SSS Memahami Doa Nabi Yunus ‘Alaihissalam


🌿🌿 SSS NAK Indonesia 🌿🌿

Bismillahirrahmanirrahim.

In syaa Allah hari ini kita ada agenda rutin sharing pekanan.

Teknisnya:

1️⃣ Tonton video ini ⬇️

**Kurang dari 17 menit. Ada subtitlenya.

2️⃣ Catat poin-poin menarik, insight, share ke sosial media/blog/podcast.

3️⃣ Kirim tanggapan/pertanyaan terkait video di grup wa/telegram NAKIndonesia.

🗓 SSS-nya in syaa Allah dilaksanakan tiap Sabtu paralel di grup whatsapp dan telegram NAK Indonesia.

Yuk ramaikan ^^

👤 Bella

Kalau dari video ini, saya ngerasa paling berkesan di bagian pengingat untuk berdoa dari hati.

Doa nabi Yunus yang ada di Al-Quran, adalah “terjemahan”, bukan lafal asli.

Hadis rasul terkait doa ini, baru akan berlaku, kalau saat kita benar-benar dari hati doanya. Bukan cuma sekedar di lisan.

Self note banget buat saya. Kadang terburu-buru berdoa. Mungkin karena doanya pendek, sudah hafal, jadi kadang sekadar keluar di lisan tapi lupa untuk memaknai lagi inti doa tersebut.

👤 Mas Andi

Iya betul Mbak, jadi keingetan. Bahasanya bukan pake bahasa Arab yah.

Satu lagi yang berkesan, adalah betapa ustaz Nouman selalu berusaha meluruskan pemahaman yang kurang pas tentang kemuliaan para Nabi dan Rasul.

👤 Bella

Iya. Seperti bahasan surah ‘Abasa.

Jadi kaya diingetin lagi. Perspektif bahwa karena Rasul/Nabi adalah orang-orang spesial dengan kualitas terbaik, karena itu juga Allah “mendidik” dengan cara spesial juga.

👤 Mas Agung

Yang berkesan bagi saya di video ini saat Ustaz NAK menjelaskan kalimat Subhaanaka,
“Saat kamu menyatakan bahwa Allah itu Maha Sempurna, Maha Suci, maka harus selalu diiringi dengan pernyataan kesalahanmu.”

Di kondisi-kondisi tertentu mungkin tidak mudah mengakui kesalahan, dan mengakui bahwa kita ini hamba.

Apalagi kaumnya Nabi Yunus yang mulai duluan, “Ya Allah ini tegurannya berlebihan, iya emang saya ada salah, tapi kan ngga gini-gini amat harusnya.”

Alih-alih berkata demikian, Nabi Yunus justeru tetap memuji Allah dan menekan egonya.

Jadi keinget hadis yang dibahas oleh Ustaz Nuzul Dzikri beberapa waktu yang lalu, “Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.” (HR. Muslim)

Tunduk pada sesuatu rasanya bukan sesuatu yang disukai manusia.

Tapi melalui kalimat Subhaanaka ini menggambarkan usaha untuk melawan ego (sesuatu yang dibenci jiwa) untuk mengejar surga-Nya.

Sumber teks hadis: https://muslimah.or.id/888-surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html

👤 Mas Agung

Berdoa benar-benar dari hati ini sebenarnya sekaligus melatih mindfulness juga rasanya, seperti meditasi yang kemarin dibahas. Melatih agar pikiran tetap berada di masa sekarang

Karena kita benar-benar sadar sedang berbicara dengan Allah.

Makanya saya paling senang kalau ustaz bahas doa-doa di Al-Quran, jadi bener-bener ngerti apa yang sedang saya ucapkan ketika berbicara pada Allah.

👤 Mas Agung

Hadis yang disebutkan Ustaz di video ini

👤 Bella

Bahas tentang sedih, di sini (https://youtu.be/IbuHhIXBjh4) juga dibahas tentang kesedihan Nabi Yunus, yang barangkali pernah juga kita rasakan.

Saat kita berdosa, dan sedih karena dosa tersebut. Rasa takut dan sedih apakah Allah memaafkan dosa kita. Apakah kita bisa menjadi hamba yang baik lagi.

Kondisi Nabi Yunus ‘alaihissalam benar-benar dalam kegelapan yang berlapis. And yet Allah still hears his prayer (‘:

👤 Bella

Izin bertanya,

Tadi buka ayat tentang Nabi Yunus di surat Al-Qalam.

فَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُن كَصَاحِبِ ٱلْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌۭ

“Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).” [Surat Al-Qalam (68) ayat 48]

👆 Kalau dilafazkan artinya marah.

Kalau di tafsir depag yang resmi, artinya

“…ketika ia berdoa dengan hati sedih”.

Barangkali ada yang tahu penjelasan yang lebih tentang kata مَكْظُومٌۭ

Terima kasih sebelumnya.

👤 Mba Wina

Kalau di app Al-Qur’an, artinya tertekan, sedih.

👤 Mba Wina

Pengalaman pribadi, dulu banget pernah dzikir nabi Yunus ini dalam keadaan persis kaya gitu, tertekan dan sedih. Kemudian, Allah mudahkan dan dikasih jalan yang nggak disangka-sangka banget.

Setelahnya, coba cari keistimewaan dzikir ini dan banyak nemuin ‘testimoni’ mereka yang dibukakan jalan oleh Allah.

👤 Mas Rizki F

Saya baru beres nyimak video ini barusan. 😁

👤 Mas Ario

Apa yang bisa di-share mas dari hasil menonton video ini?

Yang bisa dibagikan dengan teman-teman di sini?

👤 Mas Rizki F

Ini mungkin belum semuanya, tapi beberapa poin yang jadi insight baru buat saya adalah :

  1. Kisah ini bukanlah kisah untuk menghinakan Nabi Yunus ‘Alaihissalam, tapi kisah ini adalah kisah yang memuliakan Nabi Yunus ‘Alaihissalam.
  2. Ketika ditimpa kemalangan, hal yg harus kita cek adalah perbuatan kita sendiri. Karena terkadang musibah menimpa kita karena kesalahan kita sendiri. Seperti seseorang yang sangat menyukai makanan yg mengandung banyak gula, sehingga dia terkena penyakit diabetes dan penyakit jantung. Itu karena perbuatannya sendiri, tidak bisa menyalahkan Allah karena sudah menimpakan penyakit diabetes tersebut.
  3. Terkait isi dari doa Nabi Yunus ‘Alayhissalam, “Laa Ilaaha illa anta” ini bukan berarti Nabi Yunus ‘Alayhissalam melakukan suatu kemusyrikan, tapi menguatkan kembali bahwa tidak ada yg pantas disembah, dicintai dan dipatuhi selain Allah. Nabi Yunus ‘Alayhissalam menyadari sesuatu bahwa “Ketika saya meninggalkan tanggung jawab yang Allah berikan kepada saya, maka saya tidak berbuat yang terbaik terhadap Laa ilaaha illallah. Aku akan memperbaharui/menguatkan kembali syahadatku”, menguatkan kembali komitmen terhadap Allah.

Lalu beliau mengatakan “Subhaanaka” Maha Suci Allah. Ketika kita mengucapkan Allah yang Maha Sempurna, di saat yang bersamaan kita juga menyadari betapa tidak berdayanya kita, tidak sempurna. Artinya, apapun keadaan yang Allah timpakan kepada kita, kita tidak akan menyalahkan Allah.

Lalu di akhir doa, Nabi Yunus ‘Alahissalam mengungkapkan, “Inni kuntu minaz zalimiin”. Nabi Yunus ‘Alaihissalam mengakui kesalahannya.

Masih banyak sebenarnya hal yg bikin sadar dari video berdurasi 17 menit ini, hanya sedikit yang bisa saya share dari yang saya pahami setelah nonton video ini. Masya Allah.

Wallahu’alam.

👤 Mas Ario

Kalau saya teringat Nabi Yunus saya jadi ingat canda teman dari komunitas sebelah.

Kalau berhenti berdakwah karena ngambek, marah karena dakwahnya ga ditanggapi, nggak diterima, nanti dimakan ikan paus. 🐳

👤 Mas Ario

Kalau di zaman sekarang “padanan” dari ikan paus apa yah? Semacam reminder buat pendakwah kalau berdakwah jangan ngambekkan.

Jujur, saya kagum sama orang yang sabar dalam berdakwah.

Misalnya guru ngaji. Kadang murid yang datang ke kelas sedikit atau tidak ada.

Padahal guru ngajinya sudah datang dari jauh, eh sampai di kelas muridnya ga ada yang masuk. ☹️

👤 Mba Genis

Barakallahu fiik mbak.. iya alhamdulillah aku pernah punya pengalaman yang sama. Tiap membaca sprti otomatis jg membayangkan situasi yang seperti Nabi Yunus, gelap di dalam gelap.

👤 Mba Hain

Bismillah izin share yang saya baru pahami dari khotbah ini, ternyata Dzun Nun itu bukan nama lain dari Nabi Yunus secara arti, tapi Dzun Nun adalah sebutan yang mengidentifikasi kisah beliau dalam Al-Quran surah Al-Anbiya ayat 87 ini. Nun berarti whale, jadi Dzun Nun adalah “The One of The Whale” → ini untuk memuliakan beliau, di mana beliau mengingat Allah semata dalam kondisi terberatnya.

The most mind-blowing thing dari kajian ini, Nabi Yunus berdoa bukan karena takut di dalam pausnya, tapi beliau berdoa karena dia merasa dirinya sudah “gagal” di hadapan Allah. Makanya isi doanya lebih mengarah dalam bentuk penyerahan. Doa ini juga jadi penyemangat buat setiap umat muslim, bahwa kita semua bisa salah, tapi dengan doa ini dimana kita melakukan confession bahwa Allah Maha Sempurna dan kita sebagai manusia kerap berbuat kesalahan, itu bisa membuat Allah angkat masalah kita.

Semoga Allah mudahkan kita untuk mengamalkan doa ini dan menghayati dengan benar dalam pengamalannya. Wallahu a’lam bishshowab.

👤 Mba Hain

doanya juga relate sama quotes dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu di sini.

👤 Mas Agung

Doa Nabi Yunus ini senada dengan Nabi Adam setelah beliau berbuat kesalahan ketika di surga.

Kalau diperhatikan doa-doa para Nabi itu banyak yang gak minta apa-apa ya. Banyak yang hanya memuji Allah, berpikir positif pada Allah dan mengakui kesalahan.

Robbanaa dholamnaa anfusanaa wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khoosiriin.

“Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah berbuat zalim terhadap diri-diri kami. Dan jika Engkau tidak memberi ampunan untuk kami dan merahmati kami, sungguh benar-benar kami menjadi termasuk dari golongan orang-orang yang rugi.” [Qs. Al-A’raf (7) ayat 23]

Barangkali ada yang suka baca doa ini dan ingin supaya bisa lebih paham bisa ditonton disini:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s