[VoB2021] Pemimpin Orang Zalim


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-275

Topik: Pearls from Al Baqarah

Selasa, 23 Maret 2021 

Materi VoB Hari ke-275 Pagi | Pemimpin Orang Zalim

Oleh: Ayu S Larasaty

#TuesdayAlBaqarahWeek40Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Hari ini kita akan membahas QS. Al Baqarah ayat 14.

“Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.”

Yang paling menarik dari ayat ini adalah kata “ilaa Syayaathiinihim” yang memiliki arti kepada setan-setan (para pemimpin) mereka.

Kata tersebut tidak menggunakan “Bi Syayaathiinihiim” yang memiliki arti sesama orang-orang zalim.

Kata “ilaa” memiliki makna hirarkis yang menunjukkan level, ini artinya mereka memang sengaja menjadikan orang-orang zalim sebagai pemimpin mereka.

Mereka tidak memilih orang-orang shalih menjadi pemimpin mereka, melainkan mereka memilih kepada setan-setan (para pemimpin) atau “Syayaathiinihim”.

Lalu sebenarnya siapa sih yang dimaksud “Syayaathiinihim” ini?

Apakah maksud Ustaz adalah orang-orang yang menyembah setan alias satanis??

Kayaknya enggak gitu, deh. Berlebihan banget kalo kita sebut mereka satanis, mereka masih sholat kok. 🤭

Well, memang bukan itu maksud ayat ini.

Maksud ayat ini adalah ketika setan tinggal di dalam hati seseorang dalam waktu yang cukup lama, maka hati orang tersebut akan membeku, gelap dan mereka akan berubah menjadi setan dalam bentuk manusia. Hingga akhirnya setan meninggalkan orang tersebut karena “tugasnya sudah selesai”.

Para pemimpin zalim ini tentu tidak menyukai jika orang-orangnya bersama orang shalih, sehingga mereka sangat marah ketika hal itu terjadi.

Namun, orang-orang munafik tentu saja mengetahui hal tersebut hingga mereka kembali dan berkata kepada para pemimpin mereka, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.”

Semoga kita tidak termasuk pada orang-orang munafik tersebut aamiiin.

Kita bahas makna setan ini insyaaAllah ba’da dzuhur yha, Kawan.

Sumber: 

Bayyinah TV  – Quran – Deeper Look – 06. Al-Baqarah (Ayah 12 -16) (29.46 – 33.30)


Materi VoB Hari ke-275 Siang | Berkenalan dengan Setan

Oleh: Ayu S Larasaty

#TuesdayAlBaqarahWeek40Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Loh, untuk apa mengenal setan???

Bukankah setan itu merupakan musuh yang nyata, bagi umat manusia?

Kenapa kita harus kenal? Seharusnya kita menjauhi, dooong?

Kawan, kita tidak akan bisa menjauhi sesuatu jika kita belum mengetahui suatu hal mengandung keburukan atau buruk.

Kita tidak akan menggunakan helm, jika kita tidak mengetahui bahwa tidak menggunakan helm itu berbahaya.

Kita tidak akan menggunakan masker ke luar rumah, jika kita tidak mengetahui bahaya virus Covid-19.

Kata Ustaz Nouman, dalam bahasa Arab setan memiliki dua makna. Makna yang pertama Syaatho dan Syaith yang berarti berapi-api, daging yang sudah siap dibakar, dan membakar seseorang hingga mati. Makna yang kedua ada Syaithoni yang berarti kemarahan pada kemanusiaan.

Jadi syaithan berarti berasal dari api dan kebencian kepada nabi Adam dan keturunannya secara eksplisit membuatnya berapi-api.

Syaithan juga memiliki makna tali ikatan kuda yang kencang dan seseorang yang menarik tambang dengan pelan-pelan.

Selain itu, Ustaz Nouman juga mengatakan makna syaithan adalah mereka yang berjalan menjauhi kebenaran.

Ustaz juga mengibaratkan hal ini dengan seseorang yang menimba di sumur, tali tersebut takkan jatuh dengan mudah ke dalam sumur dan tidak dapat mengangkut air jika tidak menggunakan ember yang berat, bukan? Ember adalah umpan untuk mendapatkan air lalu dengan perlahan menariknya ke atas.

Cara kerja setan adalah dengan memberikan umpan kepada manusia, lalu sedikit demi sedikit, dengan perlahan menarik tambang tersebut hingga akhirnya manusia masuk ke dalam perangkapnya.

Jadi saat Allah katakan “Sesungguhnya syetan itu untukmu adalah musuh” maka yang dimaksud adalah Allah telah memberikan saya, kamu, kita semua musuh yakni SETAN. Namun kita sering lupa fattakhidzuhu ’aduwwa, perlakukanlah syetan itu, posisikan dirimu sebagai musuh bukan hanya sekadar menganggap Setan adalah musuh.

Wallahu ‘alam bi shawwab

Sumber: 

Bayyinah TV  – Quran – Deeper Look – 06. Al-Baqarah (Ayah 12 -16) (33.31 – 35:20)


Materi VoB Hari ke-275 Sore | Takut lah kepada Makar Allah

Oleh: Ayu S Larasaty

#TuesdayAlBaqarahWeek40Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kita seringkali melihat orang yang setiap hari mengolok-olok agama, dari pagi hingga sore menjelang malam kerjanya nyinyir Islam atau ulamanya atau pengikutnya atau syari’at-nya melulu seperti tidak ada hari esok.

Bahkan kadang hal itu tidak hanya disampaikan oleh mereka yang kafir, melainkan disampaikan oleh orang-orang yang sudah berislam sejak lahir.

Ustaz Nouman melanjutkan pembahasan surat sebelumnya, “Allah akan memperolok-olok mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.”

Hah??? Masa sih Allah memperolok? Sepertinya itu bukan sifat Allah?

Ustaz Nouman menjelaskan bahwa Allah hanya membalas sesuai dengan apa yang dilakukan hamba-hamba-Nya, jika seorang hamba berbuat makar, Allah juga berbuat makar.

Wa makaaru makarallaahu, wallahu khoyrul maakiriin

Lalu bagaimana cara Allah memperolok orang yang memperolok-Nya, yang memperolok-olok agama dan umat-Nya?

Allah akan membiarkannya dalam kesesatan dan membiarkan mereka terus menerus berontak, mereka dibutakan matanya, ditulikan telinganya dan dibekukan hatinya dalam melihat kebenaran.

Allah tidak akan menghalangi mereka.

Ustaz memberikan dua perumpamaan untuk hal ini.

Pertama ketika seorang guru sudah berkali-kali menegur seorang murid yang nakal. Namun si murid tidak mau mendengar dan terus melakukan kenakalan.

Tentu saja si guru akan mendiamkannya sambil mencatat seluruh kenakalan yang dilakukan si murid. Hingga akhirnya si murid melakukan kenakalan yang fatal dan cukup menjadi alasan si guru untuk memanggil kedua orang tua atau bahkan mengeluarkan si murid dari sekolah.

Oke, perumpamaan di atas mungkin terlihat biasa saja dan sepele. Seseorang bisa saja mengatakan, “Yaudah, cari sekolah lain saja…”

Namun perumpamaan yang kedua ini adalah perumpamaan yang diberikan oleh guru Ustaz Nouman hingga akhirnya beliau termenung dan mengerti, “Oh seperti itu cara Allah…”

Guru beliau menceritakan, ibaratnya ketika seseorang di antara kalian menemukan anjing galak yang menggigit. Orang yang masih menyayangi anjing tersebut biasanya hanya akan menaruh anjing tersebut di sekitar rumah dan mengikatnya dengan tali yang pendek. Lalu mengajarkan dan memberikannya pelajaran agar si anjing kapok sehingga tidak menggigit lagi.

Namun lain halnya ketika si majikan sudah jengah kepada anjing tersebut. Si majikan pasti akan memindahkan si anjing ke tanah yang lebih lapang dengan ikatan yang lebih panjang, agar si anjing bisa mencari makan sendiri dan tidak lagi memedulikannya.

Si anjing tentu merasa hukuman itu tidak seberapa, bahkan seringkali dianggap sebagai kebebasan. Padahal tali yang diberikan hanya sepanjang 100 meter saja atau bahkan lebih pendek.

Si anjing berlari-lari, menggonggong dan bahkan masih menggigit siapa saja yang ia temui.

Di jarak 10 meter, si anjing masih bisa menggigit.

Di jarak 30 meter, si anjing masih bisa mengejar.

Di jarak 80 meter, si anjing masih bisa menggonggong dan menakuti anak kecil.

Bahkan di 99 meter, si anjing masih bisa melukai orang dewasa.

Namun di 100 meter, leher si anjing akan tertahan, dia akan jatuh ke belakang dan menyadari bahwa ia takkan mampu lagi berjalan ke depan.

Batas itu diibaratkan seperti maut, Kawan. Maka berhati-hatilah, takutlah kita semua pada makar Allah.

Demikianlah cara Allah memperolok seorang hamba yang zalim pada dirinya, Allah membiarkan mereka mengira mereka telah memenangkan segalanya.

Let’s see how funny this is.

That is the most savage level of Makar

Kita lihat seberapa lucu lelucon ini.

Itu adalah Makar dengan level tersadis.

Na’udzubillaah

Wallahu a’lam bish-shawwab

Sumber: 

Bayyinah TV  – Quran – Deeper Look – 06;20. Al-Baqarah (Ayah 12 -16) (35:21 – 39:20)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s