[VoB2021] Gaya Bahasa Al-Qur’an dan Hadis


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-282

Topik: Pearls from Al Baqarah

Selasa, 30 Maret 2021 

Materi VoB Hari ke-282 Pagi | Gaya Bahasa Al-Qur’an dan Hadis

Ditulis oleh: Muchamad Musyafa

#TuesdayAlBaqarahWeek41Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ بسم الله الرحمن الرحيم

Bahasa Al-Qur’an adalah bahasa yang belum tentu dimengerti oleh sebagian besar orang Arab. Mereka orang Arab belum tentu memahami ayat-ayat yang disampaikan Rasulullah ﷺ kepada mereka. Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa mereka jelaskan bahkan jika mereka adalah seorang ahli bahasa Arab. Dan tentunya lebih sulit lagi bagi orang non-Arab untuk menjelaskan Al-Qur’an dalam bahasa non-Arab.

Al-Qur’an yang setebal lebih dari 600 halaman itu diturunkan bertahap dalam kurun waktu 23 tahun. Di sela-sela turunnya Al-Qur’an itu, disampaikan juga banyak hadis oleh nabi Muhammad ﷺ. Hadis-hadis itu terkadang melengkapi dan memperjelas apa yang disampaikan di dalam Al-Qur’an. Kadang Al-Qur’an juga turun untuk mengkonfirmasi apa yang telah disampaikan di dalam hadis sebelumnya.

📗📘

Jadi, ada begitu banyak kutipan yang diucapkan oleh orang yang sama, Rasulullah ﷺ. Beberapa diantaranya Al-Qur’an, dan lainnya dalam bentuk hadis. Jika kita memisahkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis itu ke dalam dua wadah yang berbeda, dari sudut pandang linguistik kita bisa memperhatikan bahwa Al-Qur’an memiliki gaya bahasa yang berbeda dengan hadis. 

Al-Qur’an dan hadis diucapkan oleh orang yang sama, yaitu Rasulullah ﷺ. Namun kita akan bisa memperhatikan perbedaan gaya bahasa ketika Rasulullah ﷺ mengucapkan Al-Qur’an dengan ucapan hadisnya sendiri. Pemilihan kata keduanya terdengar berasal dari dua sumber yang berbeda.

📗📘

Di dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia. Contohnya di dalam Al-Qur’an terdapat kata madda (مَدَّ) yang memiliki arti memanjang, merenggang, mengulur, to extend. Kata lain dari madda adalah amadda (أَمَدَّ) yang artinya juga sama, memanjang, merenggang, mengulur, to extend. Orang Arab menggunakan kedua kata itu saling bergantian, suka-suka mereka, tidak ada bedanya. 

Namun ketika kita masuk ke dalam pembahasan Al-Qur’an, kita akan menemukan kedua kata itu. Tapi Allah ﷻ memperlakukan kedua kata itu dengan cara yang berbeda, yang tidak pernah dilakukan oleh orang Arab sekalipun. 

📗📘

Dari seluruh ayat Al-Qur’an, ketika Allah ﷻ berbicara tentang memberi sesuatu kepada umat manusia, Allah ﷻ secara khusus menggunakan kata amadda, untuk yang lainnya Allah ﷻ menggunakan kata madda. Allah ﷻ memberi sesuatu kepada umat manusia sebagai bentuk usaha untuk memperpanjang urusan umat manusia di bumi ini. 

وَيُمۡدِدۡكُم بِأَمۡوَٰلٖ وَبَنِينَ 

dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, (QS Nuh, 71:12)

نُمِدُّهُم بِهِۦ مِن مَّالٖ وَبَنِينَ  

Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (QS. Al-Mukminun 23:55)

 يُمۡدِدۡكُمۡ رَبُّكُم بِخَمۡسَةِ ءَالَٰفٖ مِّنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ 

Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. (QS Ali Imran 3:125)

📗📘

Semua ayat di atas menggunakan kata dasar yang berasal dari kata amadda, memperpanjang, to extend, Semuanya digunakan untuk menunjukkan bagaimana Allah ﷻ memperpanjang urusan manusia sebagai bentuk panjangnya kasih sayang Allah ﷻ kepada manusia.

InsyaAllah berlanjut nanti siang

📗📘📗📘📗

***

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Deeper Look / 2. Al-Baqarah / 06. Al-Baqarah (Ayah 12-16) – A Deeper Look  (39.21-42.20)


Materi VoB Hari ke-282 Siang | Terombang-ambing dalam Kesesatan

Ditulis oleh: Muchamad Musyafa

#TuesdayAlBaqarahWeek41Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ بسم الله الرحمن الرحيم

Masih melanjutkan pembahasan sebelumnya, sebelumnya telah disebutkan ayat-ayat yang menggunakan kata bentukan dari amadda.

Di tempat lainnya digunakan bentukan kata dari madda, penggunaan kata madda ini di antaranya tentang lautan yang diluaskan atau tentang hukuman yang dipanjangkan.

📗📘

Dalam pembahasan Al-Baqarah ayat ke-15 ini, ini Allah ﷻ memanjangkan kesesatan mereka. 

ٱللَّهُ يَسۡتَهۡزِئُ بِهِمۡ وَيَمُدُّهُمۡ فِي طُغۡيَٰنِهِمۡ يَعۡمَهُونَ  

Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan. (QS. Al-Baqarah 2:15)

Allah ﷻ membiarkan mereka, Allah ﷻ memanjangkan kondisi mereka di dalam kesesatan.

📗📘

Allah ﷻ tidak menggunakan yamadda tapi menggunakan yamuddu. Yamuddu ini berasal dari turunan kata madda, bukan berasal dari turunan kata amadda.

Penjelasan di atas adalah salah satu contoh berapa konsistennya pemilihan kata di dalam Al-Qur’an, selama 23 tahun. Secara linguistik hal seperti ini adalah hal yang luar biasa. Gaya bahasa yang konsisten ini menjadi ciri khas bahasa Al-Qur’an. 

📗📘

Selanjutnya di ayat ke-15 ini, ada kata ya’mahun.Ya’mahun memiliki arti bingung, ragu-ragu,  terguncang. Dengan kata lain, orang-orang yang diceritakan di ayat ini akan selalu dalam kebingungan dan keraguan dalam mengikuti perintah Allah ﷻ sehingga mereka terus berjalan di jalan yang sesat. Hati mereka akan selalu goyah tiap kali ada wahyu turun pada mereka. 

Mereka akan menghindari bertatap mata dengan Rasulullah ﷺ. Mereka merasa bersalah, seperti seorang murid yang sadar dirinya terlambat masuk kelas, ia akan menghindari tatapan gurunya. 

Allah ﷻ mengetahui mereka, dan Allah ﷻ membiarkan kondisi mereka seperti itu.

InsyaAllah berlanjut nanti sore

📗📘📗📘📗

***

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Deeper Look / 2. Al-Baqarah / 06. Al-Baqarah (Ayah 12-16) – A Deeper Look  (42.20-44.58)


Materi VoB Hari ke-282 Sore | Pertukaran yang Tidak Menguntungkan

Ditulis oleh: Muchamad Musyafa

#TuesdayAlBaqarahWeek41Part3Part 3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ بسم الله الرحمن الرحيم

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشۡتَرَوُاْ ٱلضَّلَٰلَةَ بِٱلۡهُدَىٰ فَمَا رَبِحَت تِّجَٰرَتُهُمۡ وَمَا كَانُواْ مُهۡتَدِينَ  

Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak menguntungkan dan mereka tidak mendapat petunjuk.

📗📘

Ketika kita ingin membeli sesuatu, tentunya kita harus memiliki harta benda yang bisa kita tukarkan. Kita menukarkannya dengan benda lain. Jika kita tidak memiliki harta, maka kita tidak bisa membeli sesuatu. 

Ayat di atas menggunakan kata “membeli”, lalu ada kata bil huda, dengan petunjuk. Artinya sesungguhnya mereka di sini benar-benar telah memiliki petunjuk. Jika mereka tidak memiliki petunjuk, bagaimana mungkin mereka bisa membeli. Mereka telah memiliki petunjuk, tetapi mereka menyerahkan petunjuk itu. Mereka mengambil kesesatan sebagai gantinya dalam jual beli itu. Mereka membiarkan pergi petunjuk yang mereka miliki.

📗📘

Tiap-tiap orang muslim pasti memiliki petunjuk. Sedikit atau banyak, pasti mereka memilikinya. Jangan biarkan petunjuk itu pergi. Kita tahu bahwa petunjuk itu senantiasa datang dan pergi sendirinya, tapi jangan sampai kita mempercepat kepergian petunjuk itu dengan menjualnya untuk kesesatan.

Mereka yang melakukan hal itu sungguh telah mendapatkan sebuah perdagangan yang tidak menguntungkan.

📗📘

Gambaran pertukaran antara petunjuk dan kesesatan di dunia ini, memberi arti bahwa memperoleh dan mempertahankan petunjuk bukanlah hal yang mudah. Bagi beberapa orang, bagi beberapa komunitas, mereka harus berkorban banyak untuk mendapatkan petunjuk.

Ada beberapa orang yang mereka tampak muslim secara penampilannya, tetapi nyatanya hidup mereka tidak berlandaskan atas aturan Islam. Mereka menganggap apa yang mereka lakukan itu baik bagi kehidupan mereka. Namun sesungguhnya Allah ﷻ tahu bahwa sesungguhnya mereka ini merugi. Karena mereka ini adalah yang telah menjual petunjuk yang telah mereka miliki demi kesesatan.

📗📘

وَمَا كَانُواْ مُهۡتَدِينَ  

dan mereka tidak mendapat petunjuk.

Mereka telah menjual petunjuk, kini di tangan mereka kosong selain kesesatan yang telah mereka beli itu.

InsyaAllah berlanjut pekan depan

***

Sumber : Bayyinah TV / Home / Quran / Deeper Look / 2. Al-Baqarah / 06. Al-Baqarah (Ayah 12-16) – A Deeper Look  (44.58-47.57)


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2021] Gaya Bahasa Al-Qur’an dan Hadis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s