An Ayah about the Night Prayer*

Saat itu saya sedang “gelisah”. Kalau salat di masjid, susah untuk baca tartil. Karena selalu ketinggalan. Akhirnya saya mendapat nasihat dari seorang pimpinan pondok pesantren penghafal Al-Qur’an. “Percepat bacaanmu,” kata beliau menasihati.

Saya menuruti nasihat itu. Masalahnya tampak selesai. Bacaan saya percepat. Sambil berusaha tetap memahami dan menghayati makna yang dibaca. 

Tapi masih muncul pertanyaan itu. Kenapa ada ayat _warattilil qur’aana tartiilaa_ kalau tidak bisa saya praktekkan?

Penjelasan Ustaz ini berhasil membunuh kegelisahan saya. Kata Ustaz, ayat itu adalah _ayah about the Night Prayer_. Ayat untuk _qiyamul layl_. 

Sekaligus penjelasan Ustaz tadi menaikkan motivasi saya untuk melakukannya. Karena kesempatan untuk benar-benar membaca tartil adalah saat _qiyamul layl_. 

_Wallaahu ta’aalaa a’lam_

👤 Mas Agung

Kajian Ustadz NAK yang paling saya suka dalam menyambut ramadhan.

Berusaha menghidupkan hati yang mati rasa untuk menyambut bulan Ramadhan.

Beliau bahas surat Al-Hadid ayat 16 dan 17

👤 Mas Ario

Puasa bagi penggemar film tantangan menahan godaan film box office. Misalnya beberapa tahun terakhir puasa berbarengan dengan summer movie, yang biasanya studio besar akan merilis film box office.

Pandemi ketika bioskop tutup, film pindah ke streaming, ga kenal rilis musim panas/liburan lagi karena orang-orang #stayathome

Jadilah studio gencar merilis film box office kapanpun termasuk di bulan puasa.

👤 Mba Yolan

Apakah bisa dikatakan bahwa shalat wajib yg dikerjakan di masjid lebih mulia/ utama daripada mengerjakan shalat tarawih di malam hari sendirian ? 

Karena kita harus mengerjakan yg wajib dahulu baru sunnah.

👤 Mas Ario

Salat wajib lebih utama. Kadang saya melihat masih ada yang salah persepsi. Mengutamakan salat tarawih ketimbang salat isya.

👤 Naima

Selama Ramadhan, kita juga harus memanfaatkan waktu malam kita. Baiknya kita optimalkan dengan melakukan ibadah, bukannya menjadi _people of the night_ yang menghabiskan waktu malamnya untuk hal kurang manfaat.

Poin yang saya suka dari video tadi, lebih baik kita ketinggalan shalat tarawih dan melakukan shalat isya, lalu bangun shubuh daripada melakukan shalat tarawih sampai tengah malam dan ketinggalan shalat shubuh.

👤 Mas Hadi Fathullah

Izin berpendapat 

_A night person_ adalah salah satu budaya baru. Maksudnya hal itu ga dianjurkan dalam islam. Di zaman rasul sudah disunnahkan untuk tidur setelah isya kecuali jika ada keperluan. Baru bangun lebih pagi, dan tidak tidur setelah subuh. Dan sekarang malah terbalik jadi night life.

Menurut saya, budaya ini sudah jadi kebiasaan umat kita. Dan (menurut saya juga) ini siasat setan biar shalat subuhnya ngantuk, dan sisa harinya ga produktif. Saking terbiasa nya, masuk bulan ramadhan juga terpengaruh. Padahal ramadhan itu kesempatan terbesar untuk ganti rutinitas itu.

Allahumma ihdinaa jamii’an 🤲🏻🤲🏻

👤 Naima

Masya Allah, pendapat yang bagus Kak Hadi🙏🏻

Kalau dulu, mungkin begadang adalah hal yang jarang sekali dilakukan, namun sekarang karena dilabeli dengan ” _night life_ “, menjadi seolah-olah hal yang harus dilakukan kita. Kita semua sudah tahu, bahwa _night life_ itu erat dengan hal-hal yang tidak bermanfaat..

👤 Pak Heru

_So, you have to be realistic with yourself_ (menit ke-1, detik ke-43).

Kalau tidak salah, Ustaz memberikan _lecture_ ini di US, atau malah di Texas, di mana waktu _’isya_ adalah jam 21:36 dan waktu imsak adalah jam 04:54. 

Jika saat ini Anda sudah ngantuk (21.30), berarti bahaya kalau Anda tinggal di Texas 😊🙏🏻. Karena azan _’isya_ belum berkumandang. 

Untuk salat _’isya_ saja sudah “5 watt”, maka untuk salat tarawih, sudah tidak realistis lagi. _So you have to be realistic with yourself_.

👤 Mas Ario

Btw saya mau tanya nih. Sahur yang baik itu bagaimana? Maksud karena setelah sahur sering banyak buang air kecil. Rutinitas ibadah pagi setelah subuh pun terganggu.

Di sisi lain kadang saya lihat banyak jamaah sebelum imsak sudah di masjid menunggu subuh. Sudah ga makan minum lagi.

Bukannya waktu terbaik sahur itu menjelang subuh yah?

👤 Mba Ade Yulia

Mau menambahkan sdikit. Di indo kita selalu ada jadwal imsak, dan org2 berhenti makan saat imsak. Padahal puasa itu dimulai saat subuh. Cm mungkin krn tbiasa dan diajarkan turun menurun, imsak jd patokan.

Website muslim.or.id ini sering jadi referensi buat saya klo ada hal2 yg bikin bingung. Kdg2 ada yg biasa kita kerjakan tnyta tidak ada dalilnya dlm Islam. Mungkin bisa jd tambahan baca2 buat teman2 juga

👤 Kang Irfan Habibie

Yang saya pahami begini, mengakhirkan itu bukan berarti harus mepet azan. Walaupun ga masalah makan sampai sebelum waktunya azan.

Yang ga boleh itu makannya tengah malam misalnya. Jadi jarak antara sahur ke azan nyampe berjam2.

Katanya rasulullah berhenti sahur sktr 50 ayat sebelum azan atau 10 menitan katanya. Di waktu ini bisa untuk siap2 dan berangkat ke masjid.

Jadi jadwal imsak itu bukan waktu batal kalau masih makan, tapi kebiasaan nabi berhenti makan. Ini kekeliruan pengkritik imsak menurut saya. Menganggap waktu imsak adalah waktu batal puasa.

👤 Mas Agung

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri: https://youtu.be/DP9-S4H5Bp8

Ramadhan tuh Marathon hadirin, harus pemanasan.

Selama 30 hari, Antum diminta untuk gaspol. bermain di level terbaik. beribadah di level terbaik.

dari 10 hari pertama, lalu 10 hari kedua, lalu 10 hari ketiga.

itu grafik ibadah harus naik, dan klimaksnya di sepuluh hari terakhir.

nah ini nggak mudah ….

Kalau antum nggak persiapan dari bulan Sya’ban akan berat.

Makanya kalau tahun-tahun lalu kita kurang persiapan, maka tahun ini kita harus persiapkan 

dan itu kunci para ulama di bulan Ramadhan.

Mereka nggak mulai di tanggal 1 Ramadhan, tapi mereka mulai dari bulan Sya’ban, mereka sudah mulai dari bulan Rajab

mereka sudah mulai fokus menuju Ramadhan dari 6 bulan sebelumnya. Makannya mereka sukses.

Misalnya Antum mau ikutan lomba lari nih. lombanya mulai jam enam. Kalau gitu datangnya harus jam berapa?

Jam enam lewat lima? Kan nggak mungkin.

Kalau datangnya jam enam pas pun udah pasti nggak bakalan menang.

harusnya datang satu jam sebelumnya, untuk stretching dulu, lari-lari kecil dulu, pemanasan dulu.

Kalau para ulama yang memang ahli tahajud, ahli qira’ah, ahli Quran, ahli sedekah, kalau mereka aja harus persiapan dulu sebelum Ramadhan, Ya apalagi kita.

ahli Alquran bukan, 

ahli tahajud bukan,

ahli dzikir juga bukan.

Amr bin Qais al-Mula’i bahkan menutup tokonya sejak bulan Sya’ban untuk beribadah dan membaca Al-Quran demi mempersiapakan bulan Ramadhan. Ia baru buka tokonya lagi pada bulan Syawal.

no shortcut process hadirin, tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan.

Dan sekaranglah waktunya, di bulan Sya’ban, Jangan datang kesiangan.

jangan baru semangat di hari pertama bulan Ramadhan, itu sudah terlambat.

orang-orang yang ingin berhasil itu start dari awal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s